2 Contoh Detail Ayah Sebagai Petani untuk KIP Kuliah

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh detail ayah sebagai petani merupakan deskripsi yang dapat digunakan sebagai panduan dalam melakukan pengisian data KIP Kuliah. Sehingga pembaca tidak akan merasa kesulitan untuk menyusun narasi dengan benar dan meyakinkan.
Secara umum, KIP Kuliah termasuk program beasiswa pemerintah. Dalam seleksinya, data mengenai profesi orang tua merupakan bagian penting yang perlu dicantumkan oleh calon penerima beasiswa. Sehingga kesesuaian isi dan cara penulisannya perlu diperhatikan.
Contoh Detail Ayah Sebagai Petani
Mengutip buku Beasiswa Pemutus Mata Rantai Kemiskinan, Dr. Abdul Kahar, M.Pd, (2021:168), Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) adalah program bantuan pendidikan kepada siswa lulusan SMA, SMK dan sederajat dari keluarga kurang mampu, agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas atau akademi.
Kuota bantuan bagi siswa keluarga mampu tersebut dapat diperoleh di perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta di tanah air. Maka dari itu, peluang mendapatkan bantuan KIP Kuliah bagi mahasiswa menjadi semakin besar.
Meskipun demikian, terdapat berbagai syarat pendaftaran yang harus dipenuhi oleh calon penerima beasiswa KIP Kuliah. Salah satunya yaitu melakukan pengisian biodata mengenai mata pencaharian orang tua secara detail.
Oleh karena itu, di bawah ini telah tersedia sedikitnya 2 contoh detail ayah sebagai petani, yang dapat digunakan untuk sumber pedoman dalam melakukan pendaftaran program beasiswa KIP Kuliah.
Contoh 1
Ayah saya adalah seorang petani yang mempunyai ladang sendiri. Komoditas utama yang ditanam berupa jagung. Dalam total satu kali panen diperoleh 15 karung jagung dengan kisaran pendapatan rata-rata Rp2.500.000.
Selain bercocok tanam, ayah juga merupakan buruh cangkul di ladang orang lain. Dalam satu bulan ayah mampu mengumpulkan Rp350.000.
Pendapatan ayah sebenarnya cukup untuk makan. Namun, karena ayah masih menanggung biaya sekolah saya dan 2 adik saya yang masih SMP dan SMA, hasil tersebut belum cukup untuk memenuhi keperluan sekolah dan kebutuhan dapur selama satu bulan.
Ayah adalah orang tua tunggal, karena ibu telah meninggal sejak 5 taun lalu. Umur ayah sekarang 61 tahun, sehingga kondisi fisiknya sudah sering mengalami sakit. Oleh karena itu, saya bertekad untuk mencari beasiswa kuliah agar tidak memberatkan kondisi ekonomi keluarga.
Contoh 2
Ayah merupakan petani yang mengandalkan hidup dari hasil menanam bawang merah. Lahan yang ditanami merupakan milik pribadi. Saat tiba musim panen diperoleh hasil 12 karung dengan kisaran pendapatan Rp2.880.000.
Ayah memiliki tanggungan 3 anak yang masih SD, SMP, dan saya yang akan masuk kuliah. Kondisi ekonomi yang belum stabil menjadikan pendapatan ayah hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan dan sekolah kedua adik saya.
Ayah tidak memiliki pekerjaan lain selain bertani. Sehingga pendapatannya seringkali pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Terlebih umur ayah sudah 71 tahun, membuat tenaganya sudah tidak kuat lagi untuk berkerja lebih berat.
Meskipun hidup ditengah keterbatasan, ayah selalu mendukung niat saya untuk berkuliah. Sehingga apabila saya memperoleh dukungan dari beasiswa KIP Kuliah, program ini sangat membantu saya untuk mewujudkan cita-cita menuntut ilmu setinggi-tingginya.
Baca Juga: 10 Contoh Mukhayyar dan Penjelasannya
Sekian informasi tentang contoh detail ayah sebagai petani untuk KIP Kuliah. Setelah mencermati pembahasan tersebut, pembaca diharapkan mampu menyusun teks narasi untuk program beasiswa dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Semoga membantu. (Riyana)
