Konten dari Pengguna

2 Contoh Kritik Sastra Puisi Singkat

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto hanya ilustrasi. Contoh kritik sastra. Sumber: Pixabay / Felix_W
zoom-in-whitePerbesar
Foto hanya ilustrasi. Contoh kritik sastra. Sumber: Pixabay / Felix_W

Contoh kritik sastra merupakan bagian dari mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dipelajari di sekolah. Dalam materi kritik sastra termasuk puisi bertujuan untuk memperbaiki maupun mengoreksi karya tersebut.

Puisi merupakan karya sastra yang kerap dikritisi. Kritik sastra bukan bermaksud menjatuhkan karya tersebut tapi sebaliknya justru menilai kelebihan maupun kekurangannya.

Contoh Kritik Sastra Puisi

Foto hanya ilustrasi. Contoh kritik sastra. Sumber: Pixabay / Sajfolio

Kritik sastra puisi akan mengkritik dengan menggunakan pendekatan kejiwaan tokoh, simbol-simbol, atau sejarah masa lalu menjadi hal biasa yang digunakan. Hal tersebut menjadi aspek yang lebih banyak ditelaah dalam kritik sastra puisi.

Berikut ini contoh kritik sastra puisi dari buku Kritik Sastra Ekofeminisme: Pengantar Kritik Sastra Berwawasan Perempuan dan Alam, Aji Septiaji dan Risma Khairun Nisya (2019).

1. Puisi Gelembung Embun Cinta karya Anung D.Lizta

Bagai sisa-sisa embun yang terlantar

Dari setetes air hujan di pagi hari

Aku melebur kala mentari tinggi

Bagai kukus kertas terbakar

Gelembung-gelembung embun di pagi hari

Tersapu tangan manusia tak tersisa

Sejuk sesaat lupa di hati

Pun esuk akan dinanti datangnya

Unsur-unsur cinta yang kau ciptakan

Antara embun dan mentari

Aku tak bisa menilau pasti

Sesaat sejuk ‘cinta’-mu ada

Sesaat lebuh ‘cinta’-mu pergi

Berliku bagai air hujan mencari

Singgahan tempat yang damaikan hati

Gelembung-gelembung embun cinta

Sejenak bawa leburan cinta ini

Antarkan pada mentari

Agar kudekap pelangi

Dalam puisi ini, penyair menganalogikan bahwa dirinya air sisa-sisa embun dan air hujan yang mudah tergantikan ketika matahari meninggi. Pada konteks puisi bait ketiga menganalogikan bahwa cinta seorang laki-laki terkadang kehadirannya memenangkan hati juga terkadang hilang dan pergi.

Dalam konteks berikutnya mengungkapkan bahwa seseorang tersebut kehadirannya bagaikan air hujan yang sesuka hati mencari tempat yang dikehendaki.

Puisinya sangat bagus, kata-kata kiasannya begitu menarik dan sangat mendalami terkait dengan pemaknaan dan penganalogiannya. Namun dalam penyampaiannya agak bertele-tele serta makna analoginya tidak terlalu sesuai dengan makna aslinya.

2. Puisi Hujan karya Atty Malula

Senja mulai beranjak pergi

Meninggalkan sajak yang tak bertepi

Desah jiwa yang menyepi

Saat rinai hujan membasahi bumi

Hati bergelayut dalam kerinduan

Hanya hadir dalam bayangan

Kutitipkan rindu bersama angan

DItemani rintik hujan

Terpaku ku di sini

Bumi basah menjadi saksi

Atas kuasa-Mu, ilahi

Dan, alam pun ikut bernyanyi

Dalam puisi ini menganalogikan seseorang dengan senja yang memiliki suatu keindahan. Dalam pemaknaan senja mulai beranjak pergi, disitu menjelaskan bahwa keindahan mulai pergi meninggalkannya dan tanpa menghampiri.

Pada larik ketiga dan keempat menyatakan bahwa adanya kesunyian yang terobati dengan kehadiran seseorang tersebut yang kemudian memberikan kebahagiaan yang sudah sirna.

Dalam puisi ini pemaknaan akan cinta yang datang lalu pergi sangat sesuai dengan kehidupan. Namun pemaknaan yang diberikan masih kurang dalam apalagi ini masalah percintaan yang seharusnya dimaknai lebih dalam.

Baca juga: 3 Contoh Kritik Novel Yang Benar

Demikian tadi contoh kritik sastra puisi singkat yang bisa menjadi referensi dan menjadi contoh bagi para siswa. Semoga membantu dan bermanfaat (RFL)