2 Contoh Naskah Drama Persahabatan Singkat dan Menarik

Ragam Info
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Naskah drama merupakan salah satu unsur yang ada dalam drama bahkan keberadaannya bersifat wajib. Banyak tema yang bisa digunakan untuk mementaskah suatu drama. Salah satunya adalah contoh naskah drama persahabatan.
Naskah drama adalah sebuah karya sastra yang ditulis dalam bentuk percakapan atau dialog dan biasanya bertujuan untuk dipentaskan. Drama, naskah, dan pentas merupakan 3 unsur yang sangat erat hubungannya dengan bahasa sastra.
Apa Itu Naskah Drama?
Naskah drama merupakan karangan yang berisi kisah. Bahkan kadang juga dilengkapi dengan penjelasan nama-nama tokoh, dialog yang diucapkan para tokoh, keadaan panggung, tata busana, tata lampu (lighting), dan tata suara.
Dikutip dala buku Bahasa Menunjukkan Bangsa, Alif Danya Munsyi (2005:196) naskah drama sebagai karya seni sastra dibangun berdasarkan ketentuan-ketentuan elementer, di antaranya yaitu
Introduction
Bagian yang mengarahkan masing-masing peran. Lazimnya disebut dramatic personae, dengan perwatakan-perwatakan yang khas.
Situasi
Bagian yang mengusung perbedaan pendapat antara peran satu dan peran lainnya, sehingga terjadi ketegangan, atau biasa disebut handeling, untuk kemudian dicarikan solusinya.
Solusi
Bagian yang merupakan kesimpulan isi drama, yaitu yang menyangkut nilai moral suatu drama, bahwa kebaikan harus mengalahkan kejahatan. Kesimpulan di akhir kisah disebut katastrofa untuk tragedi dan denoument untuk komedi.
Contoh Naskah Drama Persahabatan
Untuk lebih mengetahui unsur yang ada dalam naskah drama, simak contoh naskah drama persahabatan berikut ini.
Contoh 1
Budi: “Shan, lagi sibuk ngga? Aku kepingin cerita nih?”
Shanne: “Lagi selo kok ini, Bud. Kamu mau cerita apa? Soal mimpi gilamu kan pasti?
Budi: “Hahaha dasar. Kau ini tahu saja. Mimpiku kali ini bukan seaneh biasanya. Kali ini, aku bermimpi dengan wujud yang lebih realistis. Aku ingin menjadi penulis novel fantasi, Shan. Kamu tahu sendiri kan kalau temanmu yang satu ini tukang ngayal."
Shanne: “Widih, tumben-tumbenan mimpimu menarik, mana bagus juga lagi. Eh, ngomong-ngomong, kamu udah bikin naskah novelnya belum?”
Budi: “Udah, dong. Malah kemarin aku udah kirimin ke penerbit. Tinggal nungguin kabar terbarunya aja, Shan. Doain, ya!”
Shanne: “Widih, mantap kali kalau begitu! Semoga naskah novelmu diterima penerbit ya, Bud!”
Budi: “Aamiin. Makasih ya Shan.”
Selang beberapa hari kemudian.
Shanne: “Bud, bagaimana dengan naskah novelmu? Diterima penerbit nggak?”
Budi: “Nggak, nih Shan. Malahan, aku disuruh revisi lagi naskahnya sama penerbitnya. Mana revisiannya banyak lagi. Ah, mimpi indah untuk bikin novel fantasi ternyata mimpi yang cukup sulit aku wujudkan.”
Shanne: “Yaelah, Bud. Naskah novel kamu itu kan cuma disuruh direvisi aja bukan ditolak. Jadi, naskah kamu masih punya peluang buat diterbitkan oleh penerbit itu. Lagian, kalau penerbit itu nolak menerbitkan, kamu masih bisa mencoba di penerbit lainnya kan?”
Budi: “Iya betul juga sih, Shan. Eh, ngomong-ngomong, terima kasih ya atas masukan dan semangatnya.”
Shanne: “Sama-sama, Bud.”
Budi pun pulang ke rumah dan merevisi naskah novelnya tersebut agar bisa segera ia serahkan kembali kepada penerbit.
Sebagai seorang sahabat, Shanne terus memberi dukungan dan memberi masukan kepada Budi. Cerita pendek, novel karangan fantasi Budi pun akhirnya diterbitkan dan digemari oleh banyak pembaca.
Contoh 2
Di suatu sekolah sedang ada pertandingan sepak bola antar kelas, yang bertanding adalah XII IPS 2 dan XII IPS 3. Dalam pertandingan tersebut, sekelompok geng yang sudah lama bersahabatan harus menjadi lawan, yakni Ari, Boni, Chandra, Dedy dan Egga.
Ari, Boni, Chandra membela tim XII IPS 2, sedangkan Dedy dan Egga membela XII IPS 3. Di antara mereka, Ari lah yang paling berbakat bermain bola.
Bahkan, ia kerap dijuluki sebagai mesin gol dari timnya. Namun, kali ini ia tengah dilanda kegalauan karena harus membobol gawang yang dijaga oleh temannya sendiri, Egga.
Ari: “Kemarin Egga minta supaya aku tidak bermain dengan kekuatan penuh hari ini. Agar gawangnya tidak sampai kebobolan.”
Beni: “Wah kok gitu, ri? Dalam olahraga bukannya kita harus menjunjung tinggi sportivitas?”
Chandra: “Udah cuekin saja ri. Saya tahu kita sahabatan, tapi itu kan di luar lapangan.”
Ari: “Oke deh. Semoga Egga dan Dedy mau mengerti, ya.”
Laga pun dimulai. Kemudian di menit ke-10, Ari membobol gawang yang dijaga Egga. Wajah Ega pun tampak mulai masam.
Daud: “Ga, kok itu si Ari mainnya maksimal banget. Apa sudah kamu bilangin dia?”
Ega: “Sudah Ud, entah kenapa tuh mereka. Tidak hanya Ari, Boni, dan Chandra juga mainnya semangat banget.”
Gol demi gol pun kembali dicetak. Sehingga laga sepak bola tersebut akhirnya berakhir dengan skor 4-0 untuk kemenangan XII IPS 2. Selesai pertandingan, mereka berlima berkumpul di tempat biasa. Tempat favorit mereka berkumpul setiap pulang sekolah.
Ega: “Parah kamu, Ri. Kok tega banget mempermalukan aku sampai kebobolan 4 gol.”
Ari: “Wah, gimana dong, ga. Biar bagaimana pun sportivitas harus dijunjung tinggi dong hahaha.”
Deddy: “Kita kan sahabatan sudah lama ri, masa tega gitu sih. Kalau kamu tidak terus-terusan membobol gawang Ega, pertandingan tadi bisa saja imbang 1-1 kan tadi.”
Beni: “Saya paham kita sahabatan, tapi benar kata Aji. Kalau kita tidak bermain sportif, itu artinya kita mengkhianati semua orang.”
Ega: “Tapi iya Ded, ada benarnya juga yang dikatakan mereka. Kita akan mengkhianati olahraga kalau tidak menjunjung sportivitas. Ya sudah, saya minta maaf ya Ri, Bon, Dra.”
Chandra: “Iya sama-sama. Intinya kita tetap sahabatan. Kita hanya menjadi lawan saat di tengah lapangan saja.”
Ari: “Nah gitu dong. Ya udah, pada lapar kan kalian? Main ke rumah saya yuk, Ibu saya masak banyak katanya.”
Mereka pun menuju rumah Ari dengan penuh sukacita. Sportivitas dijunjung tinggi, dan persahabatan pun tetap terjaga.
Baca juga: 3 Contoh Puisi Pendek dengan Berbagai Tema
Itu tadi contoh naskah drama persahabatan singkat dan menarik. Semoga bermanfaat. (MRZ)
