Konten dari Pengguna

2 Contoh Paragraf Argumentasi tentang Sekolah

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Paragraf Argumentasi tentang Sekolah. Sumber: unsplash.com/ Finn Mund
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Paragraf Argumentasi tentang Sekolah. Sumber: unsplash.com/ Finn Mund

Salah satu jenis paragraf dalam pelajaran bahasa Indonesia adalah paragraf argumentasi yang membahas berbagai topik. Untuk contoh paragraf argumentasi tentang sekolah harus disusun sesuai dengan strukturnya yang terdiri dari tiga bagian.

Ketiga struktur teks argumentasi terpsebut adalah pendahuluan, tubuh argumen dan kesimpulan. Masing-masing memiliki pembahasan tersendiri yang saling berkesinambungan.

Contoh Paragraf Argumentasi tentang Sekolah beserta Strukturnya

Ilustrasi Contoh Paragraf Argumentasi tentang Sekolah. Sumber: unsplash.com/ Timothy Eberly

Menurut buku Konsep Dasar Bahasa Indonesia Sekolah Dasar oleh Dr. Fitri Puji Rahmawati, M.Hum., M.Pd., dkk. (hal. 167–168), paragraf argumentasi adalah jenis paragraf yang berisi informasi dan bertujuan untuk meyakinkan pembaca atas informasi tersebut.

Di dalamnya terdiri atas argumentasi atau pendapat yang sesuai dengan fakta dan kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga di dalam paragraf ini terdapat data dan alasan yang kuat yang membuat pembaca yakin dan menerima informasi itu.

Berikut ini dua contoh paragraf argumentasi tentang sekolah yang bisa menjadi referensi bagi siapa saja yang ingin mengetahui bagaimana bentuk dan struktur paragraf argumentasi.

Contoh 1

Pendahuluan

Kasus bullying di sekolah menjadi isu serius yang patut diwaspadai oleh guru, murid dan orang tua siswa. Jika semua pihak mau bekerja sama menghilangkan tindakan semena-mena dan perundungan, maka lingkungan sekolah akan aman dan nyaman.

Tubuh Argumen

Menurut data yang dihimpun oleh Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) pada tahun 2023, terdapat 30 kasus bullying yang 80% kejadiannya terjadi di lingkungan sekolah.

Hal ini menunjukkan bahwa tindakan perundungan bisa terjadi di mana saja, termasuk di lembaga pendidikan. Masalah ini harus ditindaklanjuti, bukan hanya oleh pihak korban, melainkan pihak sekolah juga wajib turun tangan.

Tujuannya agar pelaku perundungan merasakan akibat dari perbuatannya secara nyata dan tidak melakukan lagi bullying terhadap korban. Sanksi tegas sangat perlu ditegakkan bagi seluruh pelaku bullying di sekolah.

Kesimpulan

Sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar, kini mulai banyak diwarnai kasus perundungan. Pihak korban dan sekolah wajib turun tangan untuk menindaklanjuti kasus itu agar pelaku merasakan efek jera.

Contoh 2

Pendahuluan

30 dari 1.040 siswa di SMAN 118 Malang masuk ke dalam kategori tukang bolos. Sebenarnya hal yang mendasari sikap menyimpang ini berasal dari pribadi masing-masing, seperti mudah terpengaruh oleh teman hingga hubungan keluarga yang tidak harmonis.

Tubuh Argumen

Menurut journal.unj.ac.id, hal yang mendasari perilaku bolos sekolah pada siswa adalah lingkungan dan hubungan keluarga, diri sendiri, sekolah dan lingkungan sekolah, tekanan kelompok teman sebaya, pengaruh media dan fasilitas rekreasi yang memberikan kontribusi dalam hal siswa membolos.

Wahyu, siswa kelas X SMAN 118 Malang mengaku bahwa dia membolos untuk bisa mendapatkan diskon di tempat rekreasi yang hanya diadakan saat weekdays. Dia rela membolos karena tidak mungkin mendapat potongan harga tiket saat Sabtu dan Minggu.

Sedangkan anak lain mengaku alasannya membolos karena diajak oleh teman dekatnya. Dia merasa tidak enak hati menolak ajakan temannya karena takut dianggap tidak setia kawan.

Kesimpulan

Siswa bisa membolos sekolah karena berbagai faktor, sehingga tidak bisa digeneralisasi bahwa siswa tukang bolos adalah siswa yang bermasalah.

Baca juga: Pengertian dan Jenis Paragraf yang Penting Diketahui

Dua contoh paragraf argumentasi tentang sekolah di atas harus ditulis dengan tambahan data yang ada di lapangan karena syarat penulisan paragraf ini yakni harus bersifat faktual. (IMA)