2 Contoh Paragraf Silogisme dalam Bahasa Indonesia dan Pengertiannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, silogisme termasuk salah satu bentuk penalaran deduktif. Dalam hal ini, contoh paragraf silogisme dapat dipelajari untuk merumuskan suatu simpulan.
Paragraf silogisme dapat ditemukan pada jenis teks karangan argumentasi. Selain itu, paragraf tersebut juga sering muncul dalam soal-soal seleksi masuk perguruan tinggi. Sehingga pembahasan ini menjadi penting untuk dipahami.
Contoh Paragraf Silogisme dalam Bahasa Indonesia beserta Pengertiannya
Berdasarkan buku Latihan Soal & Pembahasan Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMA IPA/IPS, Redaksi Kawan Pustaka, (2008:113), silogisme disebut juga penalaran deduksi secara tidak langsung. Dalam silogisme memerlukan dua pernyataan atau landasan kesimpulan sebagai data, yaitu satu pernyataan umum (PU) dan satu pernyataan khusus (PK). Dari kedua pernyataan itu, dirumuskan sebuah kesimpulan (K).
Adapun untuk lebih memahami penyusunannya, berikut adalah contoh paragraf silogisme yang dapat dipelajari menurut buku Seri Terampil Menulis Bahasa Indonesia Paragraf, Prof. Dr. Djoko Saryono, Soedjito, (2021: 204-206).
Contoh 1
PU: Semua bahasa daerah berkontribusi mengembangkan Bahasa Indonesia.
PK: Bahasa Jawa adalah bahasa daerah.
S: Jadi, bahasa Jawa berkontribusi mengembangkan bahasa Indonesia.
Paragraf:
Semua bahasa daerah berkontribusi mengembangkan Bahasa Indonesia. Bahasa Jawa adalah bahasa daerah. Dalam hubungannya, bahasa daerah berfungsi sebagai pendukung Bahasa Indonesia. Dukungan itu tampak sekali dalam hal perluasan kosakata dan bentuk kata.
Hal ini dapat kita saksikan begitu banyaknya kata-kata dasar, seperti griya, wisma, busana, luwes, dan lain sebagainya. Kosakata dan bentuk kata itu diserap untuk memperkaya dan mengisi kekosongan dalam bahasa Indonesia. Dari contoh di atas, jelas bahwa bahasa Jawa dapat berkontribusi mengembangkan Bahasa Indonesia.
Contoh 2
PU: Semua orang yang ingin sukses hidupnya harus bekerja keras.
PK: Pak Karyo ingin sukses hidupnya.
S: Pak Karyo harus bekerja keras.
Paragraf
Semua orang yang ingin sukses hidupnya harus bekerja keras. Sebab tanpa bekerja, maka seseorang tidak akan dapat meraih keberhasilan. Begitupun, Pak Karyo ingin sukses hidupnya. Sehingga Pak Karyo harus bekerja keras untuk mewujudkan harapannya.
Baca Juga: 3 Contoh Generalisasi dalam Paragraf Bahasa Indonesia
Itu dia kumpulan contoh paragraf silogisme lengkap dengan pengertiannya. Adanya pembahasan tersebut dapat dijadikan sumber belajar untuk memahami bentuk-bentuk paragraf dalam Bahasa Indonesia. (Riyana)
