Konten dari Pengguna

2 Contoh Penggunaan Konsep Konstanta Kesetimbangan dalam Perhitungan Kimia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh penggunaan konsep konstanta kesetimbangan dalam perhitungan kimia. Sumber: Pexels/Artem Podrez
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh penggunaan konsep konstanta kesetimbangan dalam perhitungan kimia. Sumber: Pexels/Artem Podrez

Terdapat contoh penggunaan konsep konstanta kesetimbangan dalam perhitungan kimia yang harus diketahui oleh siswa untuk pembelajaran di tingkat selanjutnya. Apalagi materi ini juga diajarkan dalam mata pelajaran IPA.

Pada dasarnya, semua ditentukan oleh suatu konstanta kesetimbangan. Antara lain melalui derajat reaksi adalah fungsi dari temperatur, konsentrasi, dan derajat pembentukan (penggabungan).

Contoh Penggunaan Konsep Konstanta Kesetimbangan dalam Perhitungan

Ilustrasi Contoh penggunaan konsep konstanta kesetimbangan dalam perhitungan kimia. Sumber: Pexels/Artem Podrez

Konsentrasi zat memiliki konsentrasi jika tersebar merata dalm medium tempat zat itu berada. Menurut buku Super Genius Olimpiade Kimia SMA, Nurdin Riyanto & Ari Yustisia Akbar (2009:97), kesetimbangan adalah suatu keadaan jika reaksi kecepatan pembentukan produk dan peruraian produk adalah sama.

Kesetimbangan kimia pada suatu reaksi melibatkan dua senyawa berbeda yang bertindak masing-masing sebagai reaktan produk. Keadaannya ialah reaksi kecepatan produk dan peruraian produk adalah sama.

Hal tersebut dapat terjadi karena adanya perubahan dari dua arah yakni arahh maju maupun arah mundur. Setelah penjelasan di atas, berikut contoh penggunaan konsep konstanta kesetimbangan dalam perhitungan kimia.

1. Derajat Keasaman (pH) Darah dan Jaringan Tubuh

Terjadi reaksi kesetimbangan di dalam darah dan jaringan tubuh yang lain.

H2O (l) + CO2 (g) ⇋ H2CO3 (aq) ⇋ HCO3– (aq) + H+ (aq)

Jika darah bersifat asam, jumlah ion H+ bertambah sehingga reaksi kesetimbangan akan bergeser ke sebelah kiri. Namun, ketika bersifat basa, jumlah ion H+ berkurang sehingga reaksi kesetimbangan bergeser ke sebelah kanan.

2. Peredaran Oksigen

Oksigen yang masuk ke darah, lalu diikat oleh hemoglobin (Hb) sesuai dengan persamaan reaksi kesetimbangan, yakni

Hb + O2 ⇋ HbO2

Proses reaksi kesetimbangan tersebut akan terjadi di dalam paru-paru di mana reaksi berlangsung ke arah kanan, yakni oksigen di udara diikat menjadi HbO2.

Tetapan Kesetimbangan Kc dan Kp

Ilustrasi Contoh penggunaan konsep konstanta kesetimbangan dalam perhitungan kimia. Sumber: Pexels/Artem Podrez

Konsentrasi mengenai persamaan konstanta kesetimbangan biasanya dinyatakan dengan mol/L (M), oleh karena itu simbol K sering kali dituliskan dengan Kc (tetapan kesetimbangan konsentrasi).

  • Kesetimbangan Kc (kesetimbangan konsentrasi) merupakan perbandingan antara konsentrasi molar zat-zat ruas kanan dengan konsentrasi molar zat ruas kiri yang dipangkatkan dengan koefisiennya. Kesetimbangan Kc dan diberi nilai=1.

  • Konsep Kp merupakan perbandingan antara tekanan parsial (Px) zat-zat ruas kanan dengan tekanan parsial zat ruas kiri yang dipangkatkan dengan koefisien masing-masing.

  • Hanya zat yang berfase gas (g) yang akan diperhitungkan dalam rumus tetapan kesetimbangan Kp. Zat dengan fase selain gas (s, l, aq) tidak dicantumkan dalam rumus tetapan kesetimbangan Kp, tetapi diberi nilai = 1.

Baca Juga: Massa Molekul Relatif: Pengertian dan Fungsinya dalam Ilmu Kimia

Demikian penjelasan tentang contoh penggunaan konsep konstanta kesetimbangan dalam perhitungan kimia. Dengan begitu, akan mempermudah dalam pemahaman dan pembelajaran dalam materi tersebut di kemudian hari. (DVA)