Konten dari Pengguna

2 Contoh Pidato Retoris Singkat Berbagai Tema

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh pidato retoris. Sumber: Unsplash/Alexandre Pellaes
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh pidato retoris. Sumber: Unsplash/Alexandre Pellaes

Contoh pidato retoris merupakan pidato dengan gaya bahasa yang berbentuk kalimat tanya namun sebenarnya pertanyaan tersebut tidak perlu dijawab. Gaya bahasa ini digunakan untuk mengungkapkan kemarahan, sindiran, saran, indikasi keraguan, dan lainnya.

Sebagai pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak, pidato saat ini sangat bervariasi salah satunya pada gaya bahasa yang digunakan. Gaya bahasa ini menunjukkan cara khas dalam menyatakan pikiran dan perasaan.

Contoh Pidato Retoris Singkat Berbagai Tema

Ilustrasi contoh pidato retoris. Sumber: Unsplash/Miguel Henriques

Sudah menjadi hal yang wajar ketika karya sastra menggunakan gaya bahasa untuk menarik pembaca atau pendengar. Dikutip dalam buku Kajian Berbagai Ragam Bahasa pada Media Sosial oleh Atika Lisamawati Nur Qoyyimah, dkk (2021:23) gaya bahasa merupakan ciri khas seseorang ketika menyampaikan pesan kepada para pendengar.

Salah satu gaya bahasa yang bisa digunakan yaitu retoris yang merupakan gaya bahasa berupa pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu dijawab. Gaya bahasa retoris dapat digunakan dalam pidato. Adapun contoh pidato retoris sebagai berikut.

Contoh 1: Menjaga Kelestarian Lingkungan

Hadirin yang saya hormati,

Pertama-tama marilah kita bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas izin dan nikmatnya kita bisa hadir dalam rangka pembukaan pelaksanaan “Program Forum Warga” di daerah kita ini.

Seperti Ibu dan Bapak ketahui, pengembangan dan pemberdayaan masyarakat ke arah yang lebih baik menutut dibukanya kebebasan warga. Biarkan mereka berpikir dan berpendapat bebas terhadap semua masalah yang terjadi di sekelilingnya, termasuk dalam menentukan penyelesaiannya.

Hadirin yang saya hormati,

Contoh yang lebih konkrit misalnya di wilayah kelurahan atau desa kita. Di sini, semua warga masyarakat harus tahu apakah kelompok miskin, pengangguran, anak putus sekolah di sekitar kita semakin bertambah, tetap atau semakin berkurang setiap tahun.

Bukan itu saja, kita juga berhak tahu tentang kebersihan, keamanan dan kenyamanan hidup bertetangga. Pokoknya semua yang berkaitan dengan hidup bermasyarakat harus diketahui, disadari dan ditangani secara bersama-sama.

Pilihan yang paling tepat untuk bisa “hidup bersama-sama” seperti itu adalah bertemu seluruh warga atau unsur-unsur warga pada satu lingkungan untuk berdialog atau berbicara secara terbuka, transparan dan demokratis.

Dalam pertemuan ini warga akan tahu mengapa dan bagaimana rencana kerja pemerintah, berapa dana yang dimiliki, dari mana sumber dana tersebut guna meningkatkan kinerja kesejahteraan warganya.

Pertemuan antar warga dan unsur-unsur warga yang diadakan selama ini tiada lain ialah untuk membicarakan permasalahan dan penyebabnya, merencanakan kegiatan pemecahan, hingga mengevaluasi hasil kegiatan. Inilah yang sering dinamakan "Forum Warga".

Demikianlah pidato yang saya dapat sampaikan. Kami mohon maaf jika ada kekurangan selama acara kegiatan pembukaan ini, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati niat baik kita. Atas segala perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Contoh 2: Bulan Sastra

Assalamualaikum Wr.Wb

Selamat sore, teman-teman sekalian yang saya hormati. Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt, karena telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya. Pada kesempatan sore ini yang mendung namun mendung tidak berarti hujan, saya akan menyampaikan pidato tentang bulan sastra.

Sebenarnya apa pentingnya bulan Sastra? Dari sana saya baru mengerti bahwa bulan sastra diadakan setiap bulan Oktober sejak tahun 1980 dan dikatakan oleh Kemendikbud di laman resminya. Ternyata sudah sangat lama bahkan sejak sebelum saya lahir.

Mengapa bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan bahasa dan sastra? Setiap tahun diperingati pada bulan Oktober dengan berbagai acara bertajuk bahasa dan sastra, yang masih berkaitan dengan Sumpah Pemuda yang diperingati pada tanggal 28 Oktober.

Sejarah mencatat pada tanggal 28 Oktober 1928 dikumandangkan Sumpah Pemuda, dalam keputusan Kongres Pemuda II di Jakarta. Tidak sadarkah kalian akan betapa susahnya para pemuda melakukan Sumpah Pemuda pada masa itu.

Yang dengan susah payah diraih, maka setidaknya kita menghargai hal itu sebagai anak bangsa dengan senantiasa menjaga dan melestarikan apa yang telah diperjuangkan.

Terima kasih saya ucapkan kepada kalian semua yang telah memberi saya kesempatan untuk berdiri dan berpidato di kesempatan kali ini. Bila ada kesalahan dan kekurangan dari ucapan saya, saya mohon maaf.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Itu tadi 2 contoh pidato retoris yang dapat pembaca ketahui. Semoga dapat menambah wawasan pembaca akan gaya bahasa retoris ini dalam teks pidato. (MRZ)

Baca juga: 2 Contoh Pidato Persuasif Tentang Narkoba Singkat dalam Bahasa Indonesia