2 Contoh Produsen di Ekosistem Perairan dan Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap rantai makanan selalu diawali oleh produsen. Produsen berperan penting dalam ekosistem. Pasalnya, organisme ini mampu menghasilkan zat makanan bagi makhluk hidup lainnya.
Tidak terkecuali ekosistem perairan. Adapun salah satu contoh produsen di ekosistem perairan adalah fitoplankton.
Contoh Produsen di Ekosistem Perairan
Mengutip buku Mengenal Ekosistem Perairan, Kiki Anggraini, (2007:1), ekosistem perairan merupakan perairan yang dihuni makhluk hidup yang saling berhubungan satu sama lain dan berhubungan dengan lingkungan fisiknya. Dalam hal ini, makhluk hidup yang turut berpengaruh untuk membentuk ekosistem tersebut yaitu produsen.
Berkenaan dengan itu, dalam ekosistem perairan atau akuatik ada beberapa jenis produsen yang dapat ditemui. Lebih lanjut, contoh produsen di ekosistem perairan adalah sebagai berikut.
1.Fitoplankton
Fitoplankton berfungsi sebagai penghasil utama (produsen primer) dalam ekosistem perairan. Organisme tersebut dapat berfungsi untuk menghasilkan oksigen dalam jumlah banyak.
Fitoplankton termasuk jenis autotrof. Sehingga mampu mensintesis sendiri bahan organik menjadi bahan organik, dengan melibatkan bantuan energi.
Pada prosesnya, fitoplankton akan dimangsa oleh konsumen I, kemudian konsumen I akan dimakan konsumen II, begitupun seterusnya. Setelah sampai di akhir rantai makanan, maka organisme akan diuraikan oleh dekomposer.
2. Alga
Menurut buku Cerdas Belajar Biologi, Oman Karmana, (2007:79), alga ialah organisme yang hidup di air dan dapat melakukan fotosintesis. Sehingga beberapa makhluk hidup yang hidup di air bergantung pada alga sebagai sumber makanan atau sumber oksigen dari hasil fotosintesisnya. Dengan demikian, alga termasuk dalam kelompok produsen, baik langsung maupun tidak langsung.
Alga dapat dikenal sebagai rumput air. Organisme ini termasuk kelompok protista, yang mempunyai ciri serupa dengan tumbuhan. Untuk struktur bentuk dan ukuran tubuh alga cukup beragam, tubuh alga ada yang uniseluler (bersel satu) dan ada pula yang multiseluler (bersel banyak).
Banyak spesies alga dapat membentuk koloni, filamen, maupun lembaran. Selain itu, tubuh alga tidak mempunyai jaringan khusus, seperti halnya akar, batang, dan daun sejati. Oleh karena itu, alga disebut dengan Thallophyta tumbuhan talus.
Baca Juga: Dampak Eutrofikasi Bagi Perairan dan Ekosistem Biota Laut
Itu tadi contoh produsen di ekosistem perairan lengkap dengan penjelasannya. Adanya informasi tersebut diharapkan dapat menjadi sumber referensi belajar bagi pembaca, dalam memahami peran beragam organisme dalam rantai makanan. Semoga dapat membantu dan bermanfaat. (Riyana)
