2 Contoh Puisi dan Analisisnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh puisi dan analisisnya dapat membantu pembaca dalam memahami karya sastra jenis ini. Umumnya bentuk analisis puisi berupa tema, irama yang digunakan penyair, nada, rasa, amanat yang ingin penyair sampaikan, dan lain sebagainya.
Puisi merupakan ragam sastra yang terikat oleh beberapa unsur seperti irama, mantra, rima, baris, dan bait. Untuk mengetahui makna tersirat yang terkandung dalam puisi serta mengetahui pesan moral yang ingin disampaikan penulis maka perlu dilakukan analisis puisi.
Contoh Puisi dan Analisisnya
Puisi merupakan karya sastra yang sangat pribadi. Penulis mengungkap pikiran dan perasaannya menggunakan kata-kata khusus, simbol-simbol pribadi yang memungkinkan pembaca memberi multiinterpretasi pada puisi yang sedang dibacanya.
Hal tersebut membuat sebuah puisi sangat penting untuk dianalisis. Dikutip dalam buku Buku Ajar Pembelajaran Kritik Sastra oleh Samsuddin (2019:63) melalui kegiatan analisis, pembaca dapat menyelami setiap kata dan detail-detail pikiran dan perasaan penyair.
Sehingga pembaca dapat memperoleh makna hidup dan kehidupan yang diharapkan pengarang yang telah dituangkan dalam puisi. Berikut ada beberapa contoh puisi dan analisisnya yang dapat pembaca ketahui.
Contoh 1
Doa
Karya: Chairil Anwar
Tuhanku
Dalam termenung
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
Caya-Mu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
Di Pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Analisisnya:
Tema:
Tema dari puisi adalah Ketuhanan
Nada
Nada dalam puisi ini menggambarkan betapa dekatnya hubungan penyair dengan Tuhannya. Berhubungan dengan pembaca, maka puisi Doa tersebut bernada sebuah ajakan agar pembaca menyadari bahwa hidup ini tidak bisa berpaling dari ketentuan Tuhan.
Karena itu, dekatkanlah diri kita dengan Tuhan. Hayatilah makna hidup ini sebagai sebuah pengembaraan di negeri asing.
Rasa
Rasa berhubungan dengan suasana hati penyair. Dalam puisi Doa gambaran rasa penyair adalah rasa terharu dan rindu. Rasa tersebut tergambar dari diksi yang digunakan yaitu "termenung, menyebut nama-Mu, Aku hilang bentuk, remuk, Aku tak bisa berpaling".
Amanat
Puisi Doa ini berisi amanat kepada pembaca agar menghayati hidup dan selalu merasa dekat dengan Tuhan. Agar bisa melakukan amanat tersebut, pembaca bisa merenung (termenung) seperti yang dicontohkan penyair.
Penyair juga mengingatkan pada hakikatnya hidup kita hanyalah sebuah pengembaraan di negeri asing yang suatu saat akan kembali juga.
Contoh 2
Berdiri Aku
Karya: Amir Hamzah
Berdiri aku di senja senyap
Camar melayang menepis buih
Melayah bakau mengurai puncak
Berjulang dating ubur terkembang
Angin pulang menyeduk bumi
Menepuk teluk mengempas emas
Lari ke gunung memuncak sunyi
Berayun-ayun di atas alas
Benang raja mencelup ujung
Naik marak menggerak corak
Elang leka sayap tergulung
Dimabuk warna berarak-arak
Dalam rupa maha sempurna
Rindu-sendu mengharu kalbu
Ingin datang merasa sentosa
Menyecap hidup bertentu tuju.
Analisisnya:
Tema
Tema dari puisi ini adalah kesedihan dengan suasana sunyi.
Nada
Nada yang digunakan puisi ini yaitu nada sedih yang menggambarkan kesunyian penyair yang sedang menghadapi suatu permasalahan yang sedang ditimpanya.
Rasa
Dalam puisi ini tergambar sikap pesimis penyair dalam menghadapi permasalahan hidupnya, sikap pesimis ini mejadikannya melankolis.
Amanat
Amir Hamzah ingin menyampaikan ide dan pemikirannya untuk yang membacanya supaya menyerahkan hidupnya kepada Tuhan karena hanya dialah yang mampu memberi kepastian dalam kehidupan di dunia ini.
Baca juga: 4 Contoh Pengimajian dalam Puisi
Itu tadi 2 contoh puisi dan analisisnya. Dengan adanya analisis puisi pembaca dapat mengetahui makna yang ada pada sebuah puisi. (MRZ)
