2 Contoh Teks Amanat Hari Kebangkitan Nasional

Ragam Info
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Pada hari tersebut seluruh instansi pemerintah dan sekolah melakukan upacara bendera. Contoh teks amanat Hari Kebangkitan Nasional biasa dipersiapkan oleh pembina upacara sebelum pelaksanaan upacara.
Ini karena amanat pembina upacara menjadi hal penting dalam upacara memperingati Harkitnas. Amanat tersebut biasa berisi wejangan kepada peserta upacara untuk selalu menghargai jasa para pahlawan terdahulu dalam melawan penjajah.
Teks Amanat Hari Kebangkitan Nasional
Kebangkitan nasional memiliki dua makna dan arti yang penting bagi bangsa Indonesia dalam perjuangan mewujudkan kemerdekaan. Dikutip dari buku Pahlawan Indonesia terbitan Media Pusindo (2007:148) kebangkitan nasional diartikan sebagai masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Masa ini diawali dengan peristiwa penting berdirinya Budi Utomo. Organisasi ini didirikan pada tanggal 20 Mei 1908. Oleh karena itu, tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Mengingat kebangkitan nasional sangat bermakna dan berarti bagi bangsa Indonesia, sudah seharusnya jika diperingati. Peringatan kebangkitan nasional menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.
Adapun contoh teks amanat Hari Kebangkitan Nasional yang singkat dan penuh semangat bisa dipahami sebagai berikut ini.
Contoh 1
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang terhormat Bapak, Ibu beserta staf SMA Nusantara.
Serta siswa-siswi SMA Nusantara yang saya banggakan.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Pengasih atas rahmat, hidayah, inayah serta nikmat-Nya pula kita bersama-sama bisa berkumpul di sini pada pagi ini dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
Selanjutnya, selawat serta salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad saw.
Bapak-bapak, Ibu-ibu dan siswa-siswi yang berbahagia.
Hari ini tepatnya tanggal 20 Mei, kita bersama-sama memperingati Hari Kebangkitan Nasional bangsa Indonesia. Dahulu sekitar 116 tahun yang lalu, para pemuda di Indonesia menyatukan tekad untuk bangkit dari keadaan sebagai negeri terjajah. Pada waktu itu, banyak sekali penderitaan, kesedihan, dan air mata di negeri ini ketika bangsa Indonesia berada di tangan para penjajah.
Rentetan perjuangan dengan gelimpangan pengorbanan tak terhitung berujung pada satu tujuan, yaitu "kemerdekaan". Hingga kemudian pada 16 Agustus 1945, kita pun telah sampai pada titik yang selama ini ditunggu-tunggu. Titik tersebut dikenal dengan kemerdekaan.
Pada saat itulah, bangsa Indonesia bisa berteriak lantang dan mengatakan bahwa "wilayah kami tidak lagi terjajah, kami sudah bangkit menjadi bangsa merdeka".
Bertahun-tahun kita sudah menunjukkan kebangkitan kita. Sekarang kita dapat melihat betapa eloknya negeri ini. Teknologi telah mengalami perkembangan yang pesat, ilmu pengetahuan sudah mengalami kemajuan, banyak bangunan pencakar langit dan lain sebagainya.
Kebangkitan Nasional ini harus ditandai secara khusus oleh siswa-siswi SMA Nusantara. Hal ini dapat dilakukan dengan membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan agar melahirkan generasi yang berdaulat dan bermartabat.
Maka dari itu marilah kita bersatu pada hari Kebangkitan Nasional ini. Pada Harkitnas ini diharapkan muncul rasa yang sama atas dasar kekuatan agar mencapai tujuan bersama, yakni kesejahteraan bangsa.
Diharapkan kita semua memiliki kontribusi untuk mencapai tujuan dan menjalani peran berbeda demi tujuan bangsa di masa yang akan datang. Mari kita bersama-sama menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri masing-masing.
Sekian sambutan yang dapat saya sampaikan. Semoga seluruh siswa, guru, dan staf SMA Nusantara dapat memaknai peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini dengan baik.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh 2
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, ada hari ini kita semua masih diberi kesempatan ikut serta memeriahkan acara Hari Kebangkitan Nasional yang ke-116 dalam keadaan sehat wal-afiat.
Selawat serta salam mari kita hadiahkan kepada akhirul anbiya, Nabi Muhammad sholallahu'alaihi wassalam yang masih kita nanti-nantikan syafa'atnya kelak di hari akhir.
Bapak, Ibu dan para siswa-siswi sekalian, hari ini tepat tanggal 20 Mei. Di mana suatu hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, yaitu Hari Kebangkitan Nasional.
Sebagaimana kita ketahui bersama, dahulu Indonesia dijajah oleh bangsa-bangsa lain selama ratusan tahun. Nenek moyang kita banyak sekali menjadi korban kebiadaban mereka. Nenek moyang kita sejak dulu berusaha dan berjuang untuk mengusir para penjajah dari tanah air Indonesia.
Hari ini terbukti dengan banyaknya pahlawan nasional tercatat dalam sejarah gugur di medan pertempuran. Kita tahu bahwa bagaimana Imam Bonjol gigih mengusir para penjajah Belanda dari Sumatra Barat. Bagaimana kegigihan Sultan Ageng Tirtayasa pemuda dari Banten yang mengusir penjajah Belanda dari tanah kelahirannya. Namun, usaha mereka dan para pahlawan lainnya belum juga menemukan titik keberhasilan.
Pada saat keputusan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, maka muncullah pemuda-pemuda pelopor perjuangan baru, seperti Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dr. Soetomo, HOS Cokroaminoto, Dr. Setya Budi, KH. Akhmad Dahlan dan banyak lagi sederet nama lain yang mengubah cara pandang mereka dalam mengusir para penjajah di negeri ini. Mereka memperjuangkan kemerdekaan melalui berbagai organisasi, baik organisasi sosial, organisasi politik, dan lain sebagainya.
Organisasi politik pertama yang dibentuk oleh pemuda-pemuda Indonesia ialah Budi Utomo. Organisasi ini berdiri tanggal 20 Mei 1908. Sejak organisasi ini muncul ada beberapa organisasi di tanah air, seperti Serikat Islam, Muhammadiyah, dan lain sebagainya. Adanya organisasi ini membuat arah perjuangan kita tidak hanya memakai senjata dengan cara bertempur di medan perang, namun juga melalui jalur diplomatik.
Sejak 20 Mei 1948, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 20 Mei 1908 sebagai Hari Kebangkitan Nasional dan selalu diperingati setiap tahunnya sampai sekarang ini.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Mari menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai semangat untuk mengisi kemerdekaan. Sehingga apa yang dicita-citakan dapat kita raih. Di samping itu, semangat nasionalisme harus terus kita pupuk sehingga dapat tumbuh dan berkembang sampai selama-lamanya.
Demikianlah sambutan singkat yang dapat saya sampaikan. Apabila ada kata dan ucapan yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian, saya sebagai manusia biasa yang tak luput dari salah dan khilaf, ingin menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Akhir kata saya mengucapkan terima kasih atas segala perhatiannya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Itu dia 2 contoh teks amanat Hari Kebangkitan Nasional yang dapat dijadikan sebagai referensi untuk membuat teks amanat. Biasanya teks ini dibacakan oleh pembina upacara pada pelaksanaan upacara memperingati Harkitnas. (NTA)
Baca juga: 2 Teks Pidato Hari Kartini yang Menginspirasi
