2 Contoh Teks Ceramah Ramadan Singkat Penuh Makna

Ragam Info
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di bulan Ramadan, majelis ilmu semakin banyak ditemukan, baik itu yang ditayangkan di televisi dan media sosial, ataupun yang diselenggarakan di masjid-masjid. Ada berbagai tema yang bisa diangkat dalam contoh teks ceramah Ramadan singkat.
Ceramah sendiri bertujuan untuk menyampaikan pengetahuan ataupun informasi kepada audiens. Oleh karena itu, topik yang diangkat dalam ceramah Ramadan, umumnya berhubungan dengan amalan-amalan di bulan Ramadan dan topik keagamaan lainnya.
Contoh Teks Ceramah Ramadan Singkat
Ceramah berbeda dengan pidato, meski keduanya sama-sama dilakukan di hadapan banyak orang. Mengutip buku Cerdas Berbicara di Depan Publik, Deni Mahardika, (2015: 49-50), beberapa perbedaan antara ceramah dan pidato, di antaranya:
Pembawa pidato tidak diwajibkan untuk mengarahkan pendengar agar memahami masalah yang disampaikan, sedangkan pembawa ceramah berkewajiban untuk mengarahkan pendengar agar memahami sungguh-sungguh masalah yang disampaikan.
Pidato tidak diakhiri dengan tanya jawab, sedangkan ceramah umumnya diikuti dengan sesi tanya jawab.
Pembukaan pidato biasanya terdiri dari salam, ucapan syukur, ucapan terima kasih, dan tujuan. Sementara pada ceramah, pembukaannya lebih bersifat khusus.
Berikut ini contoh teks ceramah Ramadan singkat yang bisa dijadikan sebagai referensi.
1. Contoh 1
Contoh pertama, yaitu teks ceramah Ramadan singkat dengan tema Keutamaan Mengakhirkan Sahur.
Asalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh.
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَنْزَلَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ الْقُرْآنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي خُلُقُهُ الْقُرْآنُ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ذَوِي الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ. أَمَّا بَعْدُ
Hadirin yang dimuliakan Allah.
Bulan Ramadan identik dengan ibadah puasa. Puasa artinya menahan diri dari makan, minum, dan segala sesuatu yang membatalkan puasa, dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Oleh karena kita dilarang untuk makan dan minum selama kurang lebih 13 jam, maka ibadah puasa perlu persiapan khusus. Apa saja persiapan khususnya? Salah satunya yaitu dengan melakukan sahur.
Sahur, berasal dari kata sahar, yang berarti waktu singkat menjelang datangnya fajar. Aktivitas yang dilakukan di waktu sahar, baik makan, minum, ataupun berdzikir, disebut dengan sahur.
Sahur tidak hanya merupakan persiapan yang bersifat lahiriah, yang menjadi waktu untuk menyimpan energi selama menjalankan puasa. Namun, ada keutamaan lain yang bisa didapatkan apabila seseorang melakukan sahur.
Sahur di penghujung waktu merupakan waktu sahur yang paling utama. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah saw, yang berbunyi:
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
“Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur ada berkah.” (HR Bukhari, No 1789)
Ada pula hadist dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَزَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ تَسَحَّرَا فَلَمَّا فَرَغَا مِنْ سَحُورِهِمَا قَامَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الصَّلَاةِ فَصَلَّى قُلْنَا لِأَنَسٍ كَمْ كَاانَ بَيْنَ فَرَاغِهِمَا مِنْ سَحُورِهِمَا وَدُخُولِهِمَا فِي الصَّلَاةِ قَالَ قَدْرُ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً
Artinya:
Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi ﷺ dan Zaid bin Tsabit makan sahur bersama. Setelah keduanya selesai makan sahur, beliau lalu bangkit melaksanakan salat.” Kami bertanya kepada Anas, “Berapa rentang waktu antara selesainya makan sahur hingga keduanya melaksanakan sholat?” Anas bin Malik menjawab, “Kira-kira waktu seseorang membaca lima puluh ayat.” (HR Bukhari, no 547)
Hadist-hadist tersebut secara jelas mengatakan bahwa makan sahur itu dianjurkan di waktu-waktu menjelang puasa. Adapun keutamaan sahur diakhir waktu, di antaranya adalah:
1. Menguatkan fisik. Tentu berbeda fisik orang yang berpuasa dengan sahur dan tanpa sahur.
2. Memperpendek waktu untuk menahan lapar. Jika sahur dilakukan di penghujung waktu atau sekitar jam 4 pagi, durasi puasanya lebih pendek jika dibandingkan dengan sahur yang dilakukan pada jam 2 dini hari.
3. Mengakhirkan sahur, akan meningkatkan potensi ibadah. Sebab, saat sahur diakhirkan, waktu shubuh menjelang, sehingga keinginan untuk tidur setelah sahur berkurang. Bahkan, setelah sahur bisa diteruskan dengan ibadah shalat dan dzikir setelahnya.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah. Itulah beberapa keutamaan mengakhirkan sahur yang bisa kita dapatkan. Bukan berarti sahur di jam 2 dini hari tidak dibolehkan, hanya saja, bisa mengurangi keberkahannya.
Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Mohon maaf apabila ada kekurangan dan kekhilafan dalam penyampaian.
Akhir kata, wabillahittaufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.
2. Contoh 2
Contoh ceramah Ramadan kedua, mengangkat tema tentang Keistimewaan Sholat Tarawih.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَنْزَلَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ الْقُرْآنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي خُلُقُهُ الْقُرْآنُ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ذَوِي الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ. أَمَّا بَعْدُ
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt, yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan pada kita, sehingga kita bisa bersama-sama menghadiri majelis ilmu di bulan yang mulia ini.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah. Di bulan Ramadan, terdapat beberapa ibadah khas, yaitu shiyam dan qiyam. Shiyam adalah ibadah puasa, dan qiyam adalah shalat tarawih.
Shalat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Di antara fadhilah shalat tarawih adalah akan diampuni seluruh dosanya. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah saw, yang berbunyi:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانَا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْذنْبِه
Artinya: "Barangsiapa melakukan qiyam (pada malam hari) pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu." (Muttafaq Alaih).
Hadirin rahimakumullah
Dari hadits ini, dapat kita simpulkan bahwa shalat tarawih memiliki keutamaan yang besar dalam mendapatkan ampunan dari Allah Swt. Ibadah ini juga bisa menjadi sarana untuk memperkuat iman dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah.
Untuk itu, dalam melaksanakan shalat tarawih, mari lakukan dengan penuh kekhusyukan, seperti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.
Selain itu, di bulan Ramadan ini, mari perbanyak membaca Alquran, agar kita mendapatkan manfaat dan keberkahan yang lebih besar di bulan yang penuh ampunan ini.
Semoga Allah Swt menerima seluruh ibadah kita dan kita dimasukkan ke dalam golongan hamba-Nya yang mendapatkan rahmat dan maghfirah di bulan Ramadhan yang mulia ini. Aamiin yaa rabbal 'alamiin.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf. Wabillahittaufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Baca juga: 3 Contoh Pembukaan Ceramah Ramadan yang Mudah Dihafal
Demikianlah dua contoh teks ceramah Ramadan singkat yang dapat dijadikan sebagai referensi. Semoga bermanfaat dan semakin menambah pengetahuan. (ARN)
