Konten dari Pengguna

2 Contoh Teks Debat Singkat Berbagai Topik

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh teks debat singkat. Sumber foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh teks debat singkat. Sumber foto: Pixabay.com

Teks debat adalah suatu teks yang berisi tentang adu argumentasi atau pendapat antara dua pihak atau lebih. Contoh teks debat singkat dibutuhkan sebagian orang atau pihak yang berkepentingan untuk mendiskusikan suatu masalah atau perbedaan yang terjadi.

Struktur teks debat terdiri dari pengenalan, penyampaian argumentasi, debat, simpulan, dan penutup. Pada tahap penyampaian argumentasi harus mencakup argumen dari setiap tim yaitu tim afirmasi, tim oposisi, dan tim netral.

Contoh Teks Debat Singkat

Ilustrasi contoh teks debat singkat. Sumber foto: Pixabay.com

Dikutip dari buku Menulis Teks Debat untuk SMA/SMK Kelas X, Iis Siti Salamah Azzahra (2020: 6), teks debat adalah satuan berbagai teks argumen dari beberapa sudut pandang yang pro dan kontra terhadap topik yang dibahas untuk didiskusikan guna mencapai suatu keputusan.

Contoh teks debat singkat dengan berbagai topik pembahasan adalah sebagai berikut.

Contoh 1 dengan Topik Kenakalan Remaja

Moderator:

Selamat pagi, saudara-saudara sekalian, terima kasih atas kedatangannya pada acara debat hari ini. Pada kesempatan debat kali ini kita akan membahas tentang kenakalan remaja yang makin marak terjadi.

Tim Afirmasi:

Menurut kami kenakalan remaja dapat terjadi karena faktor kurangnya perhatian dari orang tua yang terlalu sibuk dalam bekerja. Hal ini berakibat pada kondisi mental setiap anak yang merasa kurang diperhatikan.

Selain itu, kenakalan remaja dapat terjadi akibat permasalahan pribadi diri orang tua yang belum selesai di masa lalu, kemudian karena hal ini menjadi terbawa kepada sang anak.

Tim Oposisi:

Kami kurang setuju jika faktor utamanya adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orangtua. Hal ini dikarenakan sebenarnya orang tua telah menunjukkan kasih sayang itu sebaik mungkin. Namun hal ini kerap disalahartikan oleh anak.

Ketika hal tersebut terjadi, anak akan merasa asing dan mulai memberontak. Bahkan, anak juga akan merasa tidak didengar. Meskipun demikian, kenakalan remaja harus disadari oleh anak itu sendiri agar lebih memahami dirinya.

Kesimpulan:

Kurangnya perhatian orangtua bukanlah faktor utama atau satu-satunya alasan mengapa kenakalan remaja terjadi. Selain kebutuhan bimbingan dari orang tua, seorang anak harus bisa memahami dan mau terbuka kepada orangtuanya.

Sehingga hal ini dapat membantu sang anak dalam mengatasi masalah yang dihadapi di lingkungan eksternalnya.

Contoh 2 dengan Topik Bahaya Ponsel

Moderator:

Selamat siang, saudara-saudara sekalian, terima kasih atas kedatangannya pada acara debat hari ini. Debat kali ini kita akan membahas tentang apakah sebenarnya ponsel itu berbahaya?

Tim Afirmasi:

Kami percaya bahwa penggunaan ponsel memang sangat berbahaya. Hal ini dikarenakan ponsel dapat menyebabkan beberapa masalah dan ancaman bagi kehidupan manusia. Ancaman tersebut dapat meliputi keselamatan pengguna dan kehidupan sosial dan keluarga.

Tim Oposisi:

Kami tidak setuju jika anggapan bahwa penggunaan ponsel sangat berbahaya. Namun, sebaliknya ponsel adalah benda yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Menurut kami pengguna ponsel yang tidak bertanggung jawablah yang menyebabkan ponsel tersebut dapat membahayakan kehidupan mereka sendiri dan orang lain.

Kesimpulan:

Menurut kami, ponsel adalah benda yang sangat berguna jika dipergunakan secara benar. Namun, di sisi lain ponsel memang sangat berbahaya misalnya jika dipergunakan secara terus menerus atau dipergunakan untuk hal-hal yang negatif.

Baca juga: 2 Contoh Teks Observasi Singkat dalam Bahasa Indonesia beserta Strukturnya

Itulah beberapa contoh teks debat singkat berbagai topik. Semoga dapat menemukan gambaran tentang struktur teks debat sesuai yang dibutuhkan. (MAE)