Konten dari Pengguna

2 Contoh Teks Laporan Hasil Observasi tentang Tumbuhan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Teks Laporan Hasil Observasi tentang Tumbuhan. Sumber: Pexels/Anastasiya Gepp
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Teks Laporan Hasil Observasi tentang Tumbuhan. Sumber: Pexels/Anastasiya Gepp

Melakukan observasi terhadap tumbuhan adalah salah satu kegiatan yang penting dalam memahami ekosistem dan peran penting tumbuhan dalam kehidupan. Dalam hal ini, butuh contoh teks laporan hasil observasi tentang tumbuhan yang perlu dijadikan sebagai referensi siswa.

Dengan contoh, maka siswa akan lebih mudah dalam memahami proses pembuatan laporan hasil observasi. Sebab, melalui observasi, siswa dapat belajar mengenai berbagai aspek biologi tumbuhan, mulai dari struktur, fungsi, hingga interaksi mereka dengan lingkungan sekitarnya.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi tentang Tumbuhan

Ilustrasi Contoh Teks Laporan Hasil Observasi tentang Tumbuhan. Sumber: Pexels/George Pak

Dikutip dari buku Bestie Book Bahasa Indonesia SMA/MA Kelas X, XI, & XII, Eka (2022:3), pada umumnya teks laporan hasil observasi memiliki tiga struktur utama, yaitu pernyataan umum deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat. Berikut adalah duacontoh teks laporan hasil observasi tentang tumbuhan sebagai referensi penulisan siswa.

Contoh 1: Laporan Hasil Observasi Tentang Tumbuhan Mangrove

Judul: Observasi Tumbuhan Mangrove di Pesisir Pantai

Tujuan: Mengidentifikasi jenis dan manfaat tumbuhan mangrove di pesisir pantai.

Pendahuluan: Mangrove merupakan tumbuhan yang tumbuh di daerah pesisir pantai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Mangrove memiliki peranan penting dalam ekosistem pesisir, antara lain sebagai penahan abrasi pantai, tempat tinggal berbagai biota laut, serta penyerap karbon.

Metode: Observasi dilakukan di pesisir pantai Muara Angke selama tiga hari dengan menggunakan metode peninjauan langsung dan pencatatan data lapangan. Data yang diambil meliputi jenis mangrove, jumlah individu, dan kondisi lingkungan sekitarnya.

Hasil Observasi:

Jenis Mangrove: Terdapat lima jenis mangrove yang dominan yaitu Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Avicennia marina, Sonneratia alba, dan Bruguiera gymnorrhiza.

Jumlah Individu: Terdapat sekitar 150 individu Rhizophora apiculata, 100 individu Rhizophora mucronata, 80 individu Avicennia marina, 70 individu Sonneratia alba, dan 60 individu Bruguiera gymnorrhiza.

Kondisi Lingkungan: Kondisi lingkungan cukup baik dengan sedikit sampah plastik dan air yang jernih.

Kesimpulan: Mangrove di pesisir pantai Muara Angke memiliki keragaman jenis yang cukup tinggi dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Upaya konservasi perlu ditingkatkan untuk melindungi dan mempertahankan keberadaan mangrove.

Contoh 2: Laporan Hasil Observasi Tentang Tumbuhan Padi

Judul: Observasi Pertumbuhan Tumbuhan Padi di Desa Cikeas

Tujuan: Mengamati pertumbuhan padi selama masa tanam dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya.

Pendahuluan: Padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia yang menjadi sumber makanan pokok. Proses pertumbuhan padi melalui beberapa tahapan mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan, hingga panen.

Metode: Observasi dilakukan di lahan pertanian Desa Cikeas selama satu musim tanam (sekitar tiga bulan). Pengamatan dilakukan terhadap kondisi tanah, penggunaan pupuk, intensitas penyiraman, dan serangan hama.

Hasil Observasi:

Tahap Pembibitan: Bibit padi mulai ditanam di persemaian selama dua minggu sebelum dipindahkan ke lahan utama. Bibit tumbuh dengan baik tanpa adanya gangguan hama.

Tahap Penanaman: Bibit dipindahkan ke lahan yang telah diolah dan direndam air. Penanaman dilakukan secara serentak oleh petani setempat.

Tahap Perawatan: Pemupukan dilakukan dua kali selama masa tanam menggunakan pupuk urea dan NPK. Penyiraman dilakukan secara rutin melalui sistem irigasi. Sedikit serangan hama wereng berhasil dikendalikan dengan pestisida organik.

Tahap Panen: Panen dilakukan setelah padi berumur tiga bulan. Hasil panen menunjukkan produksi yang memuaskan dengan kualitas padi yang baik.

Kesimpulan: Pertumbuhan padi di Desa Cikeas berjalan dengan baik berkat perawatan yang optimal dan kondisi lingkungan yang mendukung. Penggunaan pupuk dan pestisida organik membantu dalam menjaga kualitas tanah dan hasil panen.

Melalui dua contoh teks laporan hasil observasi tentang tumbuhan di atas, maka siswa dapat memahami cara menyusun laporan yang baik dan benar. Kedua laporan tersebut memberikan gambaran yang jelas mengenai proses observasi dan hasil yang diperoleh, serta pentingnya menjaga ekosistem dan praktik pertanian yang berkelanjutan. (ARR)

Baca juga: Bagaimana Menggunakan Informasi Lain untuk Mendukung Hasil Observasi Kita?