Konten dari Pengguna

2 Contoh Teks LHO Singkat Beragam Tema

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Teks LHO. Sumber: Unsplash/Lisha Riabinina
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Teks LHO. Sumber: Unsplash/Lisha Riabinina

Dalam pelajaran bahasa Indonesia ada salah satu materi yang mempelajari mengenai teks Laporan Hasil Observasi atau LHO. Terdapat beberapa contoh teks LHO singkat berbagai tema yang dapat dipahami oleh siswa.

Teks LHO adalah jenis teks yang berisi penjabaran umum sesuatu berupa hasil dari pengamatan. Teks LHO juga disebut dengan teks klasifikasi karena memuat klasifikasi tentang jenis-jenis suatu hal berdasarkan kriteria tertentu.

Contoh Teks LHO

Ilustrasi Contoh Teks LHO. Sumber: Pexels/Pixabay

Mengutip buku Materi Utama Bahasa Indonesia karya E. Kosasih, dkk (2020:3) teks LHO adalah teks yang menginformasikan sebuah objek yang didasari oleh hasil observasi atau kegiatan pengamatan. Ada beberapa contoh teks LHO yang dapat dipahami siswa.

Isi dari teks LHO dapat berupa informasi tentang peristiwa-peristiwa alam, kehidupan atau perilaku manusia. Agar lebih memahaminya, berikut adalah beberapa contoh teks LHO yang dapat diperhatikan.

Contoh 1

Mengenal Suku Badui

Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etni Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Masyarakat Suku Badui di Banten termasuk satu di antara suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar.

Karena belum mengenal kebudayaan luar, suku Badui Dalam masih memiliki budaya yang sangat asli. Mereka dikenal sangat taat mempertahankan adat istiadat dan warisan nenek moyangnya.

Suku ini memiliki kepercayaan yang dikenal Sunda Wiwitan (Sunda: berasal dari suku sunda, wiwitan: asli). Kepercayaan ini memuja arwah nenek moyang (animisme) yang pada selanjutnya kepercayaan mereka mendapat pengaruh dari Buddha dan Hindu.

Pantai

Pantai diartikan sebagai batasan antara daratan dengan lautan. Menurut bentuknya ada empat macam pantai, yaitu pantai landai, pantai curam, pantai bertebing, dan pantai karang.

Pantai landai memiliki ciri permukaan yang relatif datar. Termasuk pantai jenis ini adalah pantai mangrove, pantai bukit pasir, pantai delta, dan pantai estuari.

Pantai curam biasanya identik dengan tekstur topografi bergunung-gunung yang disebabkan karena retakan memanjang yang sejajar dengan pantai dan terkikis ombak besar sehingga terjadilah tebing-tebing curam dan laut dalam.

Sementara Pantai Bertebing (flaise) adalah pantai yang curam di muka tebing karena adanya pegunungan melintang tegak lurus terhadap pantai. Di pantai ini sering dijumpai laut yang dangkal.

Terakhir, ada pantai karang yang terjadi jika di dasar laut sepanjang pantai terdapat terumbu karang, biasanya dijadikan objek wisata laut. Misalnya, pantai di Taman Bunaken di Manado.

Demikianlah beberapa contoh teks LHO singkat beragam tema yang dapat diperhatikan dan dijadikan referensi oleh siswa. Perlu diingat bahwa observasi yang dilakukan untuk menulis teks laporan hasil observasi dapat berupa pengamatan secara langsung maupun hasil membaca dari pengamatan orang lain. (BAI)