Konten dari Pengguna

2 Contoh Teks Negosiasi 5 Orang tentang Belajar Kelompok Bahasa Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh teks negosiasi 5 orang tentang belajar kelompok - Sumber: pixabay.com/janeb13
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh teks negosiasi 5 orang tentang belajar kelompok - Sumber: pixabay.com/janeb13

Contoh teks negosiasi 5 orang tentang belajar kelompok biasa ditemui pada pelajaran bahasa Indonesia. Lebih tepatnya pada pembahasan mengenai teks negosiasi dengan berbagai tema.

Dengan melihat contoh tersebut, siswa akan memahami seperti apa struktus teks negosiasi. Jadi, saat diminta untuk membuat, akan lebih mudah bagi mereka.

Contoh Teks Negosiasi 5 Orang tentang Belajar Kelompok

Ilustrasi contoh teks negosiasi 5 orang tentang belajar kelompok - Sumber: pixabay.com/vika_glitter

Dalam materi bahawa Indonesia, teks negosiasi adalah jenis teks yang dibuat untuk proses perundingan atau tawar-menawar antara beberapa pihak utnuk mencapai kesepakatan bersama. Teks negosiasi dapat mengandung argumen, usulan, dan pertimbangan.

Berdasarkan buku Teks Negosiasi, Debby dan Mellisa, (2020), teks negosiasi biasanya mempertimbangkan kepentingan semua pihak. Jadi hasil akhirnya akan menguntungkan bukan hanya satu pihak, tapi semuanya.

Berikut adalah contoh teks negosiasi 5 orang tentang belajar kelompok hingga akhirnya mencapai kesepakatan.

1. Contoh Negosiasi 1

Ani: Hai, semua! Saya ingin gabung dengan kelompok kalian karena belajar pasti akan lebih menyenangkan jika bersama teman-teman. Kita bisa saling bantu untuk memahami pelajaran.

Budi: Itu ide yang bagus! Belajar kelompok bisa membuat kita lebih semangat dan lebih mudah mengerti pelajaran.

Cindy: Betul, Budi! Saya juga ingin fokus pada pelajaran matematika dan IPA. Mungkin kita bisa saling ajari rumus dan materi yang sulit.

Dito: Saya juga siap membantu kalian yang kesulitan menghafal rumus.

Evi: Kalau begitu, bagaimana kalau kita membuat jadwal belajar bersama. Itu akan lebih membantu kita semua.

Ani: Bagaimana kalau belajr di setiap Selasa dan Kamis sore setelah pulang sekolah?

Budi: Saya setuju dengan Selasa dan Kamis. Mungkin kita bisa mulai dengan matematika, karena itu pelajaran yang seringkali membuat bingung.

Cindy: Saya punya ide juga, kita bisa membuat catatan singkat dari yang kita pelajari dan saling tukar saat pertemuan berikutnya.

Dito: Oke, saya setuju dengan jadwal dan ide catatan singkat. Dan kalau boleh, saya ingin memulai dengan pelajaran IPA.

2. Contoh Negosiasi 2

Ali: Teman-teman, UTS sudah dekat, lho. Rasanya kita bisa saling membantu dalam mempersiapkan UTS.

Bella: Betul, Ali! Saya punya kesulitan dengan matematika, dan mungkin dengan bantuan kalian, saya bisa lebih siap menghadapi ujian tersebut.

Cahya: Dengan membuat kelompok belajar, kita bisa bertukar ide dan strategi belajar. Bisa memotivasi satu sama lain.

Dika: Setuju, Cahya! Kita juga bisa membuat jadwal belajar bersama agar tidak terlalu terbebani.

Eka: Jangan lupa juga untuk saling memberikan tips belajar yang efektif.

Ali: Bagaimana kalau kita belajar kelompok setiap Senin dan Rabu sore? Sepertinya cukup untuk mempersiapkan diri sebelum UTS dimulai.

Bella: Nanti saya bantu atur jadwal pelajaran apa yang akan dita pelajari, ya

Cahya: Boleh, Bella. Saya juga ingin fokus pada pelajaran IPA karena ada banyak materi yang belum saya pahami.

Dika: Bagaimana kalau kita tambahkan belajar di hari Minggu? Di hari itu kita bisa fokus mengerjakan soal-soal latihan agar terbiasa dengan format ujian.

Eka: Saya setuju dengan semuanya. Nanti kita juga bisa membagi tugas membuat ringkasan materi untuk dipelajari bersama.

Baca Juga: 2 Contoh Teks Negosiasi Ibu dan Anak di Rumah

Dari dua contoh teks negosiasi 5 orang tentang belajar kelompok tersebut, terlihat di bagian akhir bahwa semua pihak setuju dengan keputusan yang diambil. Itulah sebabnya dijelaskan bahwa komitmen untuk mencapai titik temu menjadi tujuan utama negosiasi. (DNR)