2 Contoh Tembang Pangkur dengan Beragam Tema

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika mempelajari kebudayaan Jawa, terdapat materi contoh tembang Pangkur yang menarik untuk disimak. Tembang ini termasuk dalam tembang Macapat.
Makna yang diangkat pada umumnya tentang nasihat, cinta, dan hal-hal mendalam lainnya. Tembang Pangkur sudah digunakan sejak zaman Walisongo ketika menyampaikan ajaran Islam.
Contoh Tembang Pangkur Bahasa Jawa
Menurut buku Filsafat Ku, Wafa aldawamy (2020), tembang pangkur biasanya bercerita tentang kehidupan seseorang yang kini telah mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.
Tembang pangkur menggambarkan seseorang yang masuk pada masa senja, dan berpikir untuk selalu mendekatkan diri kepada sang Maha Kuasa.
Isi tembang tersebut dapat mengandung makna rasa cinta kepada anak, pendamping hidup, Tuhan dan alam semesta. Berikut adalah beberapa contoh tembang Pangkur yang telah dikenal dalam kebudayaan Jawa.
Contoh 1 Tema Agama
Mitraningsun duratmoko
Pirengno swara Singo Mengkok edi
Angakua mumpung durung
Siniksa Gusti Allah
Mula balia mring Mukmin kang mituhu
Angudi isini Al-Qur'an supaya kinasih Gusti
He para Jin lan manungsa
Pada taati miring Rosul lan Nabi
Ibadah kanti mituhu
Mangkono dawuh Allah
Remena piweweh mring jalma kang butuh
Artinya:
Sahabatku yang tersesat
Dengarkan suara Singi Mengkok yang indah
Mengakulah mumpung belum
Mendapatkan siksaan dari Allah
Karena itu kembalilah sebagai orang mukmin yang sungguh-sungguh
Perdalamlah Al-Quran agar Allah mengasihi
Hai para jin dan manusia
Taatlah pada rasul dan nabi
Beribadah dengan sungguh-sungguh
Begitulah perintah Allah
Sukalah memberi pada orang yang membutuhkan.
(Sunan Drajat)
Contoh 2 Tema Sifat Manusia
Aja nedya katempelan,
ing wewatek kang tan pantes ing budhi,
Watek rusuh nora urus,
tunggal lawan manungsa.
Dipun sami karya labuhan kang patut,
darapon dadi tuladha,
tinuta mring wong kang wuri.
Artinya
Jangan sampai terjangkiti,
oleh watak yang tak pantas bagi (orang) yang berbudi.
Watak kotor tang tak dibenarkan,
jika bersatu dalam diri manusia.
Seyogyanya berbuatlah pengabdian yang pantas,
supaya menjadi teladan,
dan diikuti oleh (generasi) belakangan
(SISK Susuhunan Paku Buwana IV)
Baca Juga: 4 Contoh Tembang Macapat Lengkap dengan Artinya
Dengan membaca contoh tembang Pangkur, maka akan menambah pengetahuan tentang bahasa Jawa dan kebudayaannya yang telah ada sejak dahulu. Sebagai generasi muda, sudah seharusnya bangga atas kekayaan budaya bangsa. (Dva)
