Konten dari Pengguna

2 Contoh Tembang Pangkur dengan Beragam Tema

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Tembang Pangkur. Sumber: Unsplash/Reidika Haris
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Tembang Pangkur. Sumber: Unsplash/Reidika Haris

Jika mempelajari kebudayaan Jawa, terdapat materi contoh tembang Pangkur yang menarik untuk disimak. Tembang ini termasuk dalam tembang Macapat.

Makna yang diangkat pada umumnya tentang nasihat, cinta, dan hal-hal mendalam lainnya. Tembang Pangkur sudah digunakan sejak zaman Walisongo ketika menyampaikan ajaran Islam.

Contoh Tembang Pangkur Bahasa Jawa

Ilustrasi Contoh Tembang Pangkur. Sumber: Unsplash/Reidika Haris

Menurut buku Filsafat Ku, Wafa aldawamy (2020), tembang pangkur biasanya bercerita tentang kehidupan seseorang yang kini telah mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Tembang pangkur menggambarkan seseorang yang masuk pada masa senja, dan berpikir untuk selalu mendekatkan diri kepada sang Maha Kuasa.

Isi tembang tersebut dapat mengandung makna rasa cinta kepada anak, pendamping hidup, Tuhan dan alam semesta. Berikut adalah beberapa contoh tembang Pangkur yang telah dikenal dalam kebudayaan Jawa.

Contoh 1 Tema Agama

Mitraningsun duratmoko

Pirengno swara Singo Mengkok edi

Angakua mumpung durung

Siniksa Gusti Allah

Mula balia mring Mukmin kang mituhu

Angudi isini Al-Qur'an supaya kinasih Gusti

He para Jin lan manungsa

Pada taati miring Rosul lan Nabi

Ibadah kanti mituhu

Mangkono dawuh Allah

Remena piweweh mring jalma kang butuh

Artinya:

Sahabatku yang tersesat

Dengarkan suara Singi Mengkok yang indah

Mengakulah mumpung belum

Mendapatkan siksaan dari Allah

Karena itu kembalilah sebagai orang mukmin yang sungguh-sungguh

Perdalamlah Al-Quran agar Allah mengasihi

Hai para jin dan manusia

Taatlah pada rasul dan nabi

Beribadah dengan sungguh-sungguh

Begitulah perintah Allah

Sukalah memberi pada orang yang membutuhkan.

(Sunan Drajat)

Contoh 2 Tema Sifat Manusia

Aja nedya katempelan,

ing wewatek kang tan pantes ing budhi,

Watek rusuh nora urus,

tunggal lawan manungsa.

Dipun sami karya labuhan kang patut,

darapon dadi tuladha,

tinuta mring wong kang wuri.

Artinya

Jangan sampai terjangkiti,

oleh watak yang tak pantas bagi (orang) yang berbudi.

Watak kotor tang tak dibenarkan,

jika bersatu dalam diri manusia.

Seyogyanya berbuatlah pengabdian yang pantas,

supaya menjadi teladan,

dan diikuti oleh (generasi) belakangan

(SISK Susuhunan Paku Buwana IV)

Baca Juga: 4 Contoh Tembang Macapat Lengkap dengan Artinya

Dengan membaca contoh tembang Pangkur, maka akan menambah pengetahuan tentang bahasa Jawa dan kebudayaannya yang telah ada sejak dahulu. Sebagai generasi muda, sudah seharusnya bangga atas kekayaan budaya bangsa. (Dva)