Konten dari Pengguna

2 Jenis Campuran dalam Ilmu Kimia dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis campuran. Sumber: unsplash.com/ Bailey Heedick
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis campuran. Sumber: unsplash.com/ Bailey Heedick

Jenis campuran dalam ilmu kimia merujuk pada campuran larutan. Ada yang bersifat homogen dan heterogen. Menariknya, kedua campuran tersebut ternyata sering dijumpai di kehidupan sehari-hari.

Contohnya dalam kosmetik, skincare, minuman, sampai alat pembersih lantai, sabun cuci piring, dan sebagainya. Produk yang digunakan manusia dalam keseharian tidak terlepas dari campuran, baik itu yang heterogen maupun homogen.

2 Jenis Campuran dari Sudut Pandang Ilmu Kimia beserta Contohnya

Ilustrasi jenis campuran. Sumber: unsplash.com/Alexander Grey

Campuran merupakan hasil perpaduan dua zat sekaligus yang membentuk sebuah larutan. Mengutip dari buku IPA Terpadu Jilid 1A, Mikrajuddi, dkk. (hal. 96-98), jenis campuran dalam ilmu kimia adalah sebagai berikut.

1. Campuran Homogen

Campuran homogen merupakan campuran dua zat yang saling menyatu. Ada zat yang larut dan melarutkan. Contohnya air gula dan air garam. Gula dan garam adalah zat yang larut dalam campuran homogen, sedangkan pelarutnya adalah air.

Gula dan garam yang dicampur dengan air tidak berubah menjadi zat lain. Gula dan garam masih terasa asin maupun manis, meskipun sudah tidak berbentuk utuh lagi. Sementara itu, air juga tidak berubah menjadi zat lain.

Zat-zat penyusun campuran homogen yang dalam contoh ini berupa air, gula dan garam tidak memiliki perbandingan tetap. Baik gula maupun garam bisa dibuat dengan ukuran yang bebas.

Baca juga: Mengenal Contoh Perubahan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari

2. Campuran Heterogen

Campuran heterogen terdiri dari dua zat yang memiliki sifat berbeda dan dicampur menjadi satu. Contohnya tepung tapioka yang dilarutkan dalam air. Meskipun nampak larut, tetapi sebenarnya ada endapan tepung di dasar gelas yang menandakan keduanya tidak sepenuhnya menyatu.

Campuran heterogen tidak hanya berwujud larutan saja. Ada contoh lain, seperti debu yang mengandung butiran padat berupa pasir dan tanah yang tidak tercampur rata. Ada juga kabut yang terdiri dari butiran-butiran air yang tercampur ke dalam udara. Semakin banyak kadar airnya, makin tebal kabut yang nampak.

Campuran heterogen sendiri masih dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu suspensi dan koloid.

  • Suspensi: Campuran antara zat padat dengan cairan atau gas yang tidak larut. Misalnya, sirup obat batuk yang sebenarnya di dalamnya terdapat zat-zat yang tidak larut, melainkan hanya mengendap. Oleh karena itu, selalu muncul anjuran untuk mengocok terlebih dahulu sebelum diminum.

  • Koloid: Campuran antara dua zat atau lebih yang salah satu zat penyusunnya tersebar dalam zat penyusun yang lain. Misalnya, margarin atau mentega yang merupakan butiran air yang tersebar dalam minyak atau lemak dan susu yang merupakan campuran minyak yang tersebar dalam air.

Jenis campuran di atas bisa dibedakan dengan mudah karena campuran homogen bersifat larut sedangkan campuran heterogen tidak. (IMA)