2 Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Lunak dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajinan tangan merupakan ekspresi kreativitas manusia yang telah ada sejak zaman dahulu. Salah satu bentuk kerajinan yang populer adalah kerajinan dari bahan lunak. Tentunya perlu pemahaman terlebih dahulu mengenai jenis dan karakteristik kerajinan bahan lunak yang dapat dimanfaatkan.
Mengutip laman repositori.kemdikbud.go.id, karakter dan ciri khas kerajinan bahan lunak tercermin jelas dari tekstur corak dan bentuknya yang menampilkan ciri budaya yang melatarbelakanginya.
Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Lunak yang Sering Digunakan
Kerajinan bahan lunak merupakan sebuah hasil karya atau produk kerajinan yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak. Sama seperti kerajinan pada umumnya, terdapat jenis dan karakteristik kerajinan bahan lunak tersendiri.
Kerajinan bahan lunak dapat diubah menjadi karya seni atau produk yang memiliki kegunaan dengan tampilan yang unik dan menarik. Jenis kerajinan bahan lunak dibagi menjadi dua jenis, yaitu alam dan buatan. Berikut penjelasannya.
1. Kerajinan Bahan Lunak Alam
Bahan lunak alam adalah bahan yang berasal dari tumbuhan dan hewan atau lapisan bumi yang bersifat lunak. Contohnya adalah sebagai berikut.
a. Tanah Liat
Hasil kerajinan tanah liat di antaranya adalah vas bunga, peralatan makan dan minum, serta dekorasi rumah. Tanah liat memiliki beberapa karakteristik, yaitu
Memiliki warna yang beragam sesuai warna natural tanah, yaitu cokelat.
Tanah liat stoneware memiliki daya bakar hingga 1300OC, sedangkan earthenware hanya sampai 900OC.
Mudah hancur jika tidak melalui proses pembakaran.
Campuran tanah liat adalah air.
Pewarnaan tanah liat dapat dilakukan dengan glasir (pembakaran tinggi hingga 1300OC), dapat pula hanya dibakar bisquit (900 OC) lalu diberi warna cat langsung.
b. Kulit
Hasil kerajinan dari kulit, seperti tas, sepatu, furnitur, dan aksesoris berbagai benda. Kulit memiliki karakteristik antara lain:
Berasal dari kulit hewan yang sudah tersamak sehingga mudah dibentuk.
Ada yang berwarna hitam, putih, cokelat ataupun krem.
Kulit alami jika terbakar akan berbau sate.
Kulit tidak tahan air, jika terkena air akan merusak struktur kulit.
2. Kerajinan Bahan Lunak Buatan
Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga menjadi lunak, lembut, empuk, dan mudah dibentuk.
Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Contohnya adalah sebagai berikut.
a. Polymer Clay dan Plastisin, dengan karakteristik:
Polymer clay dan plastisin memiliki ciri-ciri yang serupa, memiliki aneka warna yang cerah, dan bertekstur padat lunak.
Pembedanya pada polymer clay tidak mengandung minyak, sedangkan plastisin mengandung minyak.
Pada saat pengeringan, polymer clay dapat mengeras, sedangkan plastisin tetap seperti semula.
b. Gips yang memiliki karakteristik:
Wujud bahan gips adalah bubuk, dicampur dengan air menjadi adonan yang kental. Adonan inilah yang akan mengeras jika didiamkan. Oleh karena itu, mengolah gips harus dengan cara dicor atau dicetak.
Pewarnaan gips biasanya setelah produk jadi.
Gips mudah pecah sehingga harus berhati-hati saat berkarya dengan bahan ini.
Baca juga: Pengertian Kerajinan Berbasis Media Campuran dan Fungsinya
Setiap jenis dan karakteristik kerajinan bahan lunak memiliki keunikan dan daya tariknya sendiri. Dengan kreativitas yang tak terbatas, kerajinan bahan lunak menjadi medium yang indah untuk mengungkapkan ide melalui hasil karya tangan yang unik. (VAN)
