2 Jenis Karangan Sastra Jawa

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
Konten dari Pengguna
12 Mei 2024 16:46 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi jenis karangan sastra Jawa beserta penjelasannya. Sumber foto: Unplash/Gülfer ERGİN
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis karangan sastra Jawa beserta penjelasannya. Sumber foto: Unplash/Gülfer ERGİN
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Jenis karangan sastra Jawa dalam kehidupan sehari-hari ada berbagai macam. Umumnya, karangan tersebut menggunakan bahasa Jawa. Hasil ciptaan dari pemikiran dan perasaan seseorang dapat dituangkan ke dalam bentuk tulisan maupun lisan.
ADVERTISEMENT
Itulah alasan yang menjadikan berbagai jenis teks sastra, yaitu sastra tulis dan sastra lisan. Penulisan karangan sastra Jawa ini dapat berisi tentang ajaran yang berkembang dalam tradisi Jawa, seperti ramalan, perilaku, dan lain sebagainya.

Jenis Karangan Sastra Jawa

Ilustrasi jenis karangan sastra Jawa beserta penjelasannya. Sumber foto: Unplash/Eliott Reyna
Kesusastraan Jawa merupakan sastra tertua di Indonesia yang masih eksis hingga masa sekarang. Karya sastra Jawa mampu memegang peranan penting dalam pengembangan bahasa dan sastra Jawa.
Mengutip dari buku Tadarus Kebangsaan: Merawat Agama, Bangsa, dan Tradisi Membangun Harmoni oleh Syaihul Muhlis, S.IP., M.Pd., dkk. (42—43), karya sastra merupakan dokumentasi dan kristalisasi kehidupan masyarakat, yang dihimpun oleh pengarang dalam karyanya.
Di dalam karya sastra tersebut memuat berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti, pandangan hidup, kepercayaan, keagamaan, dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT
Pada dasarnya karya sastra Jawa terdiri dari berbagai karangan yang penting untuk diketahui. Adapun jenis karangan sastra Jawa bisa dipahami sebagai berikut.

1. Geguritan

Geguritan merupakan salah satu karya sastra Jawa modern. Umumnya, karangan sastra Jawa ini digunakan sebagai wadah curahan isi hati atau perasaan sesorang dalam sebuah lirik dengan menggunakan bahasa Jawa.
Dalam penyusunan geguritan, kalimatnya biasa menggunakan bahasa yang memiliki rima, irama, dan mitra. Tak hanya itu saja, karangannya juga menggunakan kalimat yang indah dan bagus serta mempunyai sebuah makna.

2. Parikan

Parikan dapat didefinisikan sebagai bunyi-bunyi yang terdiri dari dua sampai empat larik. Parikan juga disebut dengan pantun.
Namun, pantun dan parikan memiliki perbedaan. Hal yang membedakannya terlihat dari bahasa yang digunakan. Biasanya, pantun menggunakan bahasa Indonesia sedangkan parikan menggunakan bahasa Jawa.
ADVERTISEMENT
Di kalangan masyarakat Jawa sendiri, karangan ini dapat digunakan dalam situasi serius maupun bercanda. Jika ingin menulis karangan ini usahakan sesuai dengan ciri-cirinya agar karangan yang dihasilkan dapat dipahami.

3. Cerkak

Cerita cekak yang dikenal dengan cerkak merupakan salah satu karangan yang menggunakan bahasa Jawa. Bentuk karya sastra Jawa ini memiliki cerita yang lebih pendek daripada novel tetapi lebih panjang daripada puisi.
Biasanya, cerkak menjadi media untuk mengangkat dan menggambarkan realita sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Tak jarang jika teks cerita ini memiliki tujuan untuk menghibur, tetapi juga memuat nilai-nilai edukatif yang dapat dihayati.
Jenis karangan sastra Jawa ada berbagai macam sehingga harus dipahami dengan baik. Jika ingin membuat karangan dengan bahasa Jawa harus disesuaikan dengan struktur dan unsur kebahasaan dari karangan tersebut. (NTA)
ADVERTISEMENT