Konten dari Pengguna

2 Jenis Lagu Daerah berdasarkan Sifatnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis lagu daerah. Sumber: unsplash.com/ Bogomil Mihaylov
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis lagu daerah. Sumber: unsplash.com/ Bogomil Mihaylov

Ternyata ada beberapa jenis lagu daerah yang jarang diketahui oleh masyarakat. Jenis-jenis lagu tersebut digolongkan berdasarkan sifatnya terbagi menjadi lagu rakyat dan lagu klasik. Keduanya memiliki karakteristik masing-masing yang sangat berbeda.

Perbedaan jenis lagu daerah mencakup berbagai hal, misalnya dari segi asal muasalnya hingga penciptanya. Sehingga masyarakat bisa membedakan lagu mana yang termasuk lagu rakyat atau lagu klasik dengan mudah.

2 Jenis Lagu Daerah dan Cirinya

Ilustrasi jenis lagu daerah. Sumber: unsplash.com/ Jason Rosewell

Budaya dan kesenian di Indonesia memang beragam, salah satunya berupa lagu daerah. Mengutip dari buku Seni Budaya 2, Yoyok RM (hal. 44-45), berdasarkan sifat dan keberadaannya jenis lagu daerah dibedakan menjadi dua.

1. Lagu Rakyat

Lagu rakyat berkembang dari generasi ke generasi dari masyarakat. Sehingga tidak diketahui siapa nama penciptanya dengan jelas. Umumnya, lagu rakyat berkembang di kawasan pedesaan dan akrab dengan kehidupan masyarakat pinggiran.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Tempo Lagu beserta Fungsi dan Jenisnya

Adapun ciri lagu rakyat yang berkembang di masyarakat pada zaman dulu adalah sebagai berikut.

  • Pendek dan sederhana. Tidak memiliki variasi nada dan melodi yang terlalu banyak serta menggunakan iringan instrumen sederhana.

  • Menceritakan tentang kehidupan dan kegiatan rakyat, temanya tidak jauh-jauh dari adat, pertanian, kepercayaan, hingga perburuan.

  • Memiliki irama lagu yang riang dan menghibur.

  • Dipopulerkan secara lisan dan lebih bebas karena tidak terlalu terikat oleh aturan.

2. Lagu Klasik

Persebaran lagu klasik berada di pusat-pusat pemerintahan zaman dulu. Wilayah berkembangnya ada di sekitar kerajaan, istana, keraton, dan kadipaten yang kini disebut ibukota provinsi dan ibukota kabupaten.

Biasanya, lagu klasik diiringi gamelan. Ciri lagu klasik selain dimainkan dengan gamelan adalah sebagai berikut.

  • Digunakan sebagai pengiring acara resmi di upacara kebesaran keraton, upacara keagamaan, dan upacara adat.

  • Diciptakan oleh seorang komponis atau pujangga istana.

  • Memiliki pola yang baku dengan terikat pada aturan berupa irama, tempo, notasi, dan syair. Contohnya lagu tradisi Jawa Tengah, seperti Pucung dan Lir-ilir.

  • Lagu dikembangkan secara tertulis dengan tema kebesaran kerajaan.

Jenis lagu daerah di atas memiliki perbedaan yang mencolok. Mulai dari wilayah asal perkembangannya, penciptanya, penyebarannya hingga aturan dalam lagunya. Dengan mengetahui indikatornya, pendengar bisa langsung mengenalinya. (IMA)