Konten dari Pengguna

2 Jenis Uang yang Digunakan dalam Kegiatan Jual Beli

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa jenis uang yang digunakan dalam kegiatan jual beli? Sumber: Pexels/ Skitterphoto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa jenis uang yang digunakan dalam kegiatan jual beli? Sumber: Pexels/ Skitterphoto

Uang merupakan alat pembayaran yang sah dalam kegiatan jual beli. Apa jenis uang yang digunakan dalam kegiatan jual beli? Alat pembayaran yang digunakan adalah uang kartal yang dapat dibedakan menjadi dua jenis.

Di masyarakat, alat transaksi yang digunakan adalah uang kertas dan uang logam. Meski jenisnya berbeda, keduanya memiliki fungsi dan manfaat yang sama.

Apa Jenis Uang yang Digunakan dalam Kegiatan Jual Beli?

Ilustrasi apa jenis uang yang digunakan dalam kegiatan jual beli? Sumber: Pexels/pixabay

Uang kartal menurut buku Ilmu Pengetahuan Sosial 3, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional (2008), adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah atau bank sirkulasi.

Jenis uang yang digunakan dalam kegiatan jual beli masyarakat ada dua jenis, yaitu:

1. Uang Kertas

Uang kertas milik Indonesia merupakan uang yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia sebagai alat tukar dan pembayaran yang sah. Negara-negara di dunia juga memilih kertas sebagai alat pembuat uang. Alasan menggunakan bahan kertas sebagai pembuat uang adalah.

  • Uang kertas mudah dibawa kemana saja.

  • Biaya pembuatan uang kertas lebih murah.

  • Bahan baku kertas mudah didapat, ketika kebutuhan negara akan uang kertas kian bertambah.

Yang berhak mencetak yang dan hak oktroi untuk mengedarkan uang ialah Bank Indonesia. Pecahan uang kertas antara lain adalah Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, dan seterusnya.

2. Uang Logam

Jenis uang yang digunakan dalam kegiatan jual beli selanjutnya adalah uang logam. Dikeluarkan oleh Bank Indonesia dengan bahan baku emas, perak, perunggu, aluminium.

Nilai pecahan uang logam sekarang terdiri dari Rp100, Rp200, Rp500, Rp1.000, dan seterusnya. Uang ini selalu menampakkan dua sisi dengan detail yang berbeda dan umumnya berbentuk bulat berdiameter kurang lebih 25 mm.

Uang logam dapat bermanfaat melengkapi jumlah transaksi dengan jumlah tertentu. Kekurangannya adalah berat pada uang logam yang lebih dari pada uang kertas. Dengan pecahan nilai yang kecil, maka uang logam kurang bernilai dalam suatu transaksi.

Baca Juga: Jenis-Jenis Uang beserta Manfaat dan Fungsinya

Apa jenis uang yang digunakan dalam kegiatan jual beli? Dua jenis tersebut merupakan uang kertas dan uang logam yang biasa digunakan masyarakat untuk bertansaksi.(DVA)