Konten dari Pengguna

2 Khotbah Jumat Agung Berbagai Tema Penuh Pesan Rohani

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Khotbah Jumat Agung Berbagai Tema. Sumber: Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Khotbah Jumat Agung Berbagai Tema. Sumber: Pexels/Pixabay

Sebentar lagi umat Kristiani akan menyelenggarakan salah satu hari besar, yaitu Jumat Agung. Biasanya, dalam acara Jumat Agung di gereja ini, akan terdapat beberapa khutbah yang disampaikan oleh pendeta. Khotbah Jumat Agung ini memiliki berbagai tema dan juga pesan yang dapat direnungkan oleh jemaat.

​Khutbah adalah pidato atau ceramah keagamaan yang disampaikan oleh seorang pemimpin agama kepada jemaatnya. Tujuan dari khutbah ini adalah memberikan pengajaran, nasihat, motivasi, atau pemahaman agama kepada para pendengarnya

Khotbah Jumat Agung Berbagai Tema

Ilustrasi Khotbah Jumat Agung Berbagai Tema. Sumber: Pexels/Lee Mills

Mengutip buku Merayakan Keragaman, Ibn Ghifarie (2018:99), Jumat Agung adalah hari kematian Yesus Kristus di kayu salib yang diperingati di hari Jumat sebelum hari Paskah yang jatuh pada hari Minggu.

Khutbah Jumat Agung biasanya disampaikan dalam suasana ibadah yang khidmat dan penuh perenungan, sering kali tanpa musik atau hiasan gereja yang mencolok, untuk mencerminkan kesedihan atas kematian Kristus.​ Berikut ini beberapa khotbah Jumat Agung berbagai tema yang penuh akan pesan rohani yang dapat diperhatikan.

1. Allah yang Turut Menderita

Khotbah: Yohanes 19:28–30,

Bacaan: Mazmur 69:20–22

Saudara yang terkasih,

Ketika seseorang hampir menghembuskan napas terakhirnya, biasanya yang keluar adalah kata-kata paling jujur. Begitu pula dengan Yesus. Di tengah penderitaan yang amat sangat, setelah dicambuk, dipaku, dan dibiarkan tergantung selama berjam-jam… Ia mengucapkan dua kata yang begitu sederhana: “Aku haus.”

Di antara semua perkataan salib yang agung dan rohani, ada kalimat ini yang sangat manusiawi. Ia haus. Ia merasa sakit. Ia lemah. Dan Ia tidak menyembunyikannya. Ini bukan sekadar pemenuhan nubuat, tetapi juga ungkapan bahwa Ia sungguh-sungguh turut serta dalam penderitaan kita. Ia tidak menyentuh dari jauh, tetapi merasakan dari dalam.

Mazmur 69:21 berkata, “Mereka memberi aku minum anggur asam ketika aku haus.” Nubuat itu digenapi. Tapi lebih dari itu, kita melihat bahwa Tuhan kita bukan Tuhan yang jauh dari penderitaan. Ia turut merasakan. Ia mengenal luka, tangis, dan kesepian.

Dalam Yesus, semua penderitaan itu menjadi nyata. Ia haus—bukan hanya karena fisik, tapi karena kerinduan agar jiwa manusia kembali kepada-Nya.

Maka kalau hari ini Saudara sedang lelah, sedang sakit hati, sedang haus akan penghiburan—ingatlah: Yesus tahu rasanya. Ketika kita haus akan penghiburan, akan keadilan, akan kasih, ingatlah bahwa Yesus sudah lebih dulu merasakannya.

Jumat Agung menunjukkan bahwa Allah tidak jauh dari penderitaan. Ia ada, Ia dekat, Ia mengerti.

2. Kasih Tak Terbendung, Meski Paku Menancap

Khotbah: Lukas 23:32–38,

Bacaan: Mazmur 103:8–13

Bayangkan, Saudara, dalam keadaan tubuh-Nya disiksa, diludahi, dipaku, Yesus justru berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Siapa yang bisa mengampuni dalam keadaan seperti itu? Hanya kasih Allah. Bukan karena yang bersalah layak diampuni, tapi karena kasih memilih untuk mengampuni.

Mazmur 103:8 mengingatkan, “Tuhan penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.” Kasih seperti inilah yang turun dari salib.

Jumat Agung bukan hanya tentang pengampunan yang kita terima, tapi juga pengampunan yang kita diajak untuk berikan. Salib bukan hanya tempat menerima anugerah, tapi juga tempat menanggalkan dendam dan luka lama.

Hari ini, kita diingatkan, jika kita telah diampuni sebesar itu, mengapa kita masih memelihara luka lama? Di kaki salib, marilah kita belajar melepas. Bukan demi mereka, tapi demi hati kita sendiri.

Melalui khotbah Jumat Agung ini, umat kristiani diajak untuk merenungkan kasih dan pengorbanan Yesus, serta memperdalam iman dan pengharapan akan kebangkitan-Nya yang dirayakan pada Hari Paskah.​ (BAI)

Baca Juga: Beda Paskah dan Jumat Agung yang Penting Diketahui