Konten dari Pengguna

2 Paragraf dengan Tema Keluarga yang Mengandung Unsur Kohesi dan Koherensi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi paragraf dengan tema keluarga yang mengandung unsur kohesi dan koherensi. Sumber foto: Pixabay/Kranich17
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi paragraf dengan tema keluarga yang mengandung unsur kohesi dan koherensi. Sumber foto: Pixabay/Kranich17

Paragraf merupakan unsur penting dalam teks yang perlu dibuat secara sistematis. Bagian ini harus memuat aspek kohesi dan koherensi, agar susunannya menjadi padu. Dengan begitu, paragraf dengan tema keluarga yang mengandung unsur kohesi dan koherensi penting diketahui sebagai bahan belajar.

Paragraf yang baik tidak hanya menyajikan bacaan yang sesuai dengan konteks. Namun, hubungan antar kalimatnya juga harus ditulis dengan logis dan jelas. Tujuannya yaitu supaya tidak menimbulkan kesan rancu.

Paragraf dengan Tema Keluarga yang Mengandung Unsur Kohesi dan Koherensi

Ilustrasi paragraf dengan tema keluarga yang mengandung unsur kohesi dan koherensi. Sumber foto: Pixabay/congerdesign

Berdasarkan buku Cendekia Berbahasa, Erwan Juhara, dkk, (2005: 135), Untuk menyusun sebuah paragraf yang kohesi dan koherensi, penulis harus mampu menghubungkan ide-ide yang ingin disampaikannya kepada pembaca. Kepaduan yang baik itu terjadi apabila hubungan timbal balik antara kalimat yang membentuk paragraf itu tepat, wajar dan mudah dipahami.

Dengan begitu, pembaca dapat dengan mudah mengikuti jalan pikiran penulis. Adapun salah satu cara yang dapat diterapkan untuk mengaitkan ide adalah dengan mengulang frase penting yang berhubungan erat dengan ide pokok dari tema yang paparkan.

Agar memudahkan dalam penulisannya, sebagai contoh inilah paragraf dengan tema keluarga yang mengandung unsur kohesi dan koherensi yang dapat disimak lebih lanjut dikutip dari buku Psikologi Keluarga, Karlinawati, (2021: 3-

Contoh 1

Keluarga sering disebut sebagai institusi terkecil yang ada dalam masyarakat. Di dalamnya kita dapat menelusuri banyak hal. Mulai dari hubungan antar individu, hubungan otoritas, pola pengasuhan, pembentukan karakter, masuknya nilai-nilai masyarakat, dan lain-lain. Maka tak heran jika kemudian ragam ilmu mencoba menelaah tentang keluarga, semisal antropologi, sosiologi, psikologi, ekonomi, demografi, serta pendidikan.

Contoh 2

Dalam berbagai kebudayaan yang ada di dunia, setidaknya ada dua bentuk keluarga. Pertama, keluarga batih/inti (nuclear family). Kedua, keluarga besar (extended family). Keluarga batih merupakan gejala umum dari sebuah keluarga. Bentuk ini terlihat dari komposisinya yang paling dasar, yakni ada ayah, ibu, dan anak. Sementara keluarga besar merujuk pada keluarga inti dengan penambahan anggota keluarga selain anak, semisal paman, bibi, serta orangtua dari pasangan suami istri (pasutri).

Itulah contoh paragraf dengan tema keluarga yang mengandung unsur kohesi dan koherensi. Semoga adanya informasi ini dapat menambah pemahaman pembaca dalam penulisan teks secara efektif dan terstruktur. (Riyana)

Baca Juga: 2 Contoh Paragraf Silogisme dalam Bahasa Indonesia dan Pengertiannya