Konten dari Pengguna

20 Contoh Kata Ulang Berimbuhan beserta Pengertian dan Fungsinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh kata ulang berimbuhan beserta pengertian dan fungsinya. Sumber: Pexels/RF._.studio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh kata ulang berimbuhan beserta pengertian dan fungsinya. Sumber: Pexels/RF._.studio

Dalam bahasa Indonesia banyak jenis kata yang dapat ditemukan dalam karya sastra salah satunya yaitu kata ulang berimbuhan. Contoh kata ulang berimbuhan yaitu berminggu-minggu, bertahun-tahu, menari-nari, dan lain sebagainya.

Kata ulang berimbuhan bukan merupakan dua proses berurutan, namun proses yang terjadi sekaligus antara perulangan dan penambahan imbuhan. Perulangan tersebut terjadi bersama-sama dengan imbuhan dan bersama-sama pula mendukung satu fungsi.

Pengertian Kata Ulang Berimbuhan

Ilustrasi pengertian kata ulang berimbuhan. Sumber: Pexels/Jess Bailey Designs

Kata ulang merupakan hasil dari suatu proses reduplikasi. Reduplikasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan proses atau perulangan kata atau unsur kata. Kata ulang adalah bentuk pengulangan gramatikal.

Sementara kata ulang berimbuhan adalah kata yang dibuat dari bentuk dasar disertai dengan kata imbuhan. Imbuhan ini bisa dilakukan pada salah satu kata atau kedua kata yang diulang.

Dikutip dalam buku Bahasa Indonesia untuk Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama oleh Agus Supriatna (2007:12) kata ulang berimbuhan adalah kata ulang yang bentuk perulangan kata dasarnya mendapat imbuhan.

Fungsi Kata Ulang Berimbuhan

Ilustrasi fungsi kata ulang berimbuhan. Sumber: Pexels/Stas Knop

Kata ulang berimbuhan tidak berfungsi mengubah golongan jenis kata. Dengan demikian, pada umumnya kata jenis ini tidak mempunyai fungsi gramatik.

Jika ada, bentuk-bentuk ulang yang mengandung fungsi gramatik hanya terbatas pada beberapa bentuk tertentu saja. Adapun fungsi kata ulang berimbuhan sebagai berikut.

1. Mengubah Kata Kerja Menjadi Kata Benda

  • Kata kerja: Undur, injak, karang.

  • Kata benda bentuk ulang : Undur-undur, injak-injak, karang-karang.

Kata ulang di atas merupakan jenis kata benda yang dibentuk dari bentuk dasar berupa kata kerja. Sebagai kata benda, bentuk ulang di atas lebih jelas diketahui dalam konteks kalimat yaitu:

  1. Injak-injak itu rusak.

  2. Undur-undur itu telah mati.

  3. Karang-mengarang itu menyenangkan.

2. Mengubah Kata Sifat Menjadi Kata Keterangan

  • Kata sifat: Rajin, tinggi, cepat, malas,

  • Kata keterangan bentuk ulang: Serajin-rajinnya, setinggi-tingginya, secepat-cepatnya, semalas-malasnya.

3. Mengubah Bentuk Tunggal Menjadi Jamak

  • Bentuk tunggal: Ibu, makanan, minuman, lauk, sayur, buah

  • Bentuk jamak kata ulang: Ibu-ibu, makan-makanan, minum-minuman, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan.

4. Menyatakan Intensitas

  • Bentuk tunggal: Erat, pemuda, pukul

  • Bentuk ulang Intensitas:

    Peganglah erat-erat! (Kualitatif)

    Pemuda-pemuda bergerak! (Kuantitatif)

    Memukul-mukul (Frekuensi)

Contoh Kata Ulang Berimbuhan

Ilustrasi contoh kata ulang berimbuhan. Sumber: Pexels/Amber Faust

Untuk memudahkan dalam memahami penggunaan atau fungsi dari kata ulang berimbuhan. Simak contoh kata ulang berimbuhan yang sudah dijadikan kalimat berikut ini.

  1. "Sudah berminggu-minggu mereka berdiri di istana negara."

    • Kata ulang berimbuhan: berminggu-minggu

    • Kata dasar: minggu

    • Imbuhan yang digunakan: ber-

  2. "Sosoknya masih menari-nari di pikiranku."

    • Kata ulang berimbuhan: menari-nari

    • Kata dasar: tari

    • Imbuhan yang digunakan: me-

  3. "Kami bersalam-salaman dengan mereka di Hari Raya Idul Fitri kemarin."

    • Kata ulang berimbuhan: bersalam-salaman

    • Kata dasar: salam

    • Imbuhan yang digunakan: ber-an

  4. "Mereka saling tarik-menarik tali tambang tersebut."

    • Kata ulang berimbuhan: tarik-menarik

    • Kata dasar: tarik,

    • Imbuahn yang digunakan: me- yang dibubuhkan pada lingga yang kedua (kata tarik yang terletak setelah tanda hubung (-) yang berubah menjadi menarik)

  5. "Mereka sedang melakukan tawar-menawar harga Sapi di Pasar Hewan."

    • Kata ulang berimbuhan: tawar-menawar

    • Kata dasar: tawar

    • Imbuhan yang digunakan: me- yang dibubuhkan pada lingga yang kedua (kata tawar yang terletak setelah tanda hubung (-) yang telah berubah menjadi menawar)

  6. "Pagi itu, saya mendengarkan dua ekor burung tengah bersahut-sahutan di atas dahan pohon."

    • Kata ulang berimbuhan: bersahut-sahutan

    • Kata dasar: sahut

    • Imbuhan yang digunakan: ber-an

  7. "Sudahlah, janganlah kau mengungkit-ungkit lagi masalah itu!"

    • Kata ulang berimbuhan: mengungkit-ungkit

    • Kata dasar: ungkit

    • Imbuhan yang digunakan: me-

  8. "Sudah berhari-hari dia tidak pulang ke rumah."

    • Kata ulang berimbuhan: berhari-hari

    • Kata dasar: hari

    • Imbuhan yang digunakan: ber-

  9. "Mari bersama-sama kita ciptakan lingkungan yang kondusif di kelurahan kita."

    • Kata ulang berimbuhan: bersama-sama

    • Kata dasar: sama

    • Imbuhan yang digunakan: ber-

  10. "Sudah berbulan-bulan lamanya dia merantau ke negeri asing."

    • Kata ulang berimbuhan: berbulan-bulan

    • Kata dasar: bulan

    • Imbuhan yang digunakan: ber-

  11. "Aku masih mencari-cari keberadaan gadis tersebut."

    • Kata ulang berimbuhan: mencari-cari

    • Kata dasar: cari

    • Imbuhan yang digunakan: me-

  12. "Janganlah kau terlalu membesar-besarkan masalah yang kecil itu."

    • Kata ulang berimbuhan: membesar-besarkan

    • Kata dasar: besar

    • Imbuhan yang digunakan: me-kan

  13. "Mereka berdesak-desakan untuk keluar dari kereta listrik tersebut."

    • Kata ulang berimbuhan: berdesak-desakan

    • Kata dasar: desak

    • Imbuhan yang digunakan: ber-an

  14. "Ayu sedang bermain rumah-rumahan bersama dengan adik saya yang bernama Tina."

    • Kata ulang berimbuhan: rumah-rumahan

    • Kata dasar: rumah

    • Imbuhan yang digunakan: -an

  15. "Janganlah kau berteriak-teriak di ruangan perpustakaan ini!"

    • Kata ulang berimbuhan: berteriak-teriak

    • Kata dasar: teriak

    • Imbuhan yang digunakan: ber-

  16. "Besok sering-seringlah main ke rumah ini."

    • Kata ulang berimbuhan: sering-seringlah

    • Kata dasar: sering

    • Imbuhan yang digunakan: -lah

  17. "Sebagai orang tua, hendaknya kita jangan membanding-bandingkan anak kita dengan anak orang lain."

    • Kata ulang berimbuhan: membanding-bandingkan

    • Kata dasar: banding

    • Imbuhan yang digunakan: me-kan

  18. "Berhati-hatilah agar tidak mudah tersesat."

    • Kata ulang berimbuhan: berhati-hatilah

    • Kata dasar: hati

    • Imbuhan yang digunakan: ber-lah

  19. "Kerjakan secepat-cepatnya agar kita bisa segera berangkat ke Jogja.

    • Kata ulang berimbuhan: secepat-cepatnya

    • Kata dasar: cepat

    • Imbuhan yang digunakan: se-nya

  20. "Mulai menari-nari seperti burung itu agar hatimu lebih senang."

    • Kata ulang berimbuhan: menari-nari

    • Kata dasar: nari

    • Imbuhan yang digunakan: me-

Baca juga: 15 Contoh Kata Umum dan Kata Khusus dalam Bahasa Indonesia

Dengan mengetahui contoh kata ulang berimbuhan beserta pengertian dan fungsinya yang telah dijelaskan di atas. Diharapkan pembaca dapat lebih memahami jenis kata ini dan dapat menambah kosakata dalam bahasa Indonesia. (MRZ)