Konten dari Pengguna

20 Contoh Krama Madya dalam Bahasa Jawa beserta Artinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh krama madya. Sumber: unsplash.com/FarhanAbas.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh krama madya. Sumber: unsplash.com/FarhanAbas.

Contoh krama madya dapat digunakan sebagai referensi bagi yang sedang meningkatkan keterampilan bahasa Jawa. Krama Madya tidak diperuntukkan pemula, namun tidak ada larangan untuk mempelajarinya.

Bahasa Jawa itu memiliki tingkatan-tingkatan yang tidak semata-mata ditentukan oleh usia lawan bicara. Karena itu, krama madya mungkin sedikit lebih sulit bagi yang baru mengenal bahasa Jawa.

Contoh Krama Madya dalam Bahasa Jawa

Ilustrasi contoh krama madya. Sumber: unsplash.com/FarhanAbas.

Dikutip dari Wiwara Pengantar Bahasa dan Kebudayaan Jawab, Harimurti Kridalaksana dan Kawan-kawan (2001:xxii), dalam bahasa Jawa ada tiga tingkat tutur, yaitu ngoko, madya dan kromo.

Ngoko adalah tingkatan terendah dengan lawan bicara yang sudah sangat akrab. Madya berada di antara ngoko dan krama untuk lawan bicara yang kurang akrab tapi sederajat. Sedangkan kromo terdiri dari andhap yang mengacu pada diri sendiri dan inggil untuk orang lain.

Tak jarang madya juga disebut krama madya karena lebih halus daripada ngoko. Berikut adalah contoh krama madya dan arti kalimat tersebut.

  1. Ibu tumbas seragam.

    Ibu membeli seragam.

  2. Kulo nyuwun pamit.

    Saya mohon pamit.

  3. Bapak kesah kalih ibu.

    Bapak pergi dengan ibu.

  4. Ibu kesah kalih adik.

    Ibu pergi dengan adik.

  5. Kulo nyuwun arto kangge jajan.

    Saya minta uang untuk jajan.

  6. Kulo kalih bapak badhe nuweni adik ten pesantren.

    Saya dan bapak akan menengok adik di pesantren.

  7. Bapak sampun nedha wau enjing.

    Bapak sudah makan tadi pagi.

  8. Kulo badhe sinau sekedap malih.

    Saya mau belajar sebentar lagi.

  9. Adik rewel mawon ket wau siang.

    Adik rewel terus sejak tadi siang.

  10. Sampeyan mawon ingkang makili rencang-rencang sedaya.

    Kamu saja yang mewakili teman-teman semua.

  11. Griya kulo namung wonten mriku.

    Rumah saya hanya di situ.

  12. Ibu mboten saged tilem mergi nembe sakit.

    Ibu tidak bisa tidur karena sedang sakit.

  13. Mugi-mugi sanes wedal saged kepanggih.

    Semoga di lain waktu bisa bertemu.

  14. Kulo mboten siyos medal mriku.

    Saya tidak jadi lewat situ.

  15. Menawi ndalu kulo ajrih sanget.

    Kalau malam saya takut sekali.

  16. Mbakyu kulo kesah ten Jakarta piyambakan.

    Kakak perempuan saya pergi ke Jakarta sendirian.

  17. Saksampunipun acara menika, rencang-rencang pinarak radi dangu.

    Setelah acara itu, teman-teman mampir agak lama.

  18. Niku gadhahanipun sinten?

    Itu punya siapa?

  19. Niku sanes gadhahan kulo.

    Itu bukan punya saya.

  20. Mangke kempal jam pinten?

    Nanti kumpul jam berapa?

Contoh krama madya di atas umumnya diucapkan kepada tetangga dekat, kenalan yang tidak terlalu akrab atau kenalan yang usianya lebih tua tapi jaraknya tidak terlalu jauh. Bahasa Jawa halus makin jarang diucapkan karena itu harus dilestarikan. (lus)

Baca juga: 3 Contoh Teks Deskripsi Bahasa Jawa