20 Contoh Purwakanthi Guru Sastra dalam Karya Sastra Jawa

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penggunaan purwakanthi dalam karya sastra Jawa masih ada sampai saat ini. Ada beberapa jenis purwakanthi, salah satunya adalah purwakanthi guru sastra. Contoh purwakanthi guru sastra memiliki susunan bunyi konsonan yang sama atau serupa di belakangnya.
Umumnya, susunan kata yang ada di dalam purwakanthi lebih ringkas sehingga kata yang disampaikan terlihat indah dan mudah diingat. Hingga saat ini, masyarakat Jawa masih menggunaan ungkapan purwakanthi dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian Purwakanthi Guru Sastra
Kata purwakanthi berasal dari bahasa Jawa, yaitu purwa yang berarti awalan dan kanthi yang berarti mengulang. Mengutip dari buku Unsur-unsur Budaya Dalam Babad Sekaten, Mulyono Atmosiswartoputra (2021:201), purwakanthi adalah permainan bunyi atau kata dalam suatu karangan atau kalimat yang dipergunakan agar karangan atau kalimat tersebut menjadi indah atau lebih indah.
Dalam sastra Jawa, purwakanthi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu purwakanthi guru swara (rima suara), purwakanthi guru sastra (rima konsonan), dan purwakanthi basa. Istilah purwakanthi guru sastra mengacu pada perulangan konsonan atau runtun konsonan pada kata dalam satu baris, baik secara beruntun maupun berseling.
Susunan kata yang memiliki perulangan bunyi ini membuat ungkapan terkesan lebih ringkas. Tak heran jika penerapan purwakanthi dalam karya sastra memudahkan seseorang untuk mengingatkannya.
Contoh Purwakanthi Guru Sastra
Agar lebih jelas memahami purwakanthi sebagai salah satu karya sastra Jawa, inilah beberapa contoh purwakanthi guru sastra yang dapat dipahami.
Asah, asih, asuh.
Sepi sepa lir sepah samun.
Ruruh, rereh, ririh mrin resep para miyarsi.
Aja dhemen memada sameng dumadi.
Sing weweh bakal wuwuh.
Laras, lurus, leres, laris.
Anggereng anggung gumunggung.
Setya budya pangekesing dur angkara.
Tindak tanduke tansah titi ngati-ati
Babat, bibit, bubut, bebet.
Ngelmu iku kelakone kanthi laku.
Sing sapa goroh growah
Janji jujur jajahane mesthi maju.
Tata titi tutug tatag tanggung tertib
Pucung arane puniki
Ruruh, rereh, ririh ing wewarahipun.
Tindak tanduk, tutur kang kalantur
Yen wis tuwa kaluwake pisah-pisah.
Sluman, slumun, slamet.
Saya suwe saya sumengka.
Baca juga: 16 Contoh Purwakanthi Lumaksita dalam Bahasa Jawa
Contoh purwakanthi guru sastra dalam bahasa Jawa penting untuk dipahami. Dengan memahami jenis purwakanthi tersebut, maka akan memudahkan seseorang dalam memahami jenis purwakanthi yang lainnya. (NTA)
