3 Contoh Siklus Materi yang Bisa Ditemukan dalam Kehidupan

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh siklus materi yang bisa ditemukan dalam kehidupan salah satunya siklus air. Siklus ini secara garis besar terdiri dari 4 tahap yaitu evaporasi, kondensasi, prespitasi, dan infiltrasi.
Pada dasarnya siklus materi merupakan pertukaran atau perubahan yang terus menerus terjadi, antar komponen biosfer yang hidup dengan yang tidak hidup. Hal ini membutikan bahwa setiap ekosistem saling berkorelasi.
Contoh Siklus Materi dalam Kehidupan
Dikutip dalam buku TOP ONE SBMPTN SAINTEK 2019: Bedah Kisi-kisi Materi SBMPTN oleh Forum Tentor Indonesia (2018:921) siklus materi merupakan siklus perputaran unsur dalam senyawa kimia yang menyusun makhluk hidup dan benda mati. Beberapa contoh siklus materi ialah siklus air, siklus karbon, dan siklus nitrogen, berikut penjelasannya.
1. Siklus Air
Siklus air yaitu sirkulasi air yang tidak berkesudahan dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer. Dengan adanya siklus ini, hampir semua tempat di permukaan bumi mendapatkan air dengan tahapan yaitu:
Evaporasi: Energi matahari menyebabkan air dari lautan, sungai, dan danau menguap ke atmosfer.
Kondensasi: Perubahan air dari gas menjadi cair, akibatnya air akan berkumpul membentuk awan hitam yang siap turun sebagai hujan ketika mencapai titik jenuh.
Presipitasi: Air jatuh ke permukaan bumi, dan lantas mengisi sungai, danau, dan lautan.
Infiltrasi: Meresapnya air hujan yang jatuh ke tanah. Air yang meresap akan menjadi sumber air tanah atau mengalir ke sungai dan akhirnya ke lautan.
2. Siklus Karbon
Siklus karbon yaitu aliran karbon yang melewati semua bagian di dalam sistem planet bumi yang terjadi secara alami. Siklus ini dapat menjaga keseimbangan konsentrasi karbon pada atmosfer, laut dan permukaan bumi. Adapun siklus karbon yaitu:
Unsur karbon di udara dalam bentuk CO2 yang diserap oleh tumbuhan diubah menjadi karbohidrat (glukosa) melalui proses fotosintesis.
Pada produsen maupun konsumen, glukosa dibentuk menjadi persenyawaan lain dengan melepas CO2 pada waktu bernapas.
Produsen dan konsumen yang telah mati akan diurai oleh bakteri pengurai, sehingga dihasilkan CO2 yang juga dikembalikan ke udara.
Selain itu, di laut sebagian besar karbon ditemukan pada kerang dan binatang berkulit keras lainnya dalam bentuk kalsium karbonat (CaCO³).
Pada saat organisme tersebut mati beberapa deposit karbon tersebut menjadi bagian dari terumbu karang atau batuan berkapur, sementara yang lainnya menjadi bahan bakar fosil.
Bahan bakar fosil yang digunakan selanjutnya akan melepas karbon kembali ke udara, dan siklus pun dimulai lagi.
3. Siklus Nitrogen
Siklus nitrogen adalah siklus berubahnya nitrogen menjadi berbagai bentuk zat kimia saat bersirkulasi di antara ekosistem atmosfer, daratan, dan laut. Ada 5 proses daur nitrogen, yaitu:
Fiksasi: Proses perubahan nitrogen (N2) di udara bebas menjadi amonia (NH3).
Nitrifikasi: Proses perubahan amonia menjadi nitrat yang menghasilkan gas amonia bersifat racun bagi tanaman.
Asimilasi: Proses pembentukan asam amino dari nitrogen anorganik. Melalui proses inilah nantinya nitrogen akan masuk ke dalam siklus rantai makanan pada sebuah ekosistem.
Amonifikasi: Pelepasan nitrogen yang ada di bahan organik ke tanaman atau hewan yang telah mati. Nantinya, senyawa nitrogen bebas berubah menjadi amonium yang kemudian menghasilkan amonia untuk berbagai proses biologis lainnya.
Denitrifikasi: Proses senyawa nitrogen kembali ke atmosfer dengan mengubah nitrat menjadi gas nitrogen.
Itu tadi penjelasan 3 contoh siklus materi yang bisa ditemukan dalam kehidupan mulai siklus air, karbon, dan nitrogen. Ketiga siklus tersebut saling melakukan daur ulang material ke lingkungan. (MRZ)
Baca juga: Siklus Rantai Makanan di Hutan dan Contohnya
