25 Contoh Kerata Basa Jawa beserta Arti yang Sering Digunakan

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Akronim tidak hanya dipelajari oleh siswa dalam Bahasa Indonesia saja, melainkan juga dalam bahasa Jawa. Akronim dalam bahasa Jawa disebut dengan kerata basa dan contoh kerata basa salah satunya adalah sirah yang berarti isinya roh.
Adapun sebutan lain dari kerata basa adalah jarwa dhosok yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti permainan kata. Tentu saja di pelajaran bahasa Jawa, siswa akan belajar mengenai kerata basa.
Contoh Kerata Basa dan Artinya
Mengutip dari buku Membaca dan Membaca Lagi: (Re)Interpretasi Fiksi Indonesia 1980-1995, Pamela Alien, (2004:109), pengertian kerata basa adalah berasal dari linguistik bahasa Jawa. Kata kerata artinya asal usul dan basa artinya adalah bahasa.
Jadi, pengertian kerata basa adalah kata berdasarkan asal-usulnya dalam bahasa Jawa. Dulu hingga sekarang, kerata basa sering diucapkan dalam interaksi sehari-hari bahkan diterapkan dalam permainan kata.
Agar lebih mudah memahami apa yang dimaksud dengan kerata basa, bisa simak beberapa contoh kerata basa dan arti di bawah ini.
Sirah = isinya roh
Guru = digugu lan ditiru
Gusti = bagusing ati
Bocah = mangane kaya kebo atau pagaweane ora kecacah
Mantu = dieman-eman meksa metu
Sepuh = sabdane ampuh
Buta = kalbusing ora ditata
Cangkem = yen orang dicangcangora mingkem
Tebu = antebing kalbu
Lemah = tileme menusa
Kangkung = ingkang linangkung
Bapak = bab apa-apa pepak
Sekuter = sambi sedheku mlayu banter
Anak = karep apa-apa kudu aan lan enak
Kuping = kaku njepiping
Desember = gedhe-gedhene sumber
Januari = hujan saben hari
Batur = embat-embate tutur
Cangkir = nyancang pikir
Weteng = ruwet tur peteng
Garwa = sigaraning nyawa
Tandur = noto karo mundur
Tayup = ditata supaya guyup
Tumpeng = tumindak sing lempeng
Saru = kasar lan keliru
Contoh kerata basa Jawa di atas adalah kata-kata yang sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki makna tertentu dalam masyarakat Jawa. Kata-kata tersebut diajarkan secara turun temurun kepada anak dan cucu. (GTA)
Baca Juga: 20 Contoh Soal UKK Bahasa Jawa Kelas 2 Semester 2 dan Kunci Jawaban
