3 Alasan Mengapa Bioteknologi Menggunakan Makhluk Hidup

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sesuai dengan namanya ternyata ada tiga alasan mengapa bioteknologi menggunakan makhluk hidup dalam proses inovasi membantu kehidupan manusia. Dari segi definisi sedikit banyak diketahui bahwa bioteknologi mengacu pada kombinasi biologi dan teknologi.
Cakupan bioteknologi sangat luas karena tidak hanya fokus pada empat bidang yakni kedokteran, pertanian, energi, dan lingkungan. Bioteknologi juga bisa dikembangkan untuk kebutuhan lainnya seperti industri bahan bakar.
Mengapa Bioteknologi Menggunakan Makhluk Hidup
Jawaban mengapa bioteknologi menggunakan makhluk hidup sebenarnya sudah bermula sejak pertama kali terma itu ditemukan. Dikutip dari Pengantar Bioteknologi (Teori & Aplikasi), Endik Deni Nugroho, (2021:4), bioteknologi pertama kali dikemukakan oleh Karl Ereky, seorang insinyur Hongaria pada tahunu 1917. Saat itu dia mendeskripsikan produksi babi dalam skala besar dengan menggunakan bit gula sebagai sumber pakannya.
Terlihat jelas bioteknologi merupakan sebuah cabang ilmu biologi dan teknologi yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup seperti bakteri, fungi, virus, dan lain-lain. Bioteknologi juga memberdayakan produk dari makhluk hidup seperti protein bioaktif, enzim, vitamin, asam basa organik, dan lain-lain.
Kini bioteknologi berkembang pesat. Hal itu terlihat melalui ditemukannya berbagai teknologi seperti rekayasa genetika, kultur jaringan, rekombinasi DNA dan kloning.
Tentu saja kemajuan bioteknologi, baik konvensional dan modern, tetap digantungkan pada pemanfaatan makhluk hidup. Jadi perlu diketahui mengapa bioteknologi menggunakan makhluk hidup dalam prosesnya, berikut ini jawabannya.
Elemen penting manusia, makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan ternak merupakan elemen penting bagi kehidupan manusia. Keberadaan tumbuhan dan hewan ternak diyakini mampu memperbaiki hidup dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi manusia.
Interaksi dengan teknologi, makhluk hidup selalu berinteraksi dengan teknologi. Makhluk hidup memiliki kemampuan interaksi yang sangat baik dengan teknologi. Bahkan makluk hidup paling kecil seperti mikroorganisme bisa berinteraksi dengan teknologi. Dari situlah bioteknologi selalu mengandalkan makhluk hidup dalam setiap inovasi yang dilakukan.
Rekayasa genetik, bioteknologi menghasilkan banyak inovasi dengan melakukan rekayasa gentik. Setiap makhluk hidup memiliki genetik. Kondisi itu yang kemudian dimanfaatkan oleh manusia untuk melakukan rekayasamenggunakan bioteknologi agar bisa menghasilkan produk sesuai yang dibutuhkan masyarakat banyak.
Baca juga : 4 Contoh Bioteknologi di Bidang Peternakan
Perkembangan bioteknologi merupakan salah satu dari keajaiban dari sains. Kehadiran ilmu pengetahuan membuat masyarakat bisa memaksimalkan dan berinovasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan konservasi sumber daya alam yang sangat terbatas.
Bioteknologi memungkinkan manusia mendapatkan sumber daya alam baru yang bisa dimanfaatkan untuk produktivitas dan memperpanjang keberlangsungan hidup manusia.
