Konten dari Pengguna

3 Batuan Penyusun Kerak Bumi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi batuan penyusun kerak Bumi. Sumber: Pixabay/TheDigitalArtist
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi batuan penyusun kerak Bumi. Sumber: Pixabay/TheDigitalArtist

Batuan penyusun kerak Bumi di antaranya yaitu batuan beku yang berasal dari magma pijar yang membeku menjadi padat. Jenis batuan ini mengandung mineral utama berupa mineral silikat, seperti kuarsa (silikon dioksida).

Kerak bumi adalah lapisan terluar Bumi yang tersusun atas zat padat yang disusun oleh mineral dan batuan yang terbentuk lewat proses alamiah. Lapisan ini termasuk lapisan paling tipis yang terdiri dari berbagai unsur kimia seperti oksigen, natrium, kalium, dan lainnya.

Batuan Penyusun Kerak Bumi

Ilustrasi batuan penyusun kerak Bumi. Sumber: Pixabay/Hans

Kerak bumi atau litosfer tersusun atas benda padat, gas, dan cair, dengan benda padat berupa batuan menjadi unsur penyusun terbesar dari lapisan ini.

Dikutip dalam buku Geografi 1 SMA Kelas X oleh Yusman Hestiyanto (2022:59-62) batuan penyusun kerak Bumi yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Berikut penjelasannya.

1. Batuan Beku

Batuan beku (igneous rock) adalah batuan yang terbentuk dari magma yang membeku. Secara umum batuan beku mempunyai ciri-ciri homogen dan kompak, tidak ada pelapisan, dan umumnya tidak mengandung fosil. Batuan beku dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu:

  1. Berdasarkan Tempat Pembekuan

    Berdasarkan tempat pembekuannya batuan beku dibedakan menjadi tiga yaitu:

    • Batuan beku dalam: Batuan beku yang terbentuk jauh di bawah permukaan Bumi, yaitu pada kedalaman 15-50 km.

    • Batan beku (gang): Batuan beku gang terbentuk di daerah korok atau celah kerak bumi sebelum magma sampai ke permukaan bumi.

    • Batuan beku luar: Batuan yang terbentuk di permukaan Bumi. Batuan ini disebut juga dengan batuan lelehan.

  2. Berdasarkan Mineral Penyusun

    Berdasarkan mineral penyusunnya batuan beku dibedakan menjadi dua yaitu:

    • Batuan beku mineral ringan: Batuan beku yang tersusun atas mineral-mineral ringan biasanya berwarna terang, mudah pecah, dan banyak mengandung silikat sehingga termasuk batuan yang bersifat asam.

    • Batuan beku mineral berat: Batuan beku yang tersusun atas mineral-mineral berat biasanya berwarna gelap, sukar pecah, dan kandungan silikatnya sedikit, sehingga termasuk batuan yang besifat basa.

2. Batuan Sedimen

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk karena adanya proses pengendapan (sedimentasi). Butir-butir batuan sedimen berasal dari berbagai macam batuan melalui proses pelapukan, baik pelapukan oleh angin maupun air. Macam-macam batuan sedimen yaitu:

  1. Menurut Tenaga yang Mengendapkan

    • Batuan sedimen akuatis: Batuan yang berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh air sungai, danau, atau air hujan.

    • Batuan sedimen aeolis (aeris): Batuan yang berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh angin.

    • Batuan sedimen glasial: Batuan yang berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh gletser.

  2. Menurut Tempat Pengednapan

    • Batuan sedimen tersitris: Batuan yang diendapkan di darat.

    • Batuan sedimen marine: Batuan yang diendapkan di laut.

    • Batuan sedimen limnis: Batuan yang diendapkan di danau.

    • Batuan sedimen fluvial: Batuan yang diendapkan di sungai.

    • Batuan sedimen glasial: Batuan yang diendapkan di daerah-daerah yang terdapat es atau glester.

  3. Menurut Cara Pengendapan

    • Batuan sedimen mekanis: Batuan yang diendapkan secara mekanik tanpa mengubah susunan kimianya.

    • Batuan sedimen kimiwi: Batuan yang diendapkan secara kimia.

    • Batuan sedimen organik: Batuan yang diendapkan melalaui kegiatan organik.

3. Batuan Malihan (Metamorf)

Batuan metamorf adalah batuan yang telah mengalami perubahan, baik secara fisik maupun secara kimiawi sehingga menjadi berbeda dari batuan induknya. Batuan metamorf dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

  1. Metamorf kontak: Batuan yang berubah karena pengaruh suhu yang sangat tinggi. Contohnya batu batolit, stock, lakolit, sill, dan dike.

  2. Metamorf dinamo: Batuan yang berubah karena pengaruh tekanan sangat tinggi, dalam waktu sangat lama, dan dihasilkan dari proses pembentukan kulit Bumi oleh tenaga endogen. Contohnya batu sabak.

  3. Metamorf pneumatlitis kontak: Batuan yang berubah karena pengaruh gas-gas dari magma. Contohnya kuarsa dengan gas borium berubah menjadi turmalin (sejenis permata).

Baca juga: Ciri-Ciri Kerak Bumi dan Fungsi Utamanya

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan terdapat 3 jenis batuan penyusun kerak Bumi yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Tiga jenis batuan tersebut memiliki ciri dan proses pembentukannya yang berbeda-beda. (MRZ)