Konten dari Pengguna

3 Cerita Rakyat Jawa Timur Singkat

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cerita Rakyat Jawa Timur. Sumber: Pexels/Rohman Obet
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cerita Rakyat Jawa Timur. Sumber: Pexels/Rohman Obet

Setiap daerah di Indonesia memiliki cerita rakyat yang menjadi warisan budaya di daerah tersebut. Seperti di provinsi paling timur Pulau Jawa yang memiliki banyak cerita rakyat Jawa Timur yang melegenda dan turun temurun diwariskan masyarakat.

Cerita rakyat menjadi salah satu media komunikasi budaya, yang mempunyai nilai luhur dengan karakteristiknya. Cerita ini biasanya mengandung nilai-nilai budaya, moral, dan kearifan lokal yang mencerminkan kehidupan, kepercayaan, dan adat istiadat suatu daerah.

Cerita Rakyat Jawa Timur

Ilustrasi Cerita Rakyat Jawa Timur. Sumber: Pexels/Sergey Guk

Mengutip buku Bahasa Indonesia Kelas 5 Sekolah Dasar, Engkos Kosasih, dkk (2007:2), cerita rakyat adalah cerita dari zaman dahulu yang hidup di kalangan rakyat dan diceritakan secara lisan. Cerita rakyat biasa dikenal juga sebagai dongeng atau legenda.

Cerita rakyat sering kali digunakan sebagai sarana untuk mengajarkan kearifan lokal, menjelaskan asal-usul suatu tempat, atau memberikan pelajaran hidup yang bermanfaat. Berikut ini beberapa cerita rakyat Jawa Timur yang dapat dijadikan sebagai bahan bacaan.

1. Asal-usul Surabaya

Dahulu kala, hidup dua penguasa air bernama Sura, seekor hiu dan Baya, seekor paus. Keduanya awalnya berteman, tetapi karena saling berebut makanan, persahabatan yang terjalin berubah menjadi permusuhan.

Perebutan makanan terus terjadi hingga kedua membagi wilayah kekuasaan. Sura menguasai laut, sementara Baya menguasai sungai. Perjanjian tetap bertahan sampai Sura diam-diam menjadi mangsa di daerah kekuasaan Baya. Alhasil, pertempuran hidup dan mati antara kedua hewan tadi terjadi.

Sebagian legenda mengisahkan pertempuran itu membuat kali mas memerah. Insiden ini lantas mengilhami penamaan Jembatan Merah di Surabaya. Legenda ini juga disebut jadi asal-usul sebutan kota Surabaya.

2. Cindelaras

Di Kerajaan Jenggala, Raja Raden Putra memiliki dua istri: permaisuri yang baik hati dan selir yang iri hati. Selir menyusun rencana jahat bersama tabib, menuduh permaisuri berniat meracuni raja. Akibatnya, permaisuri diusir ke hutan.

Di hutan, permaisuri melahirkan seorang putra bernama Cindelaras. Cindelaras tumbuh menjadi pemuda tampan dan gagah. Suatu hari, ditemukan sebutir telur yang menetas menjadi ayam jago ajaib. Ayam tersebut selalu memenangkan pertarungan, membuat nama Cindelaras dikenal luas.

Kabar tentang Cindelaras dan ayamnya sampai ke telinga Raja. Raja menantangnya bertaruh, dengan syarat: jika kalah, Cindelaras dipenjara; jika menang, Raja menyerahkan seluruh hartanya. Ayam Cindelaras menang, dan kebenaran terungkap bahwa Cindelaras adalah putra Raja. Selir dihukum, permaisuri dijemput kembali ke istana, dan Cindelaras diangkat menjadi putra mahkota.

3. Keong Mas

Raja Kerajaan Daha memiliki dua putri, Dewi Galuh dan Candra Kirana. Candra Kirana yang berparas cantik memikat hati Pangeran Inu Kertapati dari Kerajaan Kahuripan, yang segera melamarnya. Iri dengan kecantikan adiknya, Dewi Galuh meminta penyihir mengutuk Candra Kirana menjadi keong mas.

Keong Mas dibuang ke sungai, dengan kutukan yang hanya bisa terlepas jika ditolong oleh orang tulus. Aliran sungai membawa Keong Mas ke kampung terpencil, tempat seorang nenek tua mengambilnya karena terpikat keindahan cangkangnya. Keong Mas di rumah nenek sering berubah menjadi Candra Kirana, yang diam-diam membersihkan rumah dan memasak makanan. Rahasia ini akhirnya terungkap ketika nenek memergoki Candra Kirana dalam wujud manusia, dan Candra Kirana menceritakan kutukannya. Nenek berjanji membantu.

Pangeran Inu Kertapati tetap setia mencari Candra Kirana. Dalam pengembaraan, Inu Kertapati mengalahkan penyihir yang terus berusaha menyesatkannya. Akhirnya, Inu Kertapati menemukan Candra Kirana, kutukan pun sirna, dan keduanya bersatu kembali.

Berbagai cerita rakyat Jawa Timur ini tidak hanya menghibur tetapi juga mengandung nilai-nilai moral yang dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Cerita rakyat sering menjadi bagian penting dari identitas budaya suatu kelompok atau daerah. (BAI)

Baca Juga: 10 Judul Cerita Rakyat dan Asal Daerahnya serta Pesan Cerita