3 Ciri-Ciri Teks Editorial beserta Struktur Penulisan dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ragam jenis teks dalam pelajaran Bahasa Indonesia kadang membuat orang bingung. Salah satunya adalah mengenali ciri-ciri teks editorial. Jenis teks editorial merupakan teks yang sistematis dan logis untuk kepentingan beropini.
Memang bagi sebagian besar orang kurang memahami jenis teks editorial. Oleh sebab itu, penjelasan mengenai ciri umum, struktur penulisan, dan contohnya perlu dipelajari agar semakin paham.
Ciri-Ciri Teks Editorial
Mengutip dari buku CCM Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia SMA dan MA Rangkuman Bahasa Indonesia SMA MA SBMPTN karya Tomi Rianto (2019:187), teks editorial/ opini/ tajuk rencana adalah teks yang berupa opini/argumentasi yang ditulis dengan karangan yang berisi sejumlah permasalahan aktual di masyarakat.
Baca juga: Jenis-jenis Teks dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia
Umumnya, teks editorial bersifat aktual (asli) yang berisi analisis subjektif berdasarkan fakta dan data. Adapun ciri-ciri teks editorial antara lain:
Tema tulisan selalu hangat dan berdasarkan fakta (aktual dan faktual).
Bersifat sistematis dan logis.
Kalimat yang digunakan singkat, padat dan jelas.
Struktur dan Contoh Teks Editorial
Dikutip dari repositori.kemdikbud.go.id, teks editorial termasuk ke dalam jenis teks eksposisi, seperti halnya ulasan dan teks-teks sejenis diskusi. Dengan demikian, struktur umum dari teks editorial meliputi pengenalan isu (tesis), argumentasi, dan penegasan.
1. Pengenalan Isu
Bagian pendahuluan teks editorial yang memiliki fungsi sebagai perkenalan terhadap isu yang akan dibahas. Isinya akan menjelaskan peristiwa yang didukung dengan teori kemudian dikukuhkan dengan argumen penulis.
Meskipun terdapat argumen di dalam pengenalan isu, namun tetap teks harus bersifat faktual atau sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.
2. Penyampaian Pendapat/Argumen
Bagian inti dari teks editorial ini isinya membahas tanggapan redaksi terhadap isu yang ada. Wajib ada bukti kuat yang mendukung alasan dan pendapat yang disampaikan.
Bukti berupa referensi yang dapat dipertanggungjawabkan entah itu hasil penelitian, jurnal, pernyataan ahli yang relevan dengan topik yang dibahas serta foto dan bukti pendukung lainnya yang kredibel.
3. Penegasan
Penegasan dalam teks editorial berupa simpulan, saran atau rekomendasi. Di dalamnya juga terselip harapan redaksi kepada para pihak terkait dalam menghadapi atau mengatasi persoalan yang terjadi dalam isu tersebut.
Pernyataan/penegasan ulang pendapat, berisi penegasan ulang pendapat yang didukung oleh fakta untuk memperkuat atau menegaskan keseluruhan isi teks editorial. Contoh teksnya adalah sebagai berikut.
Beberapa lini fesyen / aksesori di AS masih menggantungkan produksi di Cina. Pada Mei 2019 lalu, South China Morning Post melaporkan bahwa salah satu penyebab ketergantungan produksi di Cina karena belum ada negara yang mampu menyaingi kemampuan produksi barang di negara tersebut baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Salah satu penyebabnya, negara-negara tersebut belum memiliki alat produksi secanggih Cina.
Demikian informasi tentang ciri-ciri teks editorial dalam bahasa Indonesia. (IMA)
