3 Contoh Benda yang Terbuat dari Tanah Liat

Ragam Info
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh salah satu benda yang terbuat dari tanah liat adalah batu bata yang dibuat dengan cara dibakar. Penggunaan batu bata banyak digunakan untuk aplikasi teknik sipil seperti dinding pada bangunan perumahan, bangunan gedung, pagar, saluran, maupun pondasi.
Tanah liat atau lempung adalah partikel mineral berkerangka dasar silikat yang memiliki sifat lengket. Saat tanah liat sedang basah, tanah ini bisa dibentuk-bentuk dengan lebih mudah. Akan tetapi jika tanah sudah mengering akan mengeras dan menjadi gumpalan.
Mengetahui Apa Itu Tanah Liat
Dikutip dalam buku Mengenal Kerajinan Keramik oleh Yanita Nur Indah Sari (2022:21-22) tanah liat merupakan hasil pelapukan dari batuan keras (batuan beku) dan merupakan batuan endapan. Unsur-unsur yang terkandung dalam tanah liat sebagian besar ditemukan pada kerak bumi. Unsur-unsur tersebut antara lain silikat dan aluminium.
Unsur-unsur tersebut juga yang menentukan sifat dari tanah liat ketika kering dan basah. Saat kering, tanah ini membentuk gumpalan kering dan menjadi lengket apabila terkena air. Hal tersebut tergantung dari jenis mineral yang mendominasi di dalamnya.
Tanah liat memiliki beberapa sifat antara lain ukurannya yang kecil dan halus, kenaikan air kapiler tinggi, permeabilitas rendah, kohesif, tingginya kadar kembang susut, serta proses konsolidasi yang lambat.
Contoh Benda yang Terbuat dari Tanah Liat
Contoh benda yang terbuat dari tanah liat dapat ditemukan di kehidupan sehar-hari dengan mudah, misalnya seperti batu bata sebagai dinding rumah, keramik ayng terdapat pada lantai, dan lainnya. Adapun penjelasannya sebagai berikut.
1. Batu Bata
Bata bata termasuk dari sekian jenis material konstruksi yang sering digunakan sebagai bahan pembuat dinding. Batu bata terbuat dari tanah lempung (tanah liat) yang dibakar sampai berwarna kemerah-merahan. Cara membuatnya yaitu:
Siapkan tanah liat yang merupakan bahan baku pembuatan batu bata.
Bersihkan tanah liat tersebut dari kerikil, sampah atau batu kecil.
Beri sedikit air.
Aduk sehingga menjadi adonan siap cetak.
Cetak adonan tanah liat menggunakan cetakan atau mesin press sehingga berbentuk kotak persegi panjang. Cetakan batu bata biasanya terbuat dari kayu yang secara sederhana dibuat menjadi kotak.
Keluarkan dari cetakan.
Taburkan abu atau pasir atau serbuk bata merah.
Jemur di bawah matahari sampai kering.
Bakar di dalam tungku pembakaran.
Pendinginan bata menggunakan suhu ruang.
Batu bata siap digunakan.
2. Keramik
Keramik adalah material bangunan yang berasal dari tanah liat yang telah melewati beberapa proses, mulai dari pengolahan bahan, pembakaran tanah liat, hingga proses menambahkan dekorasi di permukaannya. Cara membuat keramik yaitu:
Siapkan tanah liat (kaolin), air, saringan, mixer pengaduk tanah, filter (saringan), wadah penyimpanan keramik, dan tungku pembakaran.
Campur tanah liat dan air, kemudian aduk sampai tercampur sempurna dan disaring dalam kondisi basah.
Jemur campuran tanah liat selama satu sampai dua minggu dan disimpan dalam plastik supaya terlindung dari paparan cahaya matahari.
Pembentukan keramik sesuai keinginan yang dapat digunakan dengan 3 teknik yaitu:
Handbuilding: pembentukan keramik menggunakan tangan.
Throwing: pembentukan keramik dengan teknik putar di atas mesin.
Casting: pembentukan keramik menggunakan cetakan dan dianggap sebagai teknik termudah.
Keringkan keramik yang sudah dibentuk agar kandungan air di dalamnya hilang. Ada tiga tahap dalam proses pengeringan keramik, yaitu penguapan air, penghilangan air dari pori-pori, dan penghilangan air yang diserap dalam keramiknya.
Masukkan keramik ke tungku pembakaran. Tungku pembakaran disetel dalam suhu tinggi, yaitu 700°C sampai 1.000°C, kemudian keramik dibakar selama 9 jam.
Diamkan hingga suhu mencapai suhu ruang.
Tambahkan dekorasi pada permukaannya dengan cara diampelas, diberi hiasan, dan diwarnai hingga menghasilkan tampilan dekoratif cantik di permukaannya.
Masukkan kembali keramik ke tungku pembakaran dan dibakar pada suhu 1.220°C selama 10 jam.
Keramik siap dikemas untuk dipasarkan, dipasang sebagai ubin lantai atau dinding, atau digunakan sebagai barang dekorasi.
3. Guci
Guci adalah karya seni keramik yang memiliki banyak fungsi tergantung bagaimana si pemilik memperlakukannya. Guci bisa digunakan sebagai pajangan, tempat air, pot bunga, tempat payung, dan lain sebagainya. Cara membuatnya yaitu:
Siapkan tanah liat, air, alat ukur, alat penggiling, alat pembentuk, dan kain.
Basahi tanah liat dengan air dan pastikan tanah liat tercampur dengan air secara merata.
Biarkan tanah liat dan air tercampur selama beberapa menit sampai tanah liat menjadi lembut dan mudah dibentuk.
Haluskan tanah liat dengan menggunakan alat penggiling sampai tidak ada gumpalan-gumpalan di dalamnya.
Mulailah membentuk guci sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Gunakan alat pembentuk untuk membentuk tanah liat menjadi guci.
Pastikan bentuk guci rata dan tidak pecah.
Biarkan guci mengering selama beberapa jam. Jangan lupa untuk membungkus guci dengan kain untuk mencegah guci pecah saat dalam proses pengeringan.
Bakar guci di atas api atau menggunakan oven. Pastikan suhu pembakaran tidak terlalu tinggi agar guci tidak pecah.
Biarkan guci dalam proses pembakaran selama beberapa jam sampai guci benar-benar matang.
Warnai guci sesuai dengan selera menggunakan cat atau pewarna yang aman untuk menghindari zat berbahaya.
Biarkan guci kering setelah diwarnai.
Guci dari tanah liat siap digunakan sebagai hiasan atau sebagai wadah untuk menyimpan barang.
Baca juga: 10 Manfaat Tanah Liat untuk Kesehatan dan Rumah Tangga
Itu tadi 3 contoh benda yang terbuat dari tanah liat. Jika dilihat dari cara membuatnya, untuk menghasilkan benda tersebut memakan waktu yang cukup lama bahkan berhari-hari. Namun hasilnya sangat berguna sebagai pelengkap kebutuhan manusia. (MRZ)
