Konten dari Pengguna

3 Contoh Bilangan Heksadesimal beserta Pengertiannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Bilangan Heksadesimal beserta Pengertiannya, foro:pixaby
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Bilangan Heksadesimal beserta Pengertiannya, foro:pixaby

Bilangan heksadesimal merupakan salah satu sistem bilangan yang digunakan dunia digital ataupun dalam program yang berguna untuk mempermudah penulisan. Oleh karena itu, perlu untuk mengetahui beberapa contoh bilangan heksadesimal beserta pengertiannya.

Fungsi dari bilangan tersebut biasa digunakan untuk kode warna pada HEX dan RNB, spasi pada alamat URL, dan melakukan pengalamatan memory. Di mana bilangan heksadesimal mempunyai bilangan yang berbasis 16, artinya dalam bilangan tersebut mempunyai 16 digit.

Penjelasan Pengertian Bilangan Heksadesimal

Ilustrasi Penjelasan Pengertian Bilangan Heksadesimal, foto:pexels

Mengutip dari buku Kitab Trik Excel 2010, Jubilee Enterprise (2010:214), bilangan heksadesimal merupakan sistem penulisan sebuah bilangan yang tersusun atas 16 bilangan. Susunan tersebut, yaitu angka mulai 0 sampai 9 dan enam huruf mulai A sampai F.

Di mana 6 huruf tersebut masing-masing mewakili sebuah angka desimal yang berbeda. Berikut adalah penjelasannya.

  • Huruf A dipakai untuk mewakili angka 10 pada bilangan desimal.

  • Huruf B dipakai untuk mewakili angka 11 pada bilangan desimal.

  • Huruf C dipakai untuk mewakili angka 12 pada bilangan desimal.

  • Huruf D dipakai untuk mewakili angka 13 pada bilangan desimal.

  • Huruf E dipakai untuk mewakili angka 14 pada bilangan desimal.

  • Huruf F dipakai untuk mewakili angka 15 pada bilangan desimal.

Kumpulan Contoh Bilangan Heksadesimal

Ilustrasi Kumpulan Contoh Bilangan Heksadesimal, foto:pexels

Sebuah sistem bilangan, seperti bilangan heksadesimal digunakan dalam metode penomoran yang akan digunakan dalam penulisan besaran dari nilai ataupun angka yang ada.

Untuk lebih memahami terkait contoh dari bilangan tersebut, berikut adalah beberapa contoh bilangan heksadesimal.

1. Contoh 1

Contoh pertama, yaitu bilangan heksadesimal 5C6. Bilangan tersebut jika diubah pada bilangan desimal bernilai 1478. Penjelasan dari pernyataan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Angka 5 berada pada posisi “16 x 16”, sehingga berarti 5 x 16 x 16.

  2. Huruf C mewakili angka 12, dan angka 12 berada pada posisi “16 x 16”. Sehingga berarti 12 x 16.

  3. Angka 6 berada pada posisi 1, sehingga berarti tetap 6.

  4. Sehingga 5C6 = 5 X 16 X 16 + 12 x 16 + 6 = 1478 (dalam bilangan desimal)

2. Contoh 2

Contoh selanjutnya, yaitu bilangan heksadesimal 3C5. Bilangan tersebut jika diubah pada bilangan desimal bernilai 965. Penjelasan dari pernyataan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Angka 3 berada pada posisi “16 x 16”, sehingga berarti 3 x 16 x 16.

  2. Huruf C mewakili angka 12, dan angka 12 berada pada posisi “16 x 16”. Sehingga berarti 12 x 16.

  3. Angka 5 berada pada posisi 1, sehingga berarti tetap 6.

  4. Sehingga 3C5 = 3 X 16 X 16 + 12 x 16 + 6 = 965 (dalam bilangan desimal)

3. Contoh 3

Contoh terakhir, yaitu bilangan heksadesimal 4F8. Bilangan tersebut jika diubah pada bilangan desimal mempunyai nilai 1272. Penjelasan dari pernyataan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Angka 4 berada pada posisi “16 x 16”, sehingga berarti 4 x 16 x 16.

  2. Huruf F mewakili angka 15, dan angka 15 berada pada posisi “16 x16”. Sehingga berarti 15 x 16.

  3. Angka 8 berada pada posisi 1, sehingga berarti tetap 8.

  4. Sehingga 4F8 = 4 X 16 X 16 + 15 x 16 + 8= 1272 (dalam bilangan desimal).

Baca Juga: Mengenal Cara Penjumlahan Bilangan Cacah Sampai 1000

Itulah contoh bilangan heksadesimal beserta pengertiannya yang dapat membantu pembaca dalam memahami mengenai bilangan tersebut. Serta dapat mempermudah dalam penulisan pada bidang digital ataupun bahasa pemrograman. (PAM)