Konten dari Pengguna

3 Contoh Biografi Ayah Sebagai Sosok Panutan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh biografi ayah. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Derek Thomson
zoom-in-whitePerbesar
Contoh biografi ayah. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Derek Thomson

Contoh biografi ayah sebagai sosok panutan dan bijaksana dapat dijadikan panduan penulisan. Dikutip dari buku Teks Biografi, Rabiah dkk (2020:76), biografi adalah jenis teks yang berisi riwayat hidup dan pengalaman hidup yang dapat menjadikan teladan bagi pembaca.

Teks biografi umumnya mengangkat tokoh-tokoh yang dapat dijadikan teladan. Misalnya, pahlawan, atlet, atau orang tua sendiri. Teks satu ini biasanya menonjolkan peristiwa penting yang dialami sang tokoh dan disajikan dalam bentuk narasi.

Contoh Biografi Ayah

Contoh biografi ayah. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Juliane Liebermann

Teks biografi sendiri memiliki struktur teks yang terdiri dari orientasi, peristiwa atau masalah, dan reoroientasi. Orientasi merupakan tahap pengenalan dari seorang tokoh yang sedang dibahas.

Tahap peristiwa dan masalah, berisikan tentang sebuah peristiwa atau kejadian yang pernah dialami oleh seseorang. Reorientasi memiliki isi tentang pandangan penulis kepada tokoh yang dikisahkan. Berikut ini adalah beberapa contoh biografi ayah.

1. Contoh Biografi Tentang Ayah 1

Dia adalah seseorang lelaki yang gagah dan pemberani. Dia menjadi tulang punggung keluarga dan juga pemimpin di keluarga. Dia adalah seseorang yang kusebut ayahku.

Ayahku bernama Satria Haryadi Sutomo, lahir pada tanggal 1 Agustus 1960. Dulu, saat ayah masih muda, ia merupakan salah satu orang yang disegani di desanya.

Hal tersebut karena ayah berprofesi sebagai seorang pengawas perhutani sedangkan mayoritas orang-orang di desanya saat itu berprofesi sebagai petani. Sedari muda, ayah sudah dikenal sebagai pribadi yang ramah dan suka menolong.

Oleh karena itu, banyak orang sangat menyukai dan menghormatinya. Setelah masa kontrak kerja ayahku sebagai pengawas perhutanai usai, ayahku terlihat seolah-olah seperti tidak mempunyai pandangan untuk melakukan aktivitas apapun.

Ayahku sempat mencoba untuk melamar pekerjaan di beberapa bidang dan perusahaan. Namun sayangnya, tidak ada yang menerima lamarannya hingga akhirnya ayahku memutuskan untuk bekerja sebagai seorang kuli bangunan.

Ayahku adalah lelaki paling tangguh dan bertanggungjawab yang pernah aku kenal. Seberat apapun masalah yang menerpa dirinya dan keluarga, ayah selalu mampu menanganinya dan menyelesaikan semua urusan tersebut dengan baik pula.

Seumur hidupku bersama ayah, ayah tidak pernah berlaku kasar dengan ibu ataupun aku dan kakakku. Ayah adalah seorang lelaki yang sangat penyayang dan penuh kasih kepada keluarganya.

Setiap hari, ayah selalu memberikan kalimat motivasi kepada kami. Ayah tak pernah menyerah untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai pendidikan tinggi.

2. Contoh Biografi Tentang Ayah 2

Ayahku sebentar lagi akan berusia 62 tahun. Tak heran jika kini ubannya nyaris menutupi seluruh kepalanya. Terlihat, rambutnya pun semakin menipis meskipun belum botak.

Konon, ayahku mempunyai panggilan unik, yakni ‘Si Welut’. Dalam Bahasa Jawa, ‘welut’ artinya belut. Hewan yang gesit, tidak mudah ditangkap, bergerak lincah ke sana dan ke mari tidak bisa diam.

Kata kakek, semasa kecil ayahku memang sering menghilang. Entah saat harus pergi mengaji ataupun ketika disuruh mengerjakan PR. Ayahku hanya lulusan SMP, ia pernah masuk SMA tapi dia tidak lulus.

Dibesarkan dalam lingkungan masyarakat pesisir, ayahku sudah tertarik bekerja sebagai pemilah ikan tangkapan nelayan semenjak berusia 15 tahun. Itulah sebabnya ia hanya menikmati pendidikan SMA sampai kelas dua saja, itu pun hanya satu semester.

Ayahku memang ulet dan tekun bekerja. Ayah awalnya hanya seorang pemilah ikan yang bertugas memisahkan ikan kecil dari ikan yang ukuran besar untuk dijual ke penadah. Hingga akhirnya ayahku bisa menjadi seorang nakhoda.

Meskipun hanya sekadar nakhoda perahu nelayan kecil. Namun, itulah titik balik ayahku. Ayahku yang bernama asli Mahameru akhirnya bisa mempunyai perahu sendiri setelah bekerja siang malam bahkan hingga berhari-hari melaut tanpa pulang.

Hebatnya, tiap tahunnya perahunya bertambah banyak. Ketika berusia 20 tahun, ayahku sudah memiliki enam perahu. Sedangkan teman-teman seumurannya masih berprofesi sebagai nelayan bayaran.

Beberapa di antara teman sebaya ayahku dulu diajak bekerja dengannya. Ayah tentu tidak lupa dengan mereka. Teman sepermainan yang harus terus dijaga persahabatannya.

Ayahku terus menjadi nelayan hingga suatu ketika dia mengalami kecelakaan. Perahunya bocor, kapalnya tenggelam dan dia terombang-ambing selama dua hari satu malam di lautan.

Empat awak perahu lainnya meninggal dan hanya ayahku sendiri yang selamat meski sekarat. Peristiwa itu terjadi ketika usia ayahku mendekati usia 50 tahun. Kejadian itu membuat ayahku kehilangan pendengaran hingga 90 persen.

Tampaknya dia sempat beberapa kali tenggelam saat lemas terapung-apung di lautan. Kini, ayahku tetap menjadi sosok yang ulet. Ia lebih banyak mengabdikan dirinya di masjid dan pada masyarakat.Ayah juga membina kaum muda di pesisir untuk berwirausaha.

3. Contoh Biografi Tentang Ayah 3

Tahun ini, ayahku menginjak usia 55 tahun. Kulitnya tampak semakin berkerut, ubannya juga terus memenuhi rambutnya, tetapi semangatnya tak pernah memudar.

Ayahku bernama Yudho Bramanto, ia merupakan seorang kepala sekolah di salah satu SMP negeri di kota Banjarnegara. Ayahku lahir dan besar di Kota Solo, ia lahir dari keluarga sederhana yang juga berprofesi sebagai tenaga pendidik.

Tak hanya ayah, saudara-saudaranya juga mayoritas berprofesi sebagai guru dan dosen.

Sosok gambaran seorang pengajar memang sudah ayahku dapatkan sedari ia kecil, hingga ia pun termotivasi untuk menjadi seorang pengajar pula. Perjalannya dimulai saat ia masih SD, ayahku yang kerap dipanggil Yudho ini memang tergolong sebagai anak yang rajin.

Ia tak pernah absen mendapatkan juara kelas dan mengikuti perlombaan akademik setiap tahunnya. Bahkan ia pernah menjadi juara umum sebagai pembaca buku terbanyak tingkat Kota Solo.

Saat menginjak bangku SMP, ayahku dan keluarganya pindah ke Kabupaten Banjarnegara karena kakek dan nenekku pindah tugas. Awal pindah, Ayah sempat kehilangan semangat belajarnya karena berpisah dengan teman-temannya di Solo.

Ia pun sempat tinggal kelas saat duduk di bangku kelas IX SMP. Tidak pantang semangat, ia terus belajar dan akhirnya bisa menyelesaikan pendidikannya di bangku SMP dengan nilai memuaskan.

Lalu, ia melanjutkan sekolah di salah satu SMA negeri terbaik di Banjarnegara. Dari situlah berbagai prestasi akademik pun kembali ia torehkan.

Setelah menyelesaikan pendidikan di bangku SMA, ayahku diterima di salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta dengan mengambil jurusan keguruan. Kemudian, ia melanjutkan studi S2 di universitas yang sama.

Setelah sekitar 20 tahun mengajar, akhirnya ia pun diangkat menjadi kepala sekolah di salah satu SMP Negeri di Banjarnegara. Itulah ayahku, sosok yang tak pernah lelah untuk belajar dan meraih prestasi. Ia juga selalu belajar bangkit dari keterpurukkannya.

Karakter ayahku inilah yang terus menginspirasiku menjadi seorang yang semangat belajar dan tak mudah menyerah. Ia bercita-cita ingin mencerdaskan kehidupan anak bangsa dan membangun peradaban.

Cita-cita yang ia idamkan pun tercapai, ia berhasil lolos seleksi pegawai negeri sipil dan ditempatkan di Boyolali. Selama menjadi guru, ia berhasil dinobatkan sebagai salah satu guru berprestasi.

Baca juga: Pengertian Biography Text dalam Bahasa Inggris dan Contohnya

Itulah beberapa contoh biografi ayah sebagai sosok panutan dan bijaksana yang bisa dijadikan panduan penulisan. Semoga referensi tersebut dapat membantu penulisan biografi tentang ayah. (Msr)