Konten dari Pengguna

3 Contoh Detail Ibu yang Tidak Bekerja untuk KIP Kuliah

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh detail ibu yang tidak bekerja untuk KIP Kuliah. Sumber foto: Unplash/Thought Catalog
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh detail ibu yang tidak bekerja untuk KIP Kuliah. Sumber foto: Unplash/Thought Catalog

Para peserta Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tidak hanya mengisi data dirinya, melainkan harus mengisi data diri ayah dan ibunya. Biasanya, penulisan tentang data diri ibu harus ditulis secara detail. Adapun contoh detail ibu yang tidak bekerja untuk KIP Kuliah bisa dicari di internet sebagai referensi untuk penulisannya.

Tak hanya itu saja, informasi data diri ayah juga harus diisi secara detail. Dengan mengisi informasi mengenai kedua orang tua, mampu memudahkan pihak penyelenggara KIP Kuliah untuk menyeleksi peserta yang layak mendapatkan bantuan dana pendidikan dari pemerintah.

Contoh Detail Ibu yang Tidak Bekerja untuk KIP Kuliah Singkat

Ilustrasi contoh detail ibu yang tidak bekerja untuk KIP Kuliah. Sumber foto: Unplash/Kaitlyn Bakery

Dikutip dari buku Karakteristik Merdeka Belajar, drh. Agus Yuniawan Isyanto, dkk. (120), Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) adalah salah satu upaya untuk membantu asa para siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi tetapi berprestasi untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi.

Beasiswa yang diberikan melalui KIP Kuliah bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat yang tidak mampu pada pendidikan tinggi yang lebih merata dan berkualitas. Salah satu yang harus diisi oleh calon peserta KIP Kuliah adalah detail ibu.

Adapun contoh detail ibu yang tidak bekerja untuk KIP Kuliah bisa dipahami sebagai berikut.

Contoh Detail Ibu 1

Ibu saya bernama Siti dengan usia 50 tahun. Dahulu ibu saya bekerja sebagai pedagang sayur. Namun, dia tidak lagi bekerja karena trauma akan kecelakaan yang dialaminya sekitar 5 tahun yang lalu.

Kecelakaan yang dialami ibu membuat dirinya tidak bisa berjalan selayaknya manusia pada umumnya. Patah tulang yang tidak kunjung diobati membuat ibu harus berjalan menggunakan alat bantu berupa tongkat.

Meskipun begitu, ibu tetap melakukan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Dengan tongkatnya, ibu mampu membuatkan makanan untuk keluarganya. Tak hanya itu saja, ibu juga mencuci baju dan membersihkan rumah.

Namun, saya sebagai anak tetap membantu ibu mengingat kondisinya yang sulit bergerak karena menggunakan tongkat. Di rumah ibu juga memiliki kebun kecil yang dia tanami beberapa sayuran.

Kebun yang dia buat tersebut sebagai salah satu refreshing ibu dari suatu permasalahan yang dia hadapi. Bahkan, hasil kebunnya itu sering dia pergunakan untuk tambahan masakannya.

Contoh Detail Ibu 2

Ibuku bernama Laila. Dia berusia 39 tahun. Dalam kehidupan sehari-hari, ibu tidak bekerja dan hanya mengurus keluarganya di rumah. Setiap hari ibu menyiapkan makanan untuk aku, adik, dan ayahku. Tak hanya itu saja, ibu juga membersihkan rumah, seperti mengepel, menyapu, dan lain sebagainya.

Karena adikku masih kecil, ibu lebih fokus mengurus adik. Biasanya, pekerjaan rumah dilakukan oleh aku dan ayahku. Meskipun ibu hanya ibu rumah tangga, dia sangat pintar mencari uang. Ini disebabkan karena ibu memiliki keahlian membuat kue.

Kue-kue yang dia buat selalu dijual di toko kelontong dan tukang sayur. Ternyata kue ibu disukai oleh orang-orang dan selalu habis setiap ibu menitipkan ke toko kelontong atau tukang sayur. Biasanya, uang hasil kue ibu pergunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari seperti beras, gila, minyak dan lain sebagainya.

Contoh Detail Ibu 3

Saya memiliki ibu yang bernama Aini dan sudah berusia 55 tahun. Dahulu waktu kakakku masih kecil, ibu sempat bekerja sebagai guru honorer dan sekarang dia lebih fokus kepada keluarganya.

Meskipun ibu tidak lagi bekerja membantu mencukupi kebutuhan keluarga, namun dia cukup pintar dalam menghasilkan uang. Biasanya, ibu membuat kue kering yang disukai oleh anak-anak di lingkungan rumahku.

Makanan tersebut dia jual dengan harga Rp1.500. Meskipun terkadang tidak laku, namun ibu tidak patah semangat untuk membantu keluarganya.

Ibu selalu berusaha untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Bahkan, dia rela membuat kebun kecil berisi sayur-sayuran untuk mencukupi gizi dan nutrisi anaknya. Hal ini disebabkan karena uang ibu dari ayah terkadang kurang untuk berbelanja bahan masakan.

Baca juga: Contoh Detail Ayah yang Sudah Meninggal di KIP Kuliah Beserta Cara Menulisnya

Contoh detail ibu yang tidak bekerja untuk KIP kuliah bisa dijadikan sebagai referensi untuk calon peserta yang ingin mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan dana pendidikan perguruan tinggi. Semoga bermanfaat. (NTA)