3 Contoh Dongeng Sunda Singkat dan Penuh Pesan Moral

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cerita rakyat Sunda sering kali disebut sebagai dongeng Sunda sebagai bentuk warisan budaya yang secara turun menurun. Dalam dongeng Sunda, ada banyak sekali pesan moral yang disampaikan. Jadi, tak heran jika ada banyak contoh dongeng Sunda penuh pesan moral yang bisa menjadi referensi.
Dongeng sudah menjadi warisan budaya di masyarakat dan selalu diturun-temurunkan dari tiap generasi sehingga menjadikan dongeng sebagai cerita akan nilai moral. Dalam masyarakat Sunda, dongeng digunakan sebagai pembelajaran moral, hiburan, dan warisan budaya yang kuat.
Contoh Dongeng Sunda dan Pesan Moralnya
Dikutip dari buku Bahasa Indonesia, Agus Trianto (2006:46), dongeng merupakan cerita sederhana yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng menjadi cerita tradisional yang disampaikan secara turun menurun dan disebarkan secara luas dan disesuaikan dengan kondisi daerah setempat.
Berikut ini contoh dongeng Sunda yang bisa teman-teman baca.
1. Cerita Dongeng Si Kabayan
Si Kabayan merupakan pemuda yang sangat terkenal di desanya karena kecerdasan yang dia miliki. Namun, dengan kecerdasannya tersebut, Kabayan juga memiliki kemlasan yang luar biasa sehingga terkenal di masyarakat desa.
Dia dalam suatu persoalan selalu mencari cara-cara cerdik agar terhindar dari pekerjaan yang berbau fisik. Kabayan sudah menikah dengan perempuan bernama Nyi Iteung yang secara sifat berbanding terbalik dengan Kabayan.
Pada suatu hari, Kabayan diminta tolong oleh mertuanya untuk mengambil buah nangka yang sudah matang. Dengan posisi pohon nangka yang berada di pinggir sungai, ia menghadapi permasalahan yang harus diselesaikan oleh kecerdikannya.
Dengan kecerdikannya, buah nangka itu dihanyutkan ke sungai dan pulang duluan. Ketika ditanya oleh mertuanya, dia menjawab “belum datang karena dia memerintahkan untuk berjalan sendiri”. Hal tersebut menjadikan mertuanya kesal karena buah nangka tidak bisa berjalan sendiri.
Pesan moralnya: Bahwa suatu kecerdikan tidak akan menjadi baik ketika tidak ada kerja keras. Selain itu, kabayan akan mendapatkan konsekuensinya dari kemalasannya tersebut. Dengan nilai moral tersebut, kita harus bekerja keras dan sungguh-sungguh dalam mengembang tanggung jawab.
2. Cerita Dongeng Bebek Bertelur Emas
Cerita ini mengisahkan seseorang yang hidup sebatang kara di sebuah dusun. Beliau mendapatkan warisan oleh orang tuanya seekor bebek. Suatu waktu, bebek itu bertelur emas dan sangat gembira. Namun, telur itu harus dijual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Suatu hari gadis cilik dan bebeknya bertemu dengan seorang pengemis yang sangat kasihan dan membagikan telur emasnya kepada pengemis. Pengemis tersebut mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada gadis cilik tersebut.
Berita tentang gadis cilik yang memiliki bebek bertelur emas tersebut, tersebar ke pelosok negeri. Hingga penyihir jahat mendengar akan hal tersebut, lalu dia memiliki niat untuk mencari tahu.
Penyihir tersebut menyamar sebagai nenek yang menyaksikan gadis dan bebeknya lewat. Lalu, dia memanggilnya dan meminta gadis cilik itu untuk memberikan bebeknya. Gadis cilik tersebut menolak namun penyihir jahat itu berhasil membawa bebek tersebut. Namun, bebek itu tidak bisa bertelur emas lagi karena tidak mendapatkan kebahagiaan.
Pesan moral: Kebaikan serta kerelaan dalam berbagai serta sikap belas kasihan akan sangat berharga ketimbang kekayaan material apapun.
3. Lutung Kasarung
Di wilayah Jawa Barat, terdapat raja bernama Prabu Tapa Agung yang memiliki putri bernama Purbararang dan Purbasari. Keduanya bersaudara dan mempunyai kecantikan yang sama. Namun, sifat keduanya berbeda sekali, Purbararang merupakan orang yang serakah dan pemalas sedangkan Purbasari sebagai orang yang ramah dan rajin.
Menjelang akhir hayat sang ayah, Prabu Tapa Agung menunjuk Purbasari untuk melanjutkan tahta kerajaannya. Mengetahui hal tersebut, Purbararang marah dan tidak menyetujuinya. Purbararang langsung menemui penyihir dan mengutuk adiknya dengan penyakit kulit.
Penyakit tersebut menjadikan Purbasari meninggalkan istana dan mengasingkan di hutan. Di kondisi yang sama, Pangeran Guruminda yang tidak mau dinikahkan itu diturunkan ke bumi sebagai seekor kera hitam atau lutung kasarung. Hal tersebut menjadikan Purbasari dan Lutung Kasarung menjadi teman dekat.
Pada suatu waktu, mereka berdua membersihkan diri disebuah telaga dan penyakitnya Purbasari sembuh dan kembali ke kondisinya kembali. Dengan kembalinya Purbasari kewujud aslinya, Purbararang memberikan syarat apabila ingin kembali ke istana dengan syarat yang dimana pasangan Purbasari harus lebih tampan dari pasangan Purbararang.
Pada saat itu, Purbasari memegang tangan Lutung Kasarung dan seketika berubah wujud sebagai Pangeran Guruminda yang gagah dan tampah. Saat itu juga Purbararang mengaku kalah dan meminta maaf.
Pesan moral: Untuk tidak saling iri dengki, karena sifat iri dengki bisa menjadi boomerang pada kita. Setiap kehidupan sudah memiliki jalannya masing-masing.
Baca juga: Jenis-jenis Dongeng Sunda beserta Contohnya
Demikian tadi contoh dongeng Sunda dan pesan moral yang terkandung di dalamnya. Semoga bisa menjadi referensi dan bermanfaat bagi teman-teman semua. (RFL)
