3 Contoh Energi Gerak Menjadi Energi Listrik dalam Kehidupan Sehari-hari

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh energi gerak menjadi energi listrik merupakan bukti kreativitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Listrik telah menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia sehingga beberapa sumber energi dikembangkan untuk menghasilkan listrik.
Gerak sudah sejak lama digunakan sebagai penghasil energi, bahkan ketika teknologi belum semaju sekarang. Mengetahui perubahan energi gerak menjadi energi listrik akan menjadi tambahan wawasan yang penting.
Contoh Energi Gerak Menjadi Energi Listrik
Dikutip dari Seri Panduan Belajar dan Evaluasi Fisika untuk SMP/MTs Kelas VIII, Yadi Nurhayadi dan Kawan-kawan (2009:27), energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Energi membuat benda-benda lebih bermanfaat.
Eenergi tidak bisa diciptakan. Energi bisa diperoleh dengan mengubah bentuk suatu energi ke bentuk lain. Salah satunya adalah perubahan energi gerak menjadi energi listrik.
Berikut adalah contoh energi gerak menjadi energi listrik
PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air.
Contoh yang paling mudah dipahami adalah PLTA. Secara garis besar dapat dilihat bahwa energi diperoleh dari kincir yang digerakkan oleh aliran air untuk menghasilkan energi listrik. Namun secara teknis butuh fasilitas yang memadai.
Pengelola harus membangun waduk untuk mempertahankan debit air, turbin dan instalasi pembangkit listrik. Energi dari gerakan kincir akan menggerakkan tubin untuk menghidupkan generator dan menghasilkan listrik.
PLTB atau Pembangit Listrik Tenaga Bayu.
Energi gerak dari baling-baling yang digerakkan oleh hembusan angin akan memutar turbin untuk menghidupkan generator. Generator tersebut akan menghasilkan energi listrik.
PLTB terbanyak di dunia ada di China. Sedangkan di Indonesia banyak terdapat di Sulawesi.
Dinamo pada sepeda.
Jaman dahulu, untuk menghidupkan lampu sepeda, dipasanglah dinamo di dekat ban. Pada dinamo tersebut terdapat tuas untuk mengubah posisi dinamo. Jika dibutuhkan, misalnya pada malam hari, tuas diputar agar dinamo merapat ke ban.
Ketika sepeda digenjot, ban akan bergerak atau berputar. Pada saat itulah lampu menyala. Jika ingin lampu menyala dengan terang, maka pengedara sepeda harus menggenjot sepeda tersebut lebih giat lagi.
Baca juga: Pengertian Energi Nuklir dan Manfaatnya
Itulah contoh energi gerak menjadi energi listrik. Wawasan atau pengetahuan dasar tersebut dapat dijadikan inspirasi jika ingin membuat inovasi di bidang energi. (lus)
