3 Contoh Guru Lagu dalam Tembang Macapat

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tembang Macapat merupakan salah satu bentuk puisi Jawa tradisional yang memiliki aturan ketat dalam penulisan dan pelafalan. Salah satu aturan yang dikenal disebut dengan guru lagu. Contoh guru lagu dalam tembang macapat tentunya sangat penting dipahami agar sesuai dengan kaidah pakem yang dianut.
Mengutip buku Serat Wulangreh: Akulturasi Agama dan Budaya Lokal, Dr. H. Mustopa, Dr. H. Ahmad Asmuni. MA. (2021:111), tembang macapat adalah salah satu jenis metrum dalam tembang Jawa.
Macapat harus dilakukan dengan cara ditembangkan, maka disebutlah tembang macapat atau dalam bahasa Jawa krama biasa disebut dengan istilah sekar macapat.
Contoh Guru Lagu yang Sesuai Pakem
Contoh guru lagu dalam tembang macapat berikut ini menunjukkan pakem guru lagu yang memiliki jatuhnya suara vokal yaitu a, i, u, e, o. Huruf vokal ini terdapat pada akhir dalam setiap lirik atau kalimat. Berikut contohnya.
1. Asmaradana
Gegaraning wong akrami, (i)
dudu bandha dudu rupa, (a)
amung ati pawitané, (e)
luput pisan kena pisan (a)
yen ta gampang luwih gampang, (a)
yen angèl angèl kalangkung, (u)
tan kena tinumbas arta. (a)
Asmara bermakna cinta, sehingga gambaran pada pola metrum ini mengisahkan akan masa-masa kisah asmara, percintaan, atau larut dalam lautan kasih cinta.
Tembang Asmarandana ini memiliki 7 gatra dengan susunan 8-i; 8-a; 8-e; 8-a; 8-a; 8-u; 8-a.
2. Dhandhanggula
Nanging yen sira ngguguru kaki, (i)
amiliha manungsa kang nyata, (a)
ingkang becik martabate, (e)
sarta kang wruh ing kukum, (u)
kang ngibadah lan kang ngirangi, (i)
sukur oleh wong tapa, (a)
ingkang wus amungkul,(u)
tan mikir pawewehing liyan, (a)
iku pantes sira guronana kaki, (i)
sartane kawruhana. (a)
Gambaran pola metrum pada tembang ini adalah kehidupan yang telah mencapai tahap kemapanan sosial serta kesejahteraan, cukup sandang, papan, dan pangan.
Pada tembang Dhandhanggula terdapat 10 gatra dengan susunan i-a-e-u-i-a-u-a-i-a.
3. Mijil
Madya ratri kentarnya mangikis, (i)
Sira Sang lir sinom, (o)
Saking taman miyos butulane, (e)
Datan wonten cethine udani, (i)
Lampahe lestari, (i)
Wus ngambah marga Gung (u)
Jika memerhatikan baris pertama, meskipun lirik diakhiri dengan huruf s, tetapi yang diperhatikan adalah huruf vokal yang terdapat pada liriknya. Hal ini menjadikan guru lagu pada tembang macapat Mijil adalah i-o-e-i-i-u.
Contoh guru lagu di atas dapat membuktikan bahwa guru lagu adalah salah satu elemen penting dalam tembang macapat yang menentukan jatuhnya suara pada akhir setiap baris.
Dengan mengikuti aturan guru lagu, tembang macapat menjadi lebih harmonis dan sesuai dengan tradisi. Contoh-contoh dari Asmaradana, Dhandanggula, dan Mijil menunjukkan variasi dalam penerapan guru lagu, namun semuanya mengikuti aturan yang ketat dan spesifik.(VAN)
Baca juga: 4 Contoh Tembang Kreasi dalam Bahasa Jawa
