3 Contoh Kohesi dan Koherensi dalam Pendidikan

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam suatu teks dikenal dengan istilah kesatuan (kohesi) dan keruntutan (koherensi), begitupun dalam paragraf maupun karangan yang utuh. Contoh kohesi dan koherensi ini penting dalam memahami isi wacana.
Dikutip dari Buku Konsep Dasar Bahasa Indonesia, Nanda Saputra dkk, (2020: 65), paragraf yang kohesi dan koherensi adalah paragraf yang utuh. Wacana yang baik umumnya memiliki keduanya. Kalimat atau frasa yang satu dengan lainnya berkaitan.
3 Contoh Kohesi dan Koherensi
kohesi dan koherensi juga sangat penting untuk memahami topik yang berkesinambungan dan fokus pada suatu hal. Untuk lebih jelasnya berikut pembahasan contoh kohesi dan koherensi dalam pendidikan bahasa Indonesia.
1. Contoh Kohesi
Kohesi berkaitan dengan pokok pikiran paragraf. Suatu paragraf disebut memiliki kesatuan atau kohesi, jika dalam satu paragraf tersebut hanya mengandung satu pokok pikiran. Pokok pikiran biasanya terdapat pada pokok pertama, dan kalimat-kalimat berikutnya merupakan kalimat-kalimat penjelas.
Beberapa alat yang dibutuhkan untuk membuat paragraf kohesi yaitu konjungsi, penyulihan (kata ganti), dan juga pelepasan atau peniadaan sebagian kalimat yang sudah terwakili dari kalimat sebelumnya.
Contoh kohesi:
Pak Ali pergi ke Pasar Baru naik bus metromini. Ia pergi membeli sepatu baru. Karena ada pajak impor, maka harga sepatu buatan dalam negeri juga ikut naik. Sepatu yang diberi Pak Ali itu harganya seratus ribu rupiah.
Gambar-gambar ini tidak bisa dibilang jelek. Namun, harus ditinjau karena tidak sesuai dengan ketentuan.
Pak Doni sangat rajin. Hampir setiap hari, Pak Doni pergi ke sawah. Petani yang dikenal ramah itu bekerja dengan sepenuh hatinya.
2. Contoh Koherensi
Sedangkan, koherensi adalah hubungan antara kalimat dalam satu paragraf. Jadi, ini berkaitan dengan tiap kalimat dan bagaimana kalimat-kalimat itu terhubung.
Koherensi dapat terjadi apabila kalimat-kalimat dalam suatu paragraf merupakan kalimat logis. Selain itu, antara kalimat juga harus memiliki hubungan sehingga dapat mendukung gagasan utama.
Contoh koherensi:
Budi merasa lapar. Ia mencari warung.
Belajarlah yang giat. Kamu bisa sukses.
Kursi itu terlihat sudah tua namun masih layak digunakan. Pak Ali merupakan pemiliknya, beliau sangat rajin melakukan perawatan pada kursinya.
Baca juga: 21 Contoh Kosakata Percakapan dalam Bahasa Indonesia
Itulah contoh kohesi dan koherensi yang penting dalam pendidikan bahasa Indonesia. Keduanya merupakan kunci untuk memastikan paragraf yang jelas. Semoga membantu. (ERI)
