Konten dari Pengguna

3 Contoh Majas Metafora dalam Puisi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh Majas Metafora dalam Puisi. Sumber: https://unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Contoh Majas Metafora dalam Puisi. Sumber: https://unsplash.com

Majas merupakan bentuk gaya bahasa yang biasa ditemukan dalam satu kalimat agar terdengar semakin hidup dan menarik. Ada berbagai jenis majas, di antaranya majas metafora dan biasa ditemukan dalam puisi. Terdapat beberapa contoh majas metafora dalam puisi.

Menurut buku Bahasa Indonesia, Nani Darmayanti (2008: 58), majas metafora merupakan perbandingan yang dilakukan secara implisit antara dua hal berbeda. Majas jenis ini hampir mirip dengan perumpamaan namun perbandingan dilakukan secara langsung.

Majas biasanya ditemukan dalam bait puisi agar puisi bisa terdengar lebih menarik dan tidak membosankan. Majas dapat membantu seseorang untuk menciptakan sebuah puisi lebih hidup, sehingga audiens bisa merasakan bahagia, sedih, dan marah seperti yang dirasakan penulis.

3 Contoh Majas Metafora dalam Puisi

Melihat Contoh Majas Metafora dalam Puisi. Sumber: https://unsplash.com

Ada beberapa contoh majas metafora dalam puisi yang bisa menjadi gambaran bagi penulis puisi untuk menciptakan karya tulis menarik. Pastinya, puisi tersebut mengandung arti atau makna tertentu sesuai dengan suasana hati dan pikiran penulis.

1. Contoh Puisi 1: Lelahku

Bingkai hati yang menghiasi rasa

Sejenak rasa itu seakan mulai sirna

Timbul.

Lahir

Muncul

Mati

Hidup

Dan Akhirnya Pudar

Bunga asmara hanya mekar sesaat

Layu tak pun terduga

Untuk sampah yang hina sepertiku

Mencintai pun aku merasa tak pantas

Sungguh melelahkan

Jika cinta tak pantas untuk kusentuh

Mengapakah ada surat takdir yang Tuhan tulis untuk mencintaimu

Sehingga panah asmara terhujam di dadaku

Oh Tuhan…

Hilangkan api cinta ini

Siram saja dengan air garam kehidupan

Agar diri ini sadar

Bahwa aku hanya binatang tak bertuan

Majas metafora pada puisi tersebut adalah “Bahwa aku hanya binatang tak bertuan”

2. Contoh Puisi 2: Tuhanku

WajahMu membayang di kota terbakar

Dan firmanMu terguris di atas ribuan

Kuburan yang dangkal

Anak menangis kehilangan bapa

Tanah sepi kehilangan lelakinya

Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini

Tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia

Apabila malam turun nanti

sempurnalah sudah warna dosa

dan mesiu kembali lagi bicara

Waktu itu, Tuhanku,

Perkenankan aku membunuh

Perkenankan aku menusukkan sangkurku

Malam dan wajahku

adalah satu warna

Dosa dan nafasku

adalah satu udara.

Tak ada lagi pilihan

kecuali menyadari

-biarpun bersama penyesalan-

Apa yang bisa diucapkan

oleh bibirku yang terjajah?

Sementara kulihat kedua lenganMu yang capai

Mendekap bumi yang mengkhianatiMu

Tuhanku

Erat-erat kugenggam senapanku

Perkenankan aku membunuh

Perkenankan aku menusukkan sangkurku

Majas metafora pada puisi tersebut adalah “Malam dan wajahku adalah satu warna” dan “Dosa dan nafasku adalah satu udara.”

3. Contoh Puisi 3

Di kebun hatimu, bunga-bunga berkembang,

Harum cinta merebak seperti embun pagi.

Hati ini adalah samudra yang dalam,

Gelombang asmara memayungi setiap sudut.

Bibirmu bagai pelukis, menggambar senyum,

Seperti lukisan matahari terbenam di ufuk,

Kata-katamu adalah kilat yang menyambar,

Menyulut api rindu dalam dada yang damai.

Cinta kita bagai burung-burung terbang,

Melintasi angkasa tanpa henti.

Seperti pesona bulan yang bersinar,

Mengiring malam, menyulapnya indah.

Dalam pelukmu, waktu berhenti,

Seperti lukisan kanvas yang abadi.

Hidup adalah puisi, dan kau metafora,

Menghiasi dunia dengan keindahanmu.

Majas metafora pada puisi tersebut adalah “Di kebun hatimu, bunga-bunga berkembang”, “Hati ini adalah samudra yang dalam”, dan “Bibirmu bagai pelukis, menggambar senyum”.

Baca Juga: Mengenal Pengertian dan Jenis-jenis Majas dalam Bahasa Indonesia

Demikian beberapa contoh majas metafora dalam puisi. Pastinya, setiap majas memiliki fungsi dan gaya bahasa berbeda-beda sehingga bisa disesuaikan dengan tema puisi yang ingin diciptakan. (AYA)