3 Contoh Majas Metafora dalam Puisi

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Majas merupakan bentuk gaya bahasa yang biasa ditemukan dalam satu kalimat agar terdengar semakin hidup dan menarik. Ada berbagai jenis majas, di antaranya majas metafora dan biasa ditemukan dalam puisi. Terdapat beberapa contoh majas metafora dalam puisi.
Menurut buku Bahasa Indonesia, Nani Darmayanti (2008: 58), majas metafora merupakan perbandingan yang dilakukan secara implisit antara dua hal berbeda. Majas jenis ini hampir mirip dengan perumpamaan namun perbandingan dilakukan secara langsung.
Majas biasanya ditemukan dalam bait puisi agar puisi bisa terdengar lebih menarik dan tidak membosankan. Majas dapat membantu seseorang untuk menciptakan sebuah puisi lebih hidup, sehingga audiens bisa merasakan bahagia, sedih, dan marah seperti yang dirasakan penulis.
3 Contoh Majas Metafora dalam Puisi
Ada beberapa contoh majas metafora dalam puisi yang bisa menjadi gambaran bagi penulis puisi untuk menciptakan karya tulis menarik. Pastinya, puisi tersebut mengandung arti atau makna tertentu sesuai dengan suasana hati dan pikiran penulis.
1. Contoh Puisi 1: Lelahku
Bingkai hati yang menghiasi rasa
Sejenak rasa itu seakan mulai sirna
Timbul.
Lahir
Muncul
Mati
Hidup
Dan Akhirnya Pudar
Bunga asmara hanya mekar sesaat
Layu tak pun terduga
Untuk sampah yang hina sepertiku
Mencintai pun aku merasa tak pantas
Sungguh melelahkan
Jika cinta tak pantas untuk kusentuh
Mengapakah ada surat takdir yang Tuhan tulis untuk mencintaimu
Sehingga panah asmara terhujam di dadaku
Oh Tuhan…
Hilangkan api cinta ini
Siram saja dengan air garam kehidupan
Agar diri ini sadar
Bahwa aku hanya binatang tak bertuan
Majas metafora pada puisi tersebut adalah “Bahwa aku hanya binatang tak bertuan”
2. Contoh Puisi 2: Tuhanku
WajahMu membayang di kota terbakar
Dan firmanMu terguris di atas ribuan
Kuburan yang dangkal
Anak menangis kehilangan bapa
Tanah sepi kehilangan lelakinya
Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini
Tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia
Apabila malam turun nanti
sempurnalah sudah warna dosa
dan mesiu kembali lagi bicara
Waktu itu, Tuhanku,
Perkenankan aku membunuh
Perkenankan aku menusukkan sangkurku
Malam dan wajahku
adalah satu warna
Dosa dan nafasku
adalah satu udara.
Tak ada lagi pilihan
kecuali menyadari
-biarpun bersama penyesalan-
Apa yang bisa diucapkan
oleh bibirku yang terjajah?
Sementara kulihat kedua lenganMu yang capai
Mendekap bumi yang mengkhianatiMu
Tuhanku
Erat-erat kugenggam senapanku
Perkenankan aku membunuh
Perkenankan aku menusukkan sangkurku
Majas metafora pada puisi tersebut adalah “Malam dan wajahku adalah satu warna” dan “Dosa dan nafasku adalah satu udara.”
3. Contoh Puisi 3
Di kebun hatimu, bunga-bunga berkembang,
Harum cinta merebak seperti embun pagi.
Hati ini adalah samudra yang dalam,
Gelombang asmara memayungi setiap sudut.
Bibirmu bagai pelukis, menggambar senyum,
Seperti lukisan matahari terbenam di ufuk,
Kata-katamu adalah kilat yang menyambar,
Menyulut api rindu dalam dada yang damai.
Cinta kita bagai burung-burung terbang,
Melintasi angkasa tanpa henti.
Seperti pesona bulan yang bersinar,
Mengiring malam, menyulapnya indah.
Dalam pelukmu, waktu berhenti,
Seperti lukisan kanvas yang abadi.
Hidup adalah puisi, dan kau metafora,
Menghiasi dunia dengan keindahanmu.
Majas metafora pada puisi tersebut adalah “Di kebun hatimu, bunga-bunga berkembang”, “Hati ini adalah samudra yang dalam”, dan “Bibirmu bagai pelukis, menggambar senyum”.
Baca Juga: Mengenal Pengertian dan Jenis-jenis Majas dalam Bahasa Indonesia
Demikian beberapa contoh majas metafora dalam puisi. Pastinya, setiap majas memiliki fungsi dan gaya bahasa berbeda-beda sehingga bisa disesuaikan dengan tema puisi yang ingin diciptakan. (AYA)
