Konten dari Pengguna

3 Contoh Mitigasi Struktural dan Perbedaannya dengan Non Struktural

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh mitigasi struktural. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh mitigasi struktural. Sumber: www.unsplash.com

Mitigasi bencana adalah kegiatan untuk mengurangi risiko bencana alam yang terjadi. Mitigasi ada dua jenis yaitu mitigasi struktural dan non struktural. Salah satu contoh mitigasi struktural adalah pembuatan kanal khusus untuk mencegah terjadinya banjir.

Secara umum mitigasi bencana alam bertujuan dalam mengurangi hal buruk atau konsekuensi dari dampak bencana. Caranya dengan meminimalisir dampak dari suatu bencana dari awal serta meningkatkan pengetahuan serta kesiapan masyarakat dalam menghadapinya.

Mengenal Contoh Mitigasi Struktural dan Perbedaannya dengan Non Struktural

Ilustrasi contoh mitigasi struktural. Sumber: www.unsplash.com

Berdasarkan buku Mitigasi Bencana oleh Prof. Dr. Henita Rahmayanti, M.Si. (2021), mitigasi secara umum adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, mitigasi ada dua jenis yakni struktural dan non struktural. Lantas, apa perbedaannya?

Mitigasi struktural adalah usaha yang dilakukan untuk meminimalkan bencana dengan menggunakan teknologi dalam menciptakan berbagai infrastruktur fisik.

Secara umum mitigasi bencana struktural akan mengurangi kerentanan bencana dengan rekayasa teknologi dan teknis bangunan yang tahan bencana.

Sedangkan mitigasi non struktural merupakan usaha dan upaya untuk mengurangi dampak bencana melalui kebijakan dan regulasi pemerintah.

Arah dari mitigasi ini lebih ke pembentukan peraturan atau kebijakan yang diterbitkan pemerintah selain pembangunan prasarana fisik.

Untuk lebih memahaminya, berikut contoh mitigasi struktural dan non struktural.

Contoh Mitigasi Struktural

  1. Dengan teknologi maka telah ditemukan alat pendeteksi aktivitas gunung berapi.

  2. Untuk mencegah banjir dapat dibangun sebuah waduk.

  3. Dibuatnya bangunan anti dan tahan gempa yang disebut Early Larning System dan bermanfaat juga untuk memprediksi terjadinya gelombang tsunami.

Contoh Mitigasi Non Struktural

  1. Pemerintah menyusun undang-undang PB atau undang-undang penanggulangan bencana.

  2. Dilaksdanakannya pemantauan hasil pemetaaan terkait tingkat kerawanan bencana pada setiap daerah untuk membantu pemantauan dari segi prediksi terjadinya bencana.

  3. Adanya pelatihan keterampilan oleh pemerintah untuk bertahan hidup saat adanya bencana seperti pertolongan pertama, evakuasi, hingga penggunaan alat-alat darurat.

Terlepas dari contoh tersebut ada empat hal penting yang perlu diperhatikan dalam mitigasi bencana, yaitu

  1. Memahami informasi peta rawan bencana untuk setiap kategori bencana.

  2. Mengikuti sosialisasi guna meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat.

  3. Mengetahui apa saja yang perlu dilakukan dan apa yang harus dihindari serta cara penyelamatan diri jika terjadi bencana.

  4. Disosialisasikannya hasil penataan kawasan rawan bencana untuk mengurangi ancaman bencana.

Baca Juga : Mitigasi: Pengertian, Jenis, dan Cara Menanggulanginya

Itulah penjelasan, perbedaan serta contoh mitigasi struktural dan non struktural yang perlu untuk dipahami sebagai upaya bersama untuk mencegah bencana. (NDA)