3 Contoh Penalaran Aditif yang Mudah Dipahami

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh penalaran aditif memang pada umumnya sulit dipahami oleh orang awam. Penalaran aditif merupakan sebuah proses menggabungkan informasi ataupun ide yang saling melengkapi untuk membentuk sebuah kesimpulan yang komprehensif.
Oleh karena itu, adanya contoh dari penalaran ini akan memudahkan seseorang dalam menyelesaikan masalah hingga contoh soal yang dipelajarinya baik di sekolah maupun kuliah.
Contoh Penalaran Aditif dalam Matematika
Berdasarkan buku Hard Skills dan Soft Skills, Heris Hendriana, Euis Eti R, dan Utari S (2018:16), Keraf mengatakan bahwa penalaran adalah sebagai proses berpikir yang berusaha menghubung-hubungkan fakta-fakta yang diketahui menuju pada suatu kesimpulan.
Penalaran aditif dalam Matematika digunakan untuk menggabungkan informasi dalam berbagai sumber, menjelaskan proses langkah demi langkah, hingga menyelesaikan sistem persamaan.
Berikut ini beberapa contoh penalaran aditif dalam matematika.
1. Persamaan Linier
a) Mengidentifikasi Persamaan
Persamaan:
3x + 4y = 23
x – y = 3
b) Metode Subtitusi
Dari persamaan di atas, bisa mencari x dalam bentuk y dengan cara x = y + 3
c) Penggabungan
• Aplikasikan x pada persamaan yang pertama 3 (y+3) + 4y = 23
• Penyelesaian Persamaan:
3y + 9 + 4y =23
3y + 4y = 23 - 9
7y = 14
y = 2
d) Subtitusi Balik :
Dengan penggabungan di atas bisa mencari x dengan cara memasukkan hasil dari penggabungan ke dalam persamaan:
Diketahui:
Y = 2
Persamaan 3x + 4y = 23
Penyelesaian:
3x + 4(2) = 23
3x + 8 = 23
3x = 23 – 8
3x = 15
x = 5
2. Pemecahan Masalah secara Sederhana Menggunakan Penjumlahan
Diana memiliki 4 buah nanas dan membeli 2 nanas lagi. Berapa total nanas yang saat ini dimilikinya?
Maka, saat menggunakan penalaran aditif digunakan penjumlahan dari jumlah nanas yang dimiliki Diana sebelum dan setelah pembelian, sehingga hasilnya yaitu 6 nanas (4+2=6).
3. Menentukan sebuah Selisih dengan Pengurangan
Penalaran aditif yang digunakan untuk menentukan selisih dapat diketahui dari contoh selisih antara 50 dan 20.
Saat mencari selisih dilakukan pengurangan 20 dari 50 untuk mendapatkan selisih 30. Lalu, dapat menambahkan selisih tersebut ke salah satu bilangan asal, misalnya 20 untuk mendapatkan hasil akhir, yaitu 50 (20+30 = 50).
Demikian contoh penalaran aditif dalam Matematika yang mudah dipahami. Semoga contoh di atas dapat menambah pemahaman lebih mendalam. (DIA)
Baca Juga: Kumpulan Contoh Soal Ujian Kesetaraan Paket C
