3 Contoh Permainan Tradisional di Indonesia

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbagai contoh permainan tradisional di Indonesia, salah satu bentuk kekayaan budaya bangsa. Permainan tersebut mulai jarang dimainkan pada zaman sekarang, karena adanya pengaruh teknologi.
Popularitas permainan tradisional saat ini cukup meredup. Anak-anak banyak yang belum pernah mengenal dan memainkannya. Dengan mempelajari contoh-contohnya adalah bentuk upaya agar kekayaan budaya Indonesia ini tetap lestari.
Belajar Contoh Permainan Tradisional di Indonesia
Ternyata permainan tradisional dapat menjadi sarana pembentukan karakter anak. Sebagian besar permainannya melibatkan lebih dari satu orang, sehingga mereka akan belajar bersosial dan bekerja sama.
Menurut buku Kembangkan Toleransi Melalui Permainan Tradisional, Benedicta Rani Nugraheni, Gregorius Ari Nugrahanta (2020), permainan tradisional merupakan permainan yang dimainkan secara turun-temurun yang bernilai suatu budaya dan biasanya dimainkan dengan bahasa maupun ciri khas dari daerah tertentu.
Berikut adalah beberapa contoh permainan tradisional di Indonesia yang menarik untuk dipelajari.
1. Gobak Sodor
Permainan tradisional yang cukup populer ini dimainkan secara berkelompok, jadi kelompok penjaga berusaha untuk menghalangi kelompok penyerang ketika hendak melewati garis petak permainan. Gobak artinya bergerak, sedangkan sodor artinya tombak.
2. Patok Lele
Patok lele berkembang di pulau Sumatra dan Jawa akan tetapi ada perbedaan nama di masing-masing daerah, seperti benthik, ethnik, dan gatrik.
Tim pemukul pertama akan mencungkil kayu dengan posisi yang telah ditentukan, dan nantinya akan ditangkap tim penangkap. Jika kayu berhasil dicungkil, maka tim penangkap akan menang.
3. Congklak
Congklak merupakan salah satu contoh permainan tradisional di Indonesia yang terkenal. Dalam permainan ini, sejenis cangkang kerang atau kadang kala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan dan batu-batu kecil.
Dua orang pemain yang berhadapan, salah seorang yang memulai dapat memilih lubang yang akan diambil dan meletakkan satu ke lubang di sebelah kanannya dan seterusnya berlawanan arah jarum jam. Pemenangnya adalah yang memiliki biji terbanyak.
Baca Juga: Mengenal Congklak, Permainan Tradisional Anak Indonesia
Itulah beberapa contoh permainan tradisional di Indonesia yang perlu dilestarikan. Selain melatih karakter anak, permainan ini juga sarat akan nilai budaya dan filosofis yang menarik untuk dipelajari. (DVA)
