Konten dari Pengguna

3 Contoh Perubahan Energi Kimia Menjadi Energi Cahaya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh perubahan energi kimia menjadi energi menjadi cahaya. Sumber: pexels.com/FelisMittermeier.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh perubahan energi kimia menjadi energi menjadi cahaya. Sumber: pexels.com/FelisMittermeier.

Contoh perubahan energi kimia menjadi energi cahaya menunjukkan salah satu cara manusia mendapatkan penerangan. Contoh tersebut juga menunjukkan kecerdasan manusia mengubah-ubah energi untuk mendukung aktivitasnya.

Tanpa cahaya buatan, kehidupan malam akan gelap seperti di zaman purba. Saat ini cahaya tidak hanya berguna sebagai penerangan, tapi juga hiasan.

Contoh Perubahan Energi Kimia Menjadi Energi Cahaya

Ilustrasi contoh perubahan energi kimia menjadi energi cahaya. Sumber: pexels.com/MuffinCreatives.

Dikutip dari Seri IPA 2 SMP Kelas VIII, Mundilarto dan Edi Istiyono (2008:54), energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Bentuk usaha itu bermacam-macam, antara usaha untuk mengeluarkan cahaya.

Dalam hukum kekekalan energi disebutkan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, namun dapat diubah dari satu bentuk yang satu ke bentuk yang lainnya. Hal ini juga terjadi pada proses perubahan energi kimia menjadi energi cahaya.

Energi kimia tidak langsung berubah menjadi energi cahaya. Energi kimia berubah menjadi energi listrik lebih dahulu, baru kemudian berubah menjadi energi cahaya.

Berikut adalah contoh perubahan energi kimia menjadi energi cahaya yang akrab dengan kehidupan sehari-hari.

  1. Lampu senter.

    Cahaya pada lampu senter manual diperoleh dari batu baterai. Batu baterai menghasilkan energi kimia karena ada komponen katoda dan anoda. Katoda baterai sebagai kutub negatif berupa seng, sedangkan anoda sebagai kutub positif barupa karbon.

    Senter terhubung dengan rangkaian listrik secara seri. Ketika saklar dinyalakan, arus listrik mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. Kemudian bola lampu dalam rangkaian tersebut menyala.

  2. Cahaya ponsel.

    Baterai dapat membuat ponsel bekerja. Namun sebelumnya, baterai tersebut harus diisi terlebih dahulu atau dicharge dengan energi listrik.

    Baterai ponsel, yaitu lithium, memiliki komponen berupa katoda, anoda dan elektrolit. Ion bermuatan positif bergerak melewati eleketrolit dari anoda ke katoda untuk menghasilkan daya yang dibutuhkan ponsel, termasuk untuk menyalakan cahayanya.

  3. Lampu kendaraan.

    Lampu kendaraan dinyalakan oleh aki. Aki berisi sel-sel aki yang memungkinkan terjadinya reaksi kimia sehingga mampu menghasilkan energi listrik.

    Energi tersebut digunakan untuk menyalakan fungsi-fungsi kendaraan, termasuk lampu kendaraan.

Baca juga: 4 Perubahan Energi Cahaya Menjadi Energi Listrik

Contoh perubahan energi kimia menjadi energi cahaya di atas memanfaatkan sifat energi dalam hukum kekekalan energi. Bahkan untuk menghasilkan energi cahaya harus dikerahkan dua energi sekaligus, yaitu energi kimia dan listrik. (lus)