Konten dari Pengguna

3 Contoh Plot dalam Cerita Komik

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh plot dalam cerita komik. Sumber: Pixabay/ralpoonvast
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh plot dalam cerita komik. Sumber: Pixabay/ralpoonvast

Contoh plot dalam cerita komik di antaranya yaitu plot maju yang menampilkan peristiwa secara runtut mulai dari awal hingga akhir tanpa kembali ke masa lalu. Selain itu terdapat plot mundur dan plot campuran (tersusun dari plot maju dan plot mundur).

Komik atau cerita bergambar merupakan media yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan dengan gambar. Gambar yang digunakan yaitu gambar tidak bergerak dan disusun sedemikian rupa serta dicetak di atas kertas yang dilengkapi dengan teks.

Contoh Plot dalam Cerita Komik

Ilustrasi contoh plot dalam cerita komik. Sumber: Pixabay/Benny1900

Dikutip dalam buku Filosofi, Teori, dan Konsep Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Dasar oleh Dr. Ali Mustadi, M.Pd, dkk (2021:121) komik merupakan cerita yang dibuat dengan maksud memberikan pesan melalui cerita fiksi maupun non fiksi. Komik berisi gambar dengan tulisan yang sangat menarik pembaca dengan alur cerita seolah-olah gambar tersebut berbicara sendiri.

Komik memiliki plot yang merupakan rangkaian kejadian atau peristiwa yang dituturkan secara menarik. Komik dengan plot atau alur cerita yang memiliki ciri khas menjadi daya tarik para pembacanya. Berikut contoh plot dalam cerita komik.

1. Plot Maju

Plot maju menampilkan peristiwa secara runtut mulai dari awal, tengah sampai akhir. Sebuah cerita yang menggunakan alur maju ini mudah dipahami. Berikut contohnya.

Suatu hari, aku bersama keluargaku bersiap untuk pergi ke rumah saudara yang sedang mengadakan acara pernikahan di Kota Surabaya dengan waktu tempuh kurang lebih 10 jam dilalui jalur darat.

Ayah: Sebelum kita berangkat mari kita berdoa menurut kepercayaan masing-masing, agar selamat sampai tujuan. Berdoa dimulai

(Semuanya menundukkan kepala dan ada yang mengangkat tangan)

Ayah: berdoa selesai. Ayo kita mulai perjalananannya. Bismillahirrahmannirrahiim (ucapnya dengan pelan).

Satu mobil besar yang berkapasitas 12 orang ini penuh karena ada keluarga paman yang turut serta. Sayangnya, saat tiba di jalan tol Kabupaten Semarang, mobil tiba-tiba oleng.

Rina: Ayah kenapa mobil paman oleng?

Ayah: Ayah tidak tahu Rina, coba kita minggir terlebih dahulu.

(akhirnya mobil ayah dan mobil paman minggir untuk mengambil jalur darurat di jalan tol. Kami semua diminta turun setelah mobil berhenti)

Ayah: (Dengan menggaruk-garuk kepala) Waduh….ternyata bannya kempes.

(tak sampai 5 menit ada mobil bantuan darurat dari tol datang)

Petugas: Ada yang bisa kami bantu? (ucapnya dengan ramah).

Paman: Pak ban mobil belakang sebelah kiri kempes, apakah bapak bisa menanganinya?

Petugas: Tentu bisa bapak. Silahkan bapak dan yang lainnya untuk minggir terlebih dahulu, agar kami bisa memperbaikinya.

Paman dan serombangan sedikit menjauh dari mobil tersebut. Tidak lebih dari 5 menit akhirnya petugas selesai memperbaikinya dan kita bisa melanjutkan perjalanan kembali.

2. Plot Mundur

Plot mundur merupakan plot cerita yang ditulis oleh penulis dengan mengawali kisah dengan konflik, lalu penyelesaian, dan memperlihatkan masa lalu atau disebut dengan kilas balik. Berikut contohnya.

Lina: Hufftt….. Sayangnya, kali ini aku harus pulang sendiri karena Nadia dan Tami memiliki janji dengan teman masa kecilnya.

Saat sedang mengayuh sepeda, tiba-tiba di depan Lina terlihat kumpulan orang yang memperlihatkan raut wajah panik.

Abang penjual bakso: Ada kecelakaan, Neng.

Lina: Bernahkah bang? (tanya lina sambil terkejut).

Lina memarkirkan sepeda di dekat pohon besar dan kemudian berlari ke arah kerumunan orang tersebut.

Lina: Nadia, Tami… !!!! (Teriak dengan terkejut).

Nadia dan Tami langsung dibopong oleh abang-abang ke angkutan umum dan dibawa ke rumah sakit.

Ibu berjilbab merah: Neng tahu siapa dua orang tadi?

Lina: Tahu bu, itu teman sekolah saya.

Ibu berjilbab merah: Tolong neng kabari keluarganya, biar mereka tahu.

Lina hanya mengangguk dengan mengeluarkan handphone di sakunya untuk menghubungi keluarga mereka. Lina tiba-tiba ingat kejadian sebelum insiden kecelakaan tersebut terjadi.

Lina: Nad, tumben kamu membawa sepeda motor milik kakakmu?

Nadia: Aku tidak mau telat sampai lokasi. Jadi aku meminjam motor kakakku.

Lina: Tapi kan kamu tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). Kenapa kamu tidak naik angkutan umum saja yang lebih aman?

Nadia: Hmmm.... (Nadia tidak mau menjawab pertanyyan Lina).

Tami: Ya sudah terserah Nadia saja, yang penting hati-hati ya, Nad. Soalnya aku juga tidak bawa helm (Menampakkan raut wajah khawatir dengan keputusan Nadia yang membawa sepeda motor).

Lina: Okelah kalau itu keputusan kalian. Tetap hati-hati ya.....

3. Plot Campuran

Plot campuran merupakan plot yang mempunyai alur maju dan mundur. Alur ini mencampurkan kisah kejadian masa kini dan masa lalu secara bergantian. Berikut contohnya.

Ayah: Tidak terasa sudah 2 bulan lamanya kita bertahan di rumah demi mengantisipasi penularan Covid-19.

Adik: Iya Ayah, aku sangat bosan di rumah saja (saut adik sambil bergumam).

Aku: Bagaimana jika kita pergi ke salah satu pedesaan di dekat kota untuk menikmati udara segar?

Ayah dan Ibu: Ide yang bagus itu.

Akhirnya kita pergi dan kali ini, ayah mengajak kami naik motor karena ingin menikmati udara segar. Sesampai di tempat kita duduk dan mengobrol.

Aku: Ayah, ibu, aku sangat senang sekali, apalagi 2 bulan kemarin aku hanya di rumah dan disibukkan dengan kegiatan sekolah online dan juga menghabiskan waktuku di rumah saja.

Ibu: Ibu juga sangat senang karena akhirnya wabah Covid-19 sudah mereda. Ingat tidak, tepat 1 bulan yang lalu Nenek Yanti meninggal dunia disebabkan virus ini, dan kita semua tidak diperbolehkan takziah kerumahnya.

Adik: Ingat ibu. Apalagi dulu setelah Nenek Yanti meninggal, orang sekitar rumah ikut panik dan semakin khawatir tentang wabah virus ini.

Ayah: Tapi ingat ya nak, walaupun penyebaran virus ini sudah mereda, kita tetap melaksanakan protokol kesehatan sampai mungkin 1 hingga 2 bulan kedepan sampai benar-benar wabah ini dinyatakan sudah tidak ada lagi. Tetap menggunakan masker dan kita harus menghindari tempat yang ramai.

Aku dan adik: Siap ayah.

Baca juga: Pengertian Komik beserta Jenis dan Contohnya

Dengan mengetahui contoh plot dalam cerita komik di atas, diharapkan pembaca dapat membedakannya dan tidak keliru dalam memahaminya. Semoga bermanfaat. (MRZ)