3 Contoh Puisi Mbeling Karya Penyair Ternama

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi mbeling merupakan jenis puisi yang mengungkapkan kritik sosial secara terang-terangan dengan cara yang satir. Puisi ini menawarkan sarana bagi penyair untuk menyuarakan pandangan dan kritik mereka terhadap berbagai aspek kehidupan. Untuk tahu bagaimana bentuknya, perlu beberapa contoh puisi mbeling.
Meski disampaikan dengan cara yang humoris atau satir, pesan yang ingin disampaikan tetaplah tajam dan mendalam. Dengan contoh tersebut, bisa melihat bahwa puisi tidak hanya sekadar bentuk ekspresi artistik, tetapi juga sarana pengkritik sosial yang efektif.
Contoh Puisi Mbeling
Mengutip dari buku Puisi Mbeling karya Remy Sylado (2023), puisi mbeling adalah pandangan estetika yang menyatakan bahwa bahasa puisi harus diatur dan dipilih-pilih sesuai stilistika yang baku.
Berikut adalah beberapa contoh puisi mbeling karya penyair ternama.
1. Belajar Menghargai Hak Asasi Kawan – Remy Sylado
Belajar Menghargai Hak Asasi Kawan
Jika
laki mahasiswa
ya perempuan mahasiswi.
Jika
laki saudara
ya perempuan saudari.
Jika
laki pemuda
ya perempuan pemudi.
Jika
laki putra
ya perempuan putri.
Jika
laki kawan
ya perempuan kawin.
Jika
kawan kawin
ya jangan ngintip.
2. Sajak Sikat Gigi – Yudhistria ANM Massardi
Sajak Sikat Gigi
Seseorang lupa menggosok giginya sebelum tidur
di dalam tidur ia bermimpi
Ada sikat gigi menggosok-gosok mulutnya supaya terbuka
Ketika ia terbangun di pagi hari
Sikat giginya tinggal sepotong
Sepotong yang hilang itu agaknya
Tersesat di dalam mimpinya dan tak bisa kembali
Dan dia berpendapat bahwa, kejadian itu terlalu berlebihan-lebihan
3. Nelayan – Jeihan Sukmantoro
Nelayan
Di tengah laut
Seorang nelayan berseru
Tuhan bikin laut
Beta bikin perahu
Tuhan bikin angin
Beta bikin layar
Tiba-tiba perahunya terguling
Akh,
Beta main-main
Tuhan sungguh-sungguh
Baca juga: 10 Contoh Imaji Visual yang Ada dalam Puisi
Puisi mbeling bukan hanya sekedar puisi. Dari contoh puisi mbeling di atas, para penyair dengan berani menggunakan kata-kata untuk menyuarakan ketidakadilan, menciptakan ruang bagi diskusi dan perenungan tentang nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. (ARR)
