3 Contoh Puisi Metafisikal dan Pengertiannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada beberapa contoh puisi metafisikal salah satunya berjudul "Asal Muasal Pelukan" karya Candra Malik. Selain itu karya-karya mistik Hamzah Fansuri seperti "Syair Dagang" dan "Syair Perahu" juga dapat tergolong dalam puisi metafisikal.
Puisi metafisikal merupakan jenis puisi yang dikategorikan berdasarkan sifat dari isi oleh David Daiches. David adalah seorang sejarawan dan kritikus sastra, serta seorang penulis yang produktif menghasilkan karya tentang sastra Inggris dan sastra Skotlandia.
Pengertian Puisi Metafisikal
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Pembagian puisi oleh David Daiches ini berdasarkan sifat dari isi dalam puisi salah satunya puisi metafisikal.
Puisi metafisikal adalah puisi yang bersifat filosofis dan mengajak pembaca merenungkan kehidupan dan merenungkan Tuhan. Puisi ini juga disebut dengan pusisi religius yang lebih mengarah sebagai ajakan kepada pembaca untuk merenungkan hidup dan Tuhan.
Dikutip dalam buku Pintar Majas, Pantun, dan Puisi oleh Ulin Nuha Masruchin (2017:173) puisi metafisikal merupakan karya sastra biasanya engajak pembaca menghayati kehidupan atau kehutanan. Puisi metafisikal bersifat penghayatan ketuhanan dan keagamaan.
Contoh Puisi Metafisikal
Setelah megetahui pengertian dari puisi metafisikal. Ketahui juga contoh puisi metafisikal betikut ini.
Contoh 1
Asal Muasal Pelukan
Karya: Candra Malik
Tuhan menciptakan manusia
dari tempat persembunyian-Nya
di mana tidak ada siapa pun
melihat-Nya meramu lamun.
Dari segenggam sunyi,
dijadikan-Nya segumpal hati.
Dari ramai cuma sekepal,
dicipta-Nya sebongkah akal.
Tetapi Tuhan seperti sengaja
membuat hati tidak sempurna.
Dari dada yang menyimpan kalbu.
direnggut-Nya tulang rusuk satu.
Tuhan menyebut manusia
yang terluka itu sebagai laki-laki.
Lalu dari luka itulah wanita
dicipta bagai permata sanubari.
Digegar oleh detak jantung
laki-laki tak kuat menanggun.
Dari sinilah awal mula doa:
Tuhan, kami ingin bahagia.
Contoh 2
Syair Dagang
Karya: Hamzah al-Fansuri
Hai sekalian kita yang kurang
nafsumu itu lawan berperang
jangan hendak lebih baiklah kurang
janganlah sama dengan orang
Amati-amati membuang diri
menjadi dagang segenap diri
baik-baik engkau fikiri
supaya dapat emas sendiri
Wahai dagang yang hina
Ketahui hidup dalam dunia
Sebagai jati tiada berbunga
Bagi burung tiada berguna
Wahai sekalian kita yang kurang
Nafsumu itu lawan berperang
Jauhkan tamak baiklah kurang
Jaga dirimu jatuh ke jurang
Amat-amati membuang diri
Menjadi dagang di segenap negeri
Baik-baik engkau fikiri
Supaya selamat hari-hari.
Contoh 3
Syair Perahu
Karya: Hamzah Fansuri
Inilah gerangan suatu madah
mengarangkan syair terlalu indah,
membetuli jalan tempat berpindah,
di sanalah i'tikat diperbetuli sudah
Wahai muda kenali dirimu,
ialah perahu tamsil hidupmu,
tiadalah berapa lama hidupmu,
ke akhirat jua kekal hidupmu
Hai muda arif-budiman,
hasilkan kemudi dengan pedoman,
alat perahumu jua kerjakan,
itulah jalan membetuli insan.
Perteguh jua alat perahumu,
hasilkan bekal air dan kayu,
dayung pengayuh taruh di situ,
supaya laju perahumu itu
Sudahlah hasil kayu dan ayar,
angkatlah pula sauh dan layar,
pada beras bekal jantanlah taksir,
niscaya sempurna jalan yang kabir.
Baca juga: 2 Contoh Puisi Ibu yang Penuh Cinta
Dengan mengetahui 3 contoh puisi metafisikal dan pengertiannya melalui ulasan di atas, diharapkan pembaca mengetahui akan keberadaan puisi jenis ini. Semoga dapat menambah wawasan pembaca. (MRZ)
