Konten dari Pengguna

3 Contoh Puisi Metafisikal dan Pengertiannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh puisi metafisikal. Sumber: Pixabay/NikolayFrolochkin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh puisi metafisikal. Sumber: Pixabay/NikolayFrolochkin

Ada beberapa contoh puisi metafisikal salah satunya berjudul "Asal Muasal Pelukan" karya Candra Malik. Selain itu karya-karya mistik Hamzah Fansuri seperti "Syair Dagang" dan "Syair Perahu" juga dapat tergolong dalam puisi metafisikal.

Puisi metafisikal merupakan jenis puisi yang dikategorikan berdasarkan sifat dari isi oleh David Daiches. David adalah seorang sejarawan dan kritikus sastra, serta seorang penulis yang produktif menghasilkan karya tentang sastra Inggris dan sastra Skotlandia.

Pengertian Puisi Metafisikal

Ilustrasi contoh puisi metafisikal. Sumber: Pixabay/Counselling

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Pembagian puisi oleh David Daiches ini berdasarkan sifat dari isi dalam puisi salah satunya puisi metafisikal.

Puisi metafisikal adalah puisi yang bersifat filosofis dan mengajak pembaca merenungkan kehidupan dan merenungkan Tuhan. Puisi ini juga disebut dengan pusisi religius yang lebih mengarah sebagai ajakan kepada pembaca untuk merenungkan hidup dan Tuhan.

Dikutip dalam buku Pintar Majas, Pantun, dan Puisi oleh Ulin Nuha Masruchin (2017:173) puisi metafisikal merupakan karya sastra biasanya engajak pembaca menghayati kehidupan atau kehutanan. Puisi metafisikal bersifat penghayatan ketuhanan dan keagamaan.

Contoh Puisi Metafisikal

Ilustrasi contoh puisi metafisikal. Sumber: Pixabay/pasja1000

Setelah megetahui pengertian dari puisi metafisikal. Ketahui juga contoh puisi metafisikal betikut ini.

Contoh 1

Asal Muasal Pelukan

Karya: Candra Malik

Tuhan menciptakan manusia

dari tempat persembunyian-Nya

di mana tidak ada siapa pun

melihat-Nya meramu lamun.

Dari segenggam sunyi,

dijadikan-Nya segumpal hati.

Dari ramai cuma sekepal,

dicipta-Nya sebongkah akal.

Tetapi Tuhan seperti sengaja

membuat hati tidak sempurna.

Dari dada yang menyimpan kalbu.

direnggut-Nya tulang rusuk satu.

Tuhan menyebut manusia

yang terluka itu sebagai laki-laki.

Lalu dari luka itulah wanita

dicipta bagai permata sanubari.

Digegar oleh detak jantung

laki-laki tak kuat menanggun.

Dari sinilah awal mula doa:

Tuhan, kami ingin bahagia.

Contoh 2

Syair Dagang

Karya: Hamzah al-Fansuri

Hai sekalian kita yang kurang

nafsumu itu lawan berperang

jangan hendak lebih baiklah kurang

janganlah sama dengan orang

Amati-amati membuang diri

menjadi dagang segenap diri

baik-baik engkau fikiri

supaya dapat emas sendiri

Wahai dagang yang hina

Ketahui hidup dalam dunia

Sebagai jati tiada berbunga

Bagi burung tiada berguna

Wahai sekalian kita yang kurang

Nafsumu itu lawan berperang

Jauhkan tamak baiklah kurang

Jaga dirimu jatuh ke jurang

Amat-amati membuang diri

Menjadi dagang di segenap negeri

Baik-baik engkau fikiri

Supaya selamat hari-hari.

Contoh 3

Syair Perahu

Karya: Hamzah Fansuri

Inilah gerangan suatu madah

mengarangkan syair terlalu indah,

membetuli jalan tempat berpindah,

di sanalah i'tikat diperbetuli sudah

Wahai muda kenali dirimu,

ialah perahu tamsil hidupmu,

tiadalah berapa lama hidupmu,

ke akhirat jua kekal hidupmu

Hai muda arif-budiman,

hasilkan kemudi dengan pedoman,

alat perahumu jua kerjakan,

itulah jalan membetuli insan.

Perteguh jua alat perahumu,

hasilkan bekal air dan kayu,

dayung pengayuh taruh di situ,

supaya laju perahumu itu

Sudahlah hasil kayu dan ayar,

angkatlah pula sauh dan layar,

pada beras bekal jantanlah taksir,

niscaya sempurna jalan yang kabir.

Baca juga: 2 Contoh Puisi Ibu yang Penuh Cinta

Dengan mengetahui 3 contoh puisi metafisikal dan pengertiannya melalui ulasan di atas, diharapkan pembaca mengetahui akan keberadaan puisi jenis ini. Semoga dapat menambah wawasan pembaca. (MRZ)