3 Contoh Puisi Rintik Hujan yang Syahdu

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh puisi rintik hujan dapat digunakan sebagai inspirasi untuk mengekspresikan perasaan. Rintik hujan selalu memunculkan suasana syahdu.
Kenangan manis, indah, sedih, bahkan luka sering muncul dalam kesyahduan. Kenangan-kenangan yang sulit dibicarakan, dapat diungkapkan dalam bentuk puisi.
Contoh Puisi Rintik Hujan yang Syahdu dan Romantis
Rintik hujan sering membuat seseorang terdiam dan merenung. Pikiran melayang menembus perasaan yang lama terpendam. Kadang senyum tersungging, kadang airmata menitik. Rintik hujan hanya pemantik. Yang ada dalam diri dapat ditumpahkan melalui puisi.
Jika ingin membuat kenangan tentang rintik hujan, berikut adalah contoh puisi rintik hujan, yang dikutip dari Antologi Puisi Hujan, Sri Wulan Ambarwati (2022).
1. Sekuntum Kamboja
Sekuntum bunga kamboja lepas dalam genggaman
Bersama riak ombak bercampur rintik hujan
Samar, namun pasti, menjauh dari pandangan
Semburat kuning kelopaknya meliuk-liuk menari bersama ombak
Membawa sepotong hati yang tertinggal
Sekuntum bunga kamboja lepas dalam genggaman
Menepi pada daratan nun jauh di sana
Masih samar kulihat lambaian tangannya
Wajah lelaki muda penuh harap hampa
Melepasku, pada dermaga
Bersama buliran air mata dan hujan
2. Lobang di Hati
Ada lobang menganga di hati ...
Merah, merejam tanpa henti
Hujan ... datanglah ke hadapan
Sapu air mata ini hingga luruh ke tanah
Hujan ... aku menghiba rintikmu
Membelai mesra rambut kusutku
Menghapus peluh dan nestapa laraku
Ada lobang menganga di hati
Merah merejam tanpa henti ...
Janji suci telah ternodai
Oleh bisikan nafsu duniawi.
Hujan aku menghiba rintikmu
Menghanyutkan aroma busuk
Pada peluh malam jahanam
Dari insan di jalan kesesatan.
3. Aku, Kamu dan Hujan
Aku suka jalan bersamamu di bawah rintik hujan
Menggenggam tanganmu, nikmati gigilnya
Aku suka jalan bersamamu di bawah rintik hujan
Sembunyikan nestapa dari mata dunia
Aku suka jalan bersamamu di bawah rintik hujan
Membau tanah yang basah oleh kenangan
Aku suka jalan bersamamu di bawah rintik hujan
Menapaki jalan hidup menuju keabadian
Hiruplah hawa bekunya
Sentuhlah buliran beningnya
Yang menayangkan lagi lukisan hidup
Yang telah kita ukir 20 tahun ini
Aku suka jalan bersamamu di bawah rintik hujan
Melangkah riang, melepas kewajiban
Telah rampung kita tuntaskan
Pada usia senja kita
Baca juga: 5 Contoh Puisi Terzina dalam Bahasa Indonesia
Contoh puisi rintik hujan di atas menggambarkan sebuah perjalanan. Hujan turun rintik-rintik memang merupakan saat yang tepat untuk melakukan napak tilas terhadap sebuah kenangan. (lus)
