Konten dari Pengguna

3 Contoh Rekayasa Genetika pada Tumbuhan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh rekayasa genetika. Sumber foto: pixabay/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh rekayasa genetika. Sumber foto: pixabay/

Rekayasa genetika merupakan bentuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimanfaatkan untuk mengubah DNA organisme. Adapun contoh rekayasa genetika dapat ditemukan di berbagai bidang. Salah satunya, yaitu pada produk pertanian.

Teknologi genetik banyak diterapkan di sektor pertanian karena memiliki banyak keunggulan. Di antaranya dapat berperan untuk meningkatkan sifat, nilai gizi, dan memperpanjang umur simpan tanaman.

Contoh Rekayasa Genetika pada Tumbuhan

Ilustrasi rekayasa genetika. Sumber foto: pixabay/

Berdasarkan buku Keanekaragaman dan Potensi Sumber Daya Genetik Melon, Budi Setiadi Daryono, Sigit Maryanto, (2017:96-97), rekayasa genetika adalah suatu usaha memanipulasi sifat genetik suatu makhluk hidup untuk menghasilkan sifat yang diinginkan. Rekayasa genetika dapat dilakukan dengan menambah, mengurangi, atau menggabungkan dua materi genetik (DNA) dari dua organisme berbeda.

Di bidang pertanian, rekayasa genetik dilakukan untuk memperoleh tanaman unggul. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pangan dan agar tanaman resisten terhadap hama serangga.

Lebih lanjut, beberapa contoh rekayasa genetika pada tumbuhan yang dapat diaplikasikan di sektor pertanian, meliputi:

1. Grapple

Grapple adalah bentuk rekayasa genetika yang dilakukan dengan memodifikasi dua jenis tanaman, yaitu anggur dan apel. Dalam hal ini, meskipun karakteristik rasa dan tekstur seperti anggur, kenampakkan fisik buah grapple menyerupai apel.

Kandungan vitamin C pada grapple juga cukup tinggi. Hal ini dikarenakan peningkatan kandungan nutrisi yang disebabkan oleh pemanfaatan teknologi genetik.

2. Cucamelon

Semangka, mentimun, dan jeruk nipis merupakan tiga kombinasi buah yang digunakan dalam rekayasa genetik cucamelon. Tanaman ini termasuk jenis yang mudah dikembangkan. Selain itu, keunggulan dari cucamelon antara lain tahan terhadap hama dan kondisi kering.

Rasa cucamelon seperti perpaduan antara jeruk nipis dan mentimun. Apabila dilihat dari bentuknya, buah ini serupa dengan semangka ukuran mini.

3. Padi Transgenik

Padi transgenik adalah modifikasi gen yang diaplikasikan pada tanaman padi. Hasil rekayasa ini menghasilkan padi dengan kandungan provitamin A (beta karoten) yang tinggi.

Dikutip dari buku Modul Pembelajaran Biologi: untuk SMA/MA Kelas XII Semester Genap, Joni Ali, (2023:226), teknologi DNA rekombinan dapat dimanfaatkan untuk memperoleh tanaman serealia unggul.

Salah satunya adalah tanaman padi transgenik yang mampu mengekspresikan laktoferin. Caranya dengan memasukkan gen tahan dingin dari hewan yang hidup di tempat dingin ke dalam kromosom tanaman padi.

Baca Juga: Pengertian dan Tahapan Rekayasa Genetik dalam Ilmu Biologi

Terdapat berbagai contoh rekayasa genetika pada tumbuhan yang dapat diterapkan di dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dengan demikian, adanya produk rekayasa tersebut merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kualitas tanaman yang dihasilkan. (Riyana)